Melalui Webinar, BPJAMSOSTEK Banten Sampaikan Layanan JKK dan Manfaat Return to Work

SERANG, (Persepsi) – Kecelakaan kerja tentu menjadi risiko tersendiri yang harus ditanggung setiap pegawai dalam menjalankan pekerjaannya. Terutama bagi pekerja lapangan yang mempunyai risiko kecelakaan tinggi. Kecelakaan kerja pun dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Bukan hanya pekerja lapangan, kecelakaan kerja juga dapat terjadi pada pegawai atau karyawan biasa dengan tingkat risiko kecelakaan rendah. Musibah kecelakaan bisa terjadi saat pegawai sedang dalam perjalanan dari rumah menuju kantor. Tentu saja beberapa risiko kecelakaan kerja ini sudah semestinya menjadi tanggung jawab perusahaan untuk melindungi karyawannya.

Untuk itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Wilayah Banten melaksanakan webinar dengan perusahaan, tenaga kerja dan serikat kerja.

Dimana Webinar kali ini mengangkat tema Pelayanan Kesehatan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Manfaat Return to Work (RTW) di masa pandemi.

Hadir dalam kegiatan Webinar tersebut ialah Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Kanwil Banten Eko Nugriyanto, Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Al Hamidi, Depdir Bidang Pengaduan dan Layanan Elektronik BPJAMSOSTEK Suhari, Deputi Direktur Bidang Kebijakan program diwakili oleh dr Suci, Dr Radite Nusasenjaya selaku dokter spesialis Okupasi sebagai narasumber, pimpinan perusahaan Platinum, Pimpinan Rumah Sakit seProvinsi Banten, Ketua serikat pekerja se Banten.

Dalam sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten Alhamidi melalui Pengawas Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Karyadi mengapriasiasi terkait pelaksanaan kegiatan Webinar yang dilaksanakan oleh BPJAMSOSTEK Banten.

“Saya mewakili bapak Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten mengucapkan terimakasih atas undangannya untuk mengikuti Webinar ini dengan tema Pelayanan Kesehatan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Manfaat Return to Work (RTW) di masa pandemi, ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Sehingga kami dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dan melalui kegiatan ini, BPJAMSOSTEK Banten bisa menyampaikan program-program unggulannya kepada perusahaan yang ada di Provinsi Banten,” kata Karyadi dalam sambutanya. Selasa, (22/09/2020).

Sementara itu, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Kantor Wilayah Banten Eko Nugriyanto menjelaskan, bahwa maksud dan tujuan dilakukan Webinar Pelayanan Kesehatan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Manfaat Return to Work (RTW) di masa pandemi tersebut adalah untuk menumbuhkan awareness Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan engagement Serikat Pekerja atau Serikat Buruh dan untuk menumbuhkan awareness Serikat Pekerja atau Serikat Buruh, Perusahaan dan PLKK/PLKB terhadap pemberikerja, agar PLKK/PLKB, Serikat Pekerja/Buruh dan stakeholder dapat mengetahui informasi terkini tentang manfaat, perlindungan/pelayanan BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Eko Nugriyanto.

Tujuan lainnya adalah peran aktif serikat pekerja untuk perlindungan pekerja di Provinsi Banten, agar memastikan seluruh perusahaan di Provinsi Banten telah mendaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Tujuan kegiatan tersebut juga untuk pembentukan pemahaman dan persamaan persepsi dalam penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berserta Penerapan Regulasi BPJS Ketenagakerjaan kepada Serikat Pekerja dan Mitra Layanan BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Eko Nugriyanto.

Eko juga menyebutkan bahwa BPJAMSOSTEK Kanwil Banten, telah membayarkan jaminan periode 1 Januari 2020 s.d 31 Agustus 2020, untuk Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp1,6 triliun untuk 110.604 kasus, JKM Rp35,4 miliar untuk 989 kasus, JP Rp18,9 miliar untuk 15.479 kasus, JKK PU Rp86,8 miliar untuk 9.537 kasus, JKK BPU Rp142,6 juta untuk 13 kasus dan JKK Jakon Rp1,2 miliar untuk 44 kasus.

Dan ditempat yang terpisah, Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif menyampaikan dalam acara Webinar kali ini ialah, perlunya penyempurnaan ekosistem Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Mari kita perbaiki bersama standardisasi layanan PLKK dalam miningkatkan pelayanan kepada peserta, diantaranya: dengan E-PLKK terintegrasi, peningkatan kompetensi SDM, return to work, perawatan pengobatan serta optimalisasi pembayaran,” jelas Krishna.

Krishna juga mengimbau, agar semua PLKK untuk meningkatkan sarana dan prasarana rehabilitasi medis. Dan kepada perusahaan agar dapat mensosialisasikan agar angka kecelakaan kerja bisa menurun.

” Mari kita lakukan komitmen bersama untuk memperbaiki semua ekosistem layanan kita serta dukungannya dari pekerja dan serikat buruh dan kepada teman – teman dari BPJS Ketenagakerjaan agar tidak lelah dan terus mensosialisasikan manfaat program-program BPJS Ketenagakerjaan,” harapnya. (Berto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *