Sultan Berharap Digitalisasi Bawa UMKM DIY Naik Kelas

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengikuti video konferensi bersama dengan Grab Indonesia dalam rangka peluncuran program Terus Usaha #GrabforGood2020. Tujuan dari program ini adalah membuat agar UMKM DIY dapat go digital dari sisi penjualan dan promosi dengan memanfaatkan aplikasi Grab sebagai sarana bertransaksi.

Konferensi secara daring ini digelar di Ruang Media Centre, Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (21/07) siang. Turut hadir dalam kesempatan tersebut yakni Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Sri Nutkyatsiwie.

Direktur Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengawali konferensi daring dengan mengucapkan terima kasih kepada Sultan atas kerjasama dan kolaborasi yang terjalin baik antara Pemda DIY dengan Grab Indonesia.

Ridzki menuturkan bahwa Grab selanjutnya akan senantiasa mendukung kiprah Pemda DIY secara khusus yang berkaitan dengan promosi UMKM DIY.

Pada sambutannya, Sultan menyampaikan bahwa platform digital seperti Grab, tidak hanya membantu konsumen, namun kepada pekerja lepas yang notabene merupakan produsen penyedia jasa.

Menurut Sultan, Grab adalah sebuah bukti digitalisasi dan otomisasi di era industri 4.0. “Ketika pekerjaan dapat dilakukan di mana dan kapan saja, di sini para pekerja memiliki kuasa atas waktu dan tempat kerja sehingga bisa fleksibel.

Sementara itu, company bisa memilih berapa pekerja yang dibutuhan Ketika menyelesaikan sebuah proyek atau memilih skill mana yang memberikan keuntungan. Dengan menempatkan pekerja dengan benar, maka hasilnya akan tepat, tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu,” ujar Sultan.

Dari inovasi ini, penjualan dan operasional juga akan lebih efisien mengingat rekrutmen karyawan dilakukan secara daring, sehingga akan memangkas overhead cost.

Di DIY sendiri, lanjut Sultan, guna meningkatkan layanan dan penjualan, UMKM sendiri telah mulai melakukan beberapa terobosan. Sebut saja misalnya memfasilitasi usaha dengan memasang iklan pada media sosial, pengembangan bisnis UMKM, pelatihan kompetensi UMKM, dan mendorong bisnis digital bagi pelaku UMKM.

Sultan berharap, kolaborasi antara Grab Indonesia dengan Pemda DIY akan tetap terbina dengan baik di masa yang akan datang. “Saya berharap, pihak Grab dapat bermitra degan Pemda melalui OPD yang berwenang untuk mengembangkan sistem bersama yang terintegrasi dalam rangka pemberdayaan UMKM. Dalam hal ini, adalah pengembangan aplikasi Si Bakul Jogja, sebagai pilihan desain kerjasama yang semangatnya adalah saling bermitra agar UMKM bisa naik kelas,” tambah Sultan.

Di sisi lain, Sultan juga menyatakan apresiasinya atas peluncuran program baru Grab Indonesia yang mendukung UMKM. “Saya mengucapkan terima kasih dan menyatakan apresiasi saya atas peluncuran program Terus Usaha #GrabforGood2020 dari Grab Indonesia. Tapi ingat, saya mendukung ini semua semata hanya mendukung kepentingan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Semoga Tuhan Yang Maha Esa berkenan meridhoi usaha ini,” tutup Sultan.

Seusai sambutan, agenda dilanjutkan dengan diskusi yang menampilkan salah satu pengusaha susu asal DIY, Andromeda Sindono, yang mengalami peningkatan omzet setelah bermitra dengan Grab.

Mitra Grab seperti Andromeda ini akan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi di wilayah mitra tersebut berada. Sebagai tambahan informasi, tercatat bahwa berdasar dan survei Grab Indonesia pada tahun 2018 dan 2019, kontribusi seluruh mitra Grab di seluruh Indonesia mencapai 77 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari Grab Food yakni sebesar adalah 37 triliun. Untuk wilayah DIY sendiri, kontribusi mitra Grab mencapai 830 miliar rupiah dengan rincian 530 miliar dari Grab Bike, 206 miliar rupiah dari Grab Car, dan 94 miliar dari Grab Food.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *