Kategori
TANGERANG

Wakil Walikota Tangerang Tegaskan Pungli Di Sekolah Harus Dihilangkan

KOTA TANGERANG ( Persepsi) – Wakil Walikota Tangerang H. Sachrudin ingatkan para Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SD dan SMP agar membangun budaya anti pungutan liar atau pungli di lingkungan sekolah.
Sachrudin juga akan bertindak tegas untuk para Kepala Sekolah SD Negeri dan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri yang melakukan pungli.
“Pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) sangat diperlukan karena hal apapun yang berkaitan dengan pungutan yang tidak resmi harus kita hilangkan,” ungkap Sachrudin saat menghadiri Penutupan Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang dilaksanakan di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Ju’mat (12/07).
Sachrudin menyampaikan Pemerintah Kota Tangerang berupaya menciptakan pemerintah yang bersih dan bebas untuk menghindari adanya pungutan liar khususnya di wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dalam gerakan nasional pemberantasan Pungli.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk mengingatkan pengetahuan dan pemahaman kita khususnya tentang bahaya pungli,” ungkapnya dalam acara yang juga dihadiri Kepala Inspektorat Kota Tangerang H. Dadi Budaeri,
Sejak 2017 Pemerintah telah memiliki Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) yang melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil satuan kerja dan sarana prasarana, baik yang berada di kementerian/lembaga mau pemerintah daerah.
“Kita berikan yang terbaik untuk masyarakat. Mudah – mudahan dengan sosialisasi ini kita menjadi pelayan masyarakat yang profesional dan proporsional,” tegas Wakil. (Humas/Ydn/Charles)
Kategori
TANGERANG

UNIS Kota Tangerang Siapkan Pusat Kajian Halal Pertama Di Indonesia

KOTA TANGERANG (Persepsi) – Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) menyiapkan pusat kajian halal pertama di Indonesia. Upaya itu bekerja sama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM).
MoU akan dilakukan dalam waktu dekat antara Rektor UNIS Tangerang dan Rektor Universiti Utara Malaysia (UUM) di Kampus UNIS Kota Tangerang. Berbagai persiapan pun saat ini sedang dilakukan.
Kerjasama UUM untuk menjadikan UNIS Tangerang sebagai pusat kajian halal di Indonesia muncul saat diselenggarakan seminar Internasional yang dilaksanakan tanggal 8 Juli 2019 di UUM Malaysia, dengan tema “Establishing A Global Halal Hub” dan dilanjutkan diskusi panel.
Bendahara Umum Yayasan Islam Syekh-Yusuf Tangerang, M. Yus Firdaus, mengatakan, dukungan UUM menjadikan Unis pusat kajian halal dengan mengirim para ahlinya. Adapun kajian halal yang akan dilakukan nantinya adalah bersifat ilmiah dan syariah.
“Tidak untuk menerbitkan sertifikat, pusat kajian halal ini menjadi rujukan bagi produsen yang ingin mengeluarkan produknya, Jadi, fokusnya adalah pada kajian syariahnya,” kata dia.
Dia menambahkan, rencana dibuatnya pusat kajian halal di UNIS Tangerang akan terealisasi. Ia menggambarkan, Indonesia menjadi konsumen produk halal urutan pertama di dunia karena jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia.Perguruan Tinggi di Kota Tangerang Siapkan Pusat Kajian Halal Pertama Di Indonesia.
Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) menyiapkan pusat kajian halal pertama di Indonesia. Upaya itu bekerja sama dengan Universiti Utara Malayasia (UUM).
MoU akan dilakukan dalam waktu dekat antara Rektor UNIS Tangerang dan Rektor Universiti Utara Malaysia (UUM) di kampus UNIS Kota Tangerang. Berbagai persiapan pun saat ini sedang dilakukan.
Kerjasama UUM untuk menjadikan UNIS Tangerang sebagai pusat kajian halal di Indonesia muncul saat diselenggarakan seminar Internasional yang dilaksanakan tanggal 8 Juli 2019 yang lalu beberapa di UUM Malaysia dengan tema “Establishing A Global Halal Hub” dan dilanjutkan diskusi panel.
Bendahara Umum Yayasan Islam Syekh-Yusuf Tangerang, M. Yus Firdaus, mengatakan, dukungan UUM menjadikan Unis pusat kajian halal dengan mengirim para ahlinya. Adapun kajian halal yang akan dilakukan nantinya adalah bersifat ilmiah dan syariah.
“Tidak untuk menerbitkan sertifikat, Pusat kajian halal ini menjadi rujukan bagi produsen yang ingin mengeluarkan produknya, Jadi, fokusnya adalah pada kajian syariahnya,” kata dia.
Dia menambahkan, rencana dibuatnya pusat kajian halal di UNIS Tangerang akan terealisasi. Ia menggambarkan, Indonesia menjadi konsumen produk halal urutan pertama di dunia karena jumlah penduduk muslimnya terbesar di dunia. (Humas/yudian/Charles)
Kategori
OLAHRAGA

HUT Bhayangkara ke 73, Desa Cisait Adakan Turnamen Sepak Bola

 

SERANG( Persepsi) – Untuk memeriahkan
HUT Bhayangkara ke 73, warga dan pemuda karang taruna Keterembel Kelurahan Cisait Kragilan mengadakan turnamen Sepak Bola

Turnamen tersebut di mulai minggu kemarin dan di ikuti 48 team. Team tersebut tidak di ikuti oleh warga Kecamatan Kragilan saja, namun di luar kecamatan juga mengikuti turnamen tersebut.

Turnamen tersebut dibuka oleh Kepala Desa Cisait A Juram dan di saksikan oleh Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan dan Kapolsek Kragilan Kompol Ardie Firmansyah.

‌Kapolsek keragilan , dalam sambutannya mengajak semua tim yang bertanding menjaga keamanan dan menjujung tinggi sportifitas dalam bertanding ” Terimakasih kepada panitia telah ikut andil berpatisipasi dalam acara HUT Bhayangkara,” Ujarnya.

‌Sementara itu, Ketua Panitia Sabar menuturkan, kompotisi tersebut berkat wujud kepedulian masyarakat atas kenerja Polisi telah menjaga keamanan ketertiban masyarakat ” Untuk itu rasa terima kasih kami ke pada Polisi makan kami adakan turnamen ini, ” Ujarnya.

‌Dalam tornamin ini akan merebutkan piala bergilir dan sejumlah uang trofi . “Kompotesi ini akan kami adakan setiap tahun untuk menjalin silaturahmi antar pemuda, ” Lanjutnya.

“Tentunya terimakasih kepada Kapolsek dan Polres Kabupaten Serang telah memberikan izin utk di adakan Kompetisi sepak bola ini,” pungkas Sabar mengakhiri (Nasri)

Kategori
CILEGON

Garis Pantai Cilegon akan Diseminarkan bersama SMSI Di Jakarta

 

 

 

CILEGON (Persepsi)- Kota Cilegon adalah sebuah kota di Provinsi Banten yang terletak di ujung barat laut Pulau Jawa. Kota memiliki tepian batas Selat Sunda ini terbentuk pada 27 April 1999 berdasarkan Undang-undang nomor 15 tahun 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II.

Memiliki luas wilayah administrasi 175,51 km2, serta memiliki kawasan pesisir laut yang terbentang dari bagian utara hingga selatan dengan garis pantai sepanjang 40,88 km. Namun Kota Cilegon justru lebih dikenal sebagai kota industri, lantaran sepanjang garis pantai yang dimiliki hampir seluruhnya tertutup dan dikuasai oleh industri-industri besar.

Menurut klasifikasi iklim Koppen, pada awalnya iklim di Kota yang disebut juga sebagai Kota Baja ini, termasuk kedalam iklim Hutan Basah Tropis, tetapi semakin dengan pesatnya perkembangan Kota Cilegon jumlah tutupan Hijau di Kota ini menjadi sangat berkurang sehingga mengubah jenis tutupan permukaan di seluruh wilayah.

Dan kini, sebuah mega proyek pembangunan pabrik kimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di pesisir Tanjung Peni dalam beberapa bulan terakhir menuai banyak sorotan tajam dari banyak pihak. Pasalnya, investasi asal negeri Ginseng Korea tersebut harus menggusur ratusan hektare hutan mangrove (bakau) yang disebut-sebut sebagai “benteng terakhir” pesisir pantai dan ekosistem bahari yang dimiliki Kota Cilegon.

Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, Rian Nopandra, berencana akan mengangkat isu tersebut ke dalam diskusi nasional tentang imbas dari industrialisasi di Kota Cilegon terhadap kelestarian lingkungan.

“Kota Cilegon ini kan sebetulnya memiliki pantai yang cukup luas, tapi tidak ada pantai yang terbuka untuk umum, semuanya sudah dikuasai dan dibangun industri,” ucap pria yang akrab disapa Opan saat ditemui di Jurnalis Boarding School (JBS), Sabtu (13/7/2019).

“Melihat fenomena tersebut, kami (PWI Banten-red) akan menggelar diskusi dengan skala nasional, karena ini sangat berdampak terhadap ekosistem lingkungan,” lanjutnya.

Rencananya, kata Opan, diskusi nasional tersebut akan melibatkan SMSI dan pihak-pihak terkait yang akan digelar di Kantor Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta Pusat, dalam waktu dekat ini.

Diskusi akan membahas secara mendalam tentang dampak lingkungan dan sosial. Termasuk juga membahas, bagaimana mega proyek yang menghilangkan ekosistem bahari di Kota Baja ini kaitannya dengan regulasi hukum dan aturan-aturan yang ada.

“Banyak hal yang akan kita bahas nanti, semua terkait dengan berdirinya industri besar dan dampak yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Pembangunan mega proyek PT Lotte Chemical Indonesia, lanjut Opan, akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi nasional nanti.

“Lihat saja sekarang, seperti pembangunan Lotte Chemical, itu kan menutup pantai di Kota Cilegon, ada upaya reklamasi di Tanjung Peni untuk perluasan lahan Lotte, hal ini harus dibahas secara mendalam,” terangnya.

Hal senada turut diungkapkan Tokoh Pers Banten, Firdaus, yang mengatakan bahwa dirinya mendukung wacana diskusi yang digagas oleh PWI Banten tersebut. Menurutnya, insan pers juga harus memperhatikan dan peduli terhadap ekosistem lingkungan.

“Saya mendukung dengan diskusi tersebut, saya harap kita sebagai masyarakat pers perlu memperhatikan lingkungan di sekitar. Seperti di Cilegon yang memang sudah berdiri banyak industri, kita juga harus perhatikan dengan dampaknya terhadap ekosistem lingkungan dan dampak sosial masayarakat,” tutur Firdaus.

Firdaus berharap, melalui diskusi yang akan dilaksanakan tersebut, masyarakat pers bukan hanya sekedar memberikan informasi lewat tulisan, namun juga bisa memberikan sumbangsih baik secara pikiran, ide dan gagasan yang terbaik menyikapi industrialisasi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kota Cilegon.

“Tapi jangan hanya sekedar menulis saja, berikan solusi yang terbaik untuk masyarakat dan juga kalangan industri,” tandasnya. (***)

Kategori
CILEGON

Garis Pantai Cilegon akan Diseminarkan bersama SMSI Di Jakarta


CILEGON – Kota Cilegon adalah sebuah kota di Provinsi Banten yang terletak di ujung barat laut Pulau Jawa. Kota memiliki tepian batas Selat Sunda ini terbentuk pada 27 April 1999 berdasarkan Undang-undang nomor 15 tahun 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II.

Memiliki luas wilayah administrasi 175,51 km2, serta memiliki kawasan pesisir laut yang terbentang dari bagian utara hingga selatan dengan garis pantai sepanjang 40,88 km. Namun Kota Cilegon justru lebih dikenal sebagai kota industri, lantaran sepanjang garis pantai yang dimiliki hampir seluruhnya tertutup dan dikuasai oleh industri-industri besar.

Menurut klasifikasi iklim Koppen, pada awalnya iklim di Kota yang disebut juga sebagai Kota Baja ini, termasuk kedalam iklim Hutan Basah Tropis, tetapi semakin dengan pesatnya perkembangan Kota Cilegon jumlah tutupan Hijau di Kota ini menjadi sangat berkurang sehingga mengubah jenis tutupan permukaan di seluruh wilayah.

Dan kini, sebuah mega proyek pembangunan pabrik kimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di pesisir Tanjung Peni dalam beberapa bulan terakhir menuai banyak sorotan tajam dari banyak pihak. Pasalnya, investasi asal negeri Ginseng Korea tersebut harus menggusur ratusan hektare hutan mangrove (bakau) yang disebut-sebut sebagai “benteng terakhir” pesisir pantai dan ekosistem bahari yang dimiliki Kota Cilegon.

Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, Rian Nopandra, berencana akan mengangkat isu tersebut ke dalam diskusi nasional tentang imbas dari industrialisasi di Kota Cilegon terhadap kelestarian lingkungan.

“Kota Cilegon ini kan sebetulnya memiliki pantai yang cukup luas, tapi tidak ada pantai yang terbuka untuk umum, semuanya sudah dikuasai dan dibangun industri,” ucap pria yang akrab disapa Opan saat ditemui di Jurnalis Boarding School (JBS), Sabtu (13/7/2019).

“Melihat fenomena tersebut, kami (PWI Banten-red) akan menggelar diskusi dengan skala nasional, karena ini sangat berdampak terhadap ekosistem lingkungan,” lanjutnya.

Rencananya, kata Opan, diskusi nasional tersebut akan melibatkan SMSI dan pihak-pihak terkait yang akan digelar di Kantor Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta Pusat, dalam waktu dekat ini.

Diskusi akan membahas secara mendalam tentang dampak lingkungan dan sosial. Termasuk juga membahas, bagaimana mega proyek yang menghilangkan ekosistem bahari di Kota Baja ini kaitannya dengan regulasi hukum dan aturan-aturan yang ada.

“Banyak hal yang akan kita bahas nanti, semua terkait dengan berdirinya industri besar dan dampak yang ditimbulkan,” ungkapnya.

Pembangunan mega proyek PT Lotte Chemical Indonesia, lanjut Opan, akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi nasional nanti.

“Lihat saja sekarang, seperti pembangunan Lotte Chemical, itu kan menutup pantai di Kota Cilegon, ada upaya reklamasi di Tanjung Peni untuk perluasan lahan Lotte, hal ini harus dibahas secara mendalam,” terangnya.

Hal senada turut diungkapkan Tokoh Pers Banten, Firdaus, yang mengatakan bahwa dirinya mendukung wacana diskusi yang digagas oleh PWI Banten tersebut. Menurutnya, insan pers juga harus memperhatikan dan peduli terhadap ekosistem lingkungan.

“Saya mendukung dengan diskusi tersebut, saya harap kita sebagai masyarakat pers perlu memperhatikan lingkungan di sekitar. Seperti di Cilegon yang memang sudah berdiri banyak industri, kita juga harus perhatikan dengan dampaknya terhadap ekosistem lingkungan dan dampak sosial masayarakat,” tutur Firdaus.

Firdaus berharap, melalui diskusi yang akan dilaksanakan tersebut, masyarakat pers bukan hanya sekedar memberikan informasi lewat tulisan, namun juga bisa memberikan sumbangsih baik secara pikiran, ide dan gagasan yang terbaik menyikapi industrialisasi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kota Cilegon.

“Tapi jangan hanya sekedar menulis saja, berikan solusi yang terbaik untuk masyarakat dan juga kalangan industri” tandasnya. (***)