Transformasi Digital, Kanwil BPN Provinsi Banten Gelar Kegiatan Entry dan Validasi Data SKP

 

SERANG (Persepsi.co.id)– Dalam rangka mewujudkan Visi Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tahun 2024 menjadi Institusi Pengelolaan Ruang dan Pertanahan yang Terpercaya dan Berstandar Dunia, jajaran Kementerian ATR/BPN gencar lakukan transformasi pengelolaan arsip/dokumen analog menjadi arsip/dokumen digital yang valid.

Begitupun halnya dalam pelaksanaan salah satu tugas Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa pada Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten dalam menangani sengketa dan konflik, serta penanganan perkara pertanahan.

Setiap tahapan penanganan kasus pertanahan yang dilakukan oleh Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa pada Kantor Wilayah BPN dan Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan pada seluruh Kantor Pertanahan wajib untuk dientri dan divaliadasi pada Aplikasi Sengketa, Konflik dan Perkara (SKP) Kementerian ATR/BPN.

Dalam upaya memberikan pemahaman dan asistensi kepada seluruh jajaran Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa pada Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten dan Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan pada Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten, Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Entri dan Validasi Data SKP di Lingkungan Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten bertempat di Swiss-Belinn Modern Cikande selama 2 (dua) hari tanggal 18 dan 19 November 2020.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Andi Tenri Abeng, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Elfidian Iskariza, Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Farida Widyartati, Kepala Seksi pada Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Kepala Seksi dan Kepala Subseksi pada Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan Kantor Pertanahan se-Provinsi Banten serta Admin Aplikasi SKP dan menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN Seti Kuncoro dan Triaz Akbar Wibowo.

.

“Pergunakan waktu 2 (dua) hari ini untuk mengisi aplikasi SKP dengan baik, bagaimana cara mengisinya, bagaimana memvalidasi datanya, ikuti arahan yang diberikan dan ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” ujar Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Andi Tenri Abeng dalam sambutannya.

 

Lebih lanjut Andi Tenri Abeng menghimbau agar peserta kegiatan menyiapkan data yang akan dientri sesuai dengan ketentuan pada aplikasi dan jika ada yang tidak dipahami maka langsung ditanyakan kepada narasumber.

Dalam salah satu paparan narasumber, Seti Kuncoro menyampaikan bahwa tujuan entri dan validasi penanganan kasus pertanahan yang ditangani adalah _Pertama_, mudahkan laporan, dengan adanya aplikasi ini pusat sudah bisa melihat penanganan kasus yang ditangani kantor wilayah dan kantor pertanahan. _Kedua_, memudahkan perencanaan anggaran, dengan entri data yang ada tahun ini, kasus yang ditangani jika belum dianggarkan maka dapat menjadi target operasi tahun depan, sehingga dapat memudahkan dalam menentukan rencana anggaran. _Ketiga_ dokumentasi, arsip digital kasus pertanahan. _Keempat_, guna mencegah kasus pertanahan semakin luas, ketika sudah ditangani oleh kantor pertanahan/kantor wilayah dan diterima lagi pengaduan terkait kasus pertanahan yang sama maka Kementerian ATR/BPN dapat mengetahui rekam penanganannya dan _Kelima_, adanya peta tematik permasalahan. (IDA)

.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *