Optimis Gula Darah Turun Saat Puasa? Ini Faktanya

Selama puasa, ada banyak perubahan tubuh yang terjadi. Salah satunya adalah penurunan kadar gula darah di dalam tubuh. Meskipun wajar, kondisi ini bisa menjadi masalah besar bagi penyandang diabetes.

Menurut Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W, saat berpuasa penyandang diabetes bisa mengalami komplikasi seperti hipoglikemia. Komplikasi ini bisa meningkat pada penyandang diabetes, khususnya diabetes tipe dua.

“Salah satu komplikasi yang bisa terjadi saat penderita diabetes berpuasa adalah hipoglikemia. Hipoglikemia dapat membahayakan karena bisa memicu serangan jantung yang berujung kematian. Insiden hipoglikemia meningkat pada penderita diabetes, khususnya diabetes tipe dua karena mereka mengalami kekurangan zat gula dari makanan yang dicerna dan diserap sehingga kadar gula dalam tubuh turun secara drastis,” ujar dr. Ervina kepada detikHealth, Selasa (1/5/2019).

dr. Ervina mengatakan bahwa sekitar 1-2 bulan sebelum menjalankan puasa, penyandang diabetes dianjurkan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi puasa yang tepat.

“Oleh karena itu, sekitar 1-2 bulan sebelum menjalani puasa penting bagi pasien diabetes melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat dan mencegah efek samping dari diabetes atau dari obat anti diabetes yang mereka konsumsi sehingga terkadang harus ada penyesuaian jenis obat anti diabetes sesuai rekomendasi dokter,” jelas dr. Ervina.

Menurut dr. Ervina, tidak ada perubahan makanan selama berpuasa bagi penyandang diabetes. Namun penyandang diabetes dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang menghasilkan energi secara lambat, yakni yang mengandung indeks glikemik rendah dan berserat tinggi.

Beberapa makanan tersebut antara lain gandum, kacang-kacangan,dan sayuran atau buah tinggi serat sehingga bisa mengurangi risiko lonjakan kadar gula darah setelah makan dan menjaga tubuh agar kenyang lebih lama.

“Selain itu jugaperlu menghindari makanan dengan kandungan asam jenuh yang tinggi. Porsi makanan saat puasa juga disesuaikan dan juga asupan cairan saat berpuasa tercukupi dengan baik setelah buka puasa dan tarawih,” sambungnya.

Selain memperhatikan asupanan makanan, penyandang diabetes tipe 2 juga bisa melakukan aktivitas fisik yang rendah hingga sedang, namun perlu dilakukan modifikasi durasi dan intesitas. Sebab, lanjut dr. Ervina, aktivitas fisik yang berlebihan dapat menimbulkan penurunan kadar gula darah bagi orang yang sedang berpuasa.

“Penusukan jarum ke dalam kulit untuk pemeriksaaan gula darah tidak membatalkan puasa. Jadi, periksa teratur gula darah, terutama apabila merasakan sakit atau ada gejala dari gula darah rendah atau tinggi. Penyandang diabetes dianjurkan membatalkan puasa jika kadar gula darah di bawah 70 mg/dl atau lebih dari 300 mg/dl,” jelas dr. Ervina.

Agar kadar gula darah tetap terkontrol saat puasa, penyandang diabetes bisa mengonsumsi Diabetasol sebelum tidur dan setelah sahur. Nutrisi makanan pengganti ini mengandung asupan nutrisi lengkap dan seimbang untuk para penyandang diabetes. Diabetasol juga mengandung Vita Digest Pro dan indeks glikemik rendah yang bisa membantu menstabilkan kadar gula darah agar puasa berjalan lancar.



Sharing is Caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *