Kategori
TANGERANG

Bupati Buka TMMD Ke-105 Kabupaten Tangerang

KAB. TANGERANG (Persepsi.co.id) – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memimpin apel pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa TMMD ke-105 , yang dilaksanakan di Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang, Rabu (10/06/19).

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dalam sambutannya mengatakan Pelaksanaan TMMD ke-105 merupakan bagian dari agenda kegiatan TNI yang dilaksanakan secara serentak dan tersebar di 61 Kabupaten/Kota, 62 Kecamatan dan 86 Desa di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah dan sekaligus upaya pemberdayaan potensi wilayah pertahanan serta untuk memperkokoh kemanunggalan TNI rakyat.

“Kegiatan rutin ini terus dilaksanakan, bekerja sama dengan TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat bersinergi membangun wilayah di pelosok desa baik infrastruktur jalan, jembatan hingga memberikan pengetahuan kepada masyarakat,” ujar Zaki.

Komandan Kodim 0510/Tigaraksa, Letkol Inf. Parada Warta Nusantara Tampubolon menambahkan, Program TMMD ke-105 yang akan berlangsung selama 30 hari terhitung mulai sekarang sampai dengan 8 Agustus 2019 ini merupakan program terpadu lintas sektoral dan lintas komponen bangsa yang melibatkan satuan jajaran TNI, Polri, kementerian/ lembaga pemerintah dan non kementerian.

“Ini diselenggarakan oleh Kodam Jaya bekerjasama dengan Pemda Provinsi Jawa Barat khususnya di wilayah Kota Bekasi dan Depok dan Pemda Provinsi Banten yaitu di wilayah Kabupaten Tangerang. Kegiatan TMMD yang bernilai strategis dalam rangka memelihara Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh adalah sebagai wujud semangat kejuangan dan pengabdian,”

“Program operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara rutin mengambil sasaran bersifat fisik maupun sasaran non fisik. Sasaran fisik berupa perbaikan dan pembangunan sarana prasarana seperti pengecoran jalan, renovasi masjid dan renovasi rumah warga yang tidak layak huni termasuk fasilitas publik pendukung roda perekonomian masyarakat lainnya,” jelas Dandim 0510.

Dalam pembukaaan TMMD ke-105 ini dilakukan pula kegiatan fisik pengecoran jalan dengan panjang 1.130 meter dan lebar 3 meter, bakti sosial pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, donor darah dan pemberian sembako gratis kepada masyatakat miskin di wilayah Gunung Kaler.

Ibu anung (41) adalah salah satu masyarakat yang turut ikut serta memeriahkan acara ini menyambut baik kegiatan ini karena amat membantu masyarakat miskin dalam pemeriksaan kesehatan, dan kebutuhan sembako, apa lagi akan diadakan pembangunan jalan di desa.

“Kami amat terbantu dengan sembako gratis, pemeriksaan kesehatan juga pelayanan bapak-bapak TNI yang selalu ada diwilayah kami,” ucap Anung (red/infokom/chrls)

Kategori
TANGERANG

Keren, Nunggu Pelayanan KTP Sambil Ngopi dan Selfi

KAB. TANGERANG (Persepsi) — Melayani masyarakat tanpa henti, dibutuhkan inovasi yang terus berkelanjutan. Hal ini terus dijalankan oleh Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Memberikan fasilitas yang memadai, mulai dari pelayanan administrasi hingga perizinan yang telah dilimpahkan kewenangannya oleh Bupati Ahmed Zaki Iskandar kepada Camat.

” kita melayani masyarakat yang heterogen, tidak tebang pilih, juga harus memanjakan mereka agar tidak bosan,” ungkap Dadan Gandana, Camat Kelapa Dua.

Dadan Gandana menjelaskan, Kecamatan Kelapa Dua merupakan wilayah perkotaan dan permukiman tertata, mulai dari kawasan perkantoran, bisnis, hotel, hingga wisata modern seperti Mall.

” untuk itu kita beri pelayanan yang maksimal, mulai dari suasana pelayanan, ruang bermain anak, pojok selfi, kopi dan makanan ringan, hingga toilet disabilitas,” ujarnya.

Martha Kondi (56) warga perumahan Palem Semi Karawaci Kelurahan Bencongan mengatakan, suasana disini nyaman, bukan seperti di kantor pemerintahan, saya datang mengambil nomor antrian, dipanggil menyerahkan berkas, sambil foto-foto dan ngopi menunggu.

” foto-foto dulu sambil menunggu dan minum kopi, cukup nyaman juga berkesan cepat juga tidak lama langsung dipanggil,” ucap Martha.

Martha datang ke Kecamatan Kelapa Dua pukul 14.15 WIB, mengambil antrian 112 selang dua menit langsung dipanggil, mengurus pembuatan KTP cucunya yang berusia 18 tahun.

” saya datang mengurus KTP cucu saya, sampai disini dilayani dan berkas langsung diterima terus perekaman e-KTP,” tutup Martha yang mengaku cukup senang datang ke Kecamatan Kelapa Dua. (Skj/Info/Yudhi)

Kategori
TANGERANG

ZAKI Beri Saran Ke DPRD Bogor Terkait Aturan Operasional Truk Tambang

KAB. TANGERANG (Persepsi) — Pemerintah Kabupaten Tangerang mengajak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor untuk membantu mensosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) No. 47/2018 terkait pembatasan jam operasional angkutan barang. Hal itu dilakukan karena aturan tersebut belum berjalan maksimal.

“Saran dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor sudah diberikan. Kita juga masih butuh beberapa jaringan sinkronisasi yang mudah-mudahan bisa dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi baik Jawa Barat, Banten dan DKI. Karena pembatasan ini menyangkut perlintasan dari tiga wilayah itu. Jadi perlu duduk bareng bersama-sama,” ujar Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar di Ruang Rapat Wareng Setda, Selasa (16/7/19).

Zaki menegaskan, para pengguna truk tambang harus mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat, apalagi saat pembangunan jalan tol akan direalisasikan.

“Tapi ke depan, kita sepakat agar para pengguna jalan untuk lebih beradab dan mengikuti kesiapan serta kekuatan dari konstruksi jalan yang dilintasi. Kalau nanti ada jalan khusus untuk truk tambang agar langsung melintas ke jalan tol silahkan saja. Tapi jangan dicampur ke jalan umum,” jelas Zaki.

Zaki juga mengatakan, pihaknya akan mengirimkan pemberitahuan ke Pemerintah Provinsi. “Kita nanti akan berkirim surat untuk bagaimana mensosialisasikan dan mengkoordinasikan peraturan yang ada di Kabupaten Tangerang ini dengan Provinsi DKI dan Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Ucup Priatna menyampaikan bahwa persoalan kemacetan yang ada di Bogor Barat tidak terlepas dari Perbup No. 47/2018. “Hal ini harus ada sinkronisasi antara Perbup Bogor dan Kabupaten Tangerang. Apa yang saat ini kita bicarakan dan sarankan akan kita bawa ke Bupati Bogor,” tandasnya. (herly/infokom/Yudhi)

Kategori
TANGERANG

KWT Upayakan Penuhi Kebutuhan Sayuran Segar dan Bebas Pestisida

KOTA TANGERANG (Persepsi.co.id)- Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium di RW 03 Kelurahan Nambo Jaya, panen hasil sayur-mayur dan buah-buahan. Hasilnya kemudian dikelola dengan dijual di pasar lingkungan setempat.

Dalam panen tersebut, turut disaksikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) beserta jajaran.

Pengurus KWT Anthurium, Lestari Yuliana, mengatakan, panen merupakan hasil tanam yang dilakukan oleh ibu-ibu warga RW 03 yang tergabung dalam KWT Anthurium.

“Hasil panennya 20 kilogram kubis, 5 kilogram pakcoy, 5 kilogram pagoda dan kailan 4,5 kilogram. Hasil dari penjualan dikelola kembali untuk keperluan kebun,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan KWT sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan sayur-mayur segar dan bebas pestisida. Selain itu, upaya ini juga merupakan kemandirian warga dalam menggerakan perekonomian dengan berkebun.

“Ke depan, kami juga akan menanam buah-buahan seperti pepaya dan buah naga. Insya allah jika terus berkembang, hasil panennya dapat menyejahterakan warga,” ungkapnya. (Humas/charles)

Kategori
TANGERANG

Kampung Teh Yan, Menjaga Kebudayaan Tradisional Di Tengah Modernitas

KOTA TANGERANG (Persepsi.co.id) – Dibalik derasnya pembangunan Kampung Tematik di Kota Tangerang. Kecamatan Neglasari, Kelurahan Mekarsari, punya yang berbeda dari Kampung Tematik kebanyakan.

RT 01 dan 02, RW 04, Kelurahan Mekarsari, kini ada Kampung Teh Yan. Sebuah kampung yang sangat kental dengan kebudayaan Tionghoa, dengan 90 persen warganya keturunan asli Tionghoa.

Kekayaan budaya di Kampung Teh Yan dipastikan membuat semua pengunjung terpana. Mulai dari adanya pengrajin alat musik Teh Yan yaitu Pak Goyong yang juga maestro terkenal musik Teh Yan.

Adanya kelompok Tjong Tek Bio dari Wihara Hok Tek Tjeng Sin, barongsai, liong, budidaya ikan koi yang penjualannya sudah tembus pasar antar daerah. Pengrajin kue bulan, dodol, telor gabus sebagai oleh-oleh. Dalam kesenian, Kampung Teh Yan punya tari Cokek Sipadmo.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mekarsari, Henny Lim, menceritakan, kekayaan budaya yang dimiliki Kampung Teh Yan sangat banyak dan menarik sebagai budaya lokal di Kota Tangerang. Beberapa kegiatan sembahyang dalam budaya Tionghoa juga sangat menarik mata pengunjung.

“Ritual-ritual dalam kepercayaan kami (Tionghoa) sangat indah dalam prosesinya. Itulah yang akan kami kemas menjadi kunjungan budaya rutin setiap tahunnya di Kampung Teh Yan, Kota Tangerang,” ungkap Henny.

Dijelaskan Henny Lim, beberapa ritual yang bisa dikunjungi warga untuk berwisata ke Kampung Teh Yan ialah sejit wihara, sejit kelenteng, sembahyang onde lengkap dengan tradisi makan onde di Desember, Peh Cuh, Ceng Beng hingga Cheat Que di Juli ini.

“Diberbagai prosesi itu, sebagai pembuka atau penerimaan tamu selamat datang, kami punya tari Cokek Sipadmo. Sebuah tarian khas Tionghoa dengan mengedepankan sembilan filosofi kehidupan,” katanya.

Diketahui, Kampung Teh Yan dulunya hanya sebuah kampung yang kurang sadar akan kebersihan dan sosialisasi. Mengusung Kampung Tematik, membuat seluruh warga lebih sehat dengan PHBS serta erat secara kekeluargaan dalam menjaga kebudayaan Tionghoa.

Sementara itu, Kepala Seksi Kemasyarakatan Kelurahan Mekarsari, Soni Priyadie, menuturkan, mempercantik Kampung Teh Yan, masih terus dilakukan. Mulai dari pembangunan gapura hingga pusat belanja yang berkonsep Tionghoa.

“Kalau spot foto dengan warna warni Tionghoa sudah ada. Warga juga sudah punya sanggar Tari Cokek Dipadmo, barongsai hingga paduan suara. Sanggar Lentera Benteng Jaya bisa menjadi destinasi kunjungan wisatawan juga,” ungkap Soni.

Selain pembangunan, seluruh generasi Kampung Teh Yan sudah mulai menggeluti beragam kebudayaan Tionghoa. Mulai dari keagamaan, kesenian tari dan musik hingga ritual sebagai penerus dan pelestarian kebudayaan Tionghoa di Kota Tangerang. (Humas/charles)

Kategori
TANGERANG

Pemkot Tangerang Raih Tiga Penghargaan Top 99 Pelayanan Publik 2019

KOTA TANGERANG (Persepsi.co.id) – Terobosan Pemerintah Kota Tangerang yang bersifat lokal dan instansional berhasil meraih penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019, dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Tidak tanggung-tanggung, tiga penghargaan sekaligus berhasil diboyong Kota Tangerang. Diantaranya, kategori Pelayanan Kunjungan Rumah Cageur Jasa, Sapa Sehat dan Perizinan Online Terintegrasi 123.

Penghargaan diserahkan oleh Menpan RB, Syafrudin dan diterima oleh Wakil Wali Kota, Sachrudin, di Ballroom Hotel Gumaya Tower, Jalan Gajah Mada, Semarang, Kamis (18/7).

Sachrudin, menuturkan, ajang yang difasilitasi Kemenpan RB menjadi satu kompetisi sehat antar kabupaten/kota dan instansi di Indonesia yang hasilnya diperuntukan untuk kepentingan masyarakat. “Satu tujuannya pelayanan, puas! Masyarakat puas,” seru Sachrudin.

Ia menjelaskan, Cageur Jasa merupakan program Dinkes Kota Tangerang sebagai upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal. Konsep kunjungan cek kesehatan dengan mendatangi rumah warga satu per satu secara langsung.

Sedangkan Sapa Sehat, pelayanan kesehatan yang dilakukan setiap Jumat di 36 Puskesmas yang tersebar di 13 Kecamatan.

“Pelayanan,guna mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga bersama, cek kesehatan serta pemberian asupan sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Perizinan Online Terintegrasi 123 ialah bukti komitmen Pemkot Tangerang untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Disitulah Pemkot Tangerang mewujudkan Kota Layak Investasi dengan sistem perizinan yang mudah, dimana saja dan kapan saja. Sudah 123 jenis perijinan telah terintegrasi dan dapat diakses masyarakat secara online.” ungkapnya.

Sachrudin, berharap, dengan tiga penghargaan nasional tersebut, kita semua tidak lantas berpuas diri. Melainkan secara bersama-sama terus membangun, berinovasi dan kreatif untuk pelayanan masyarakat yang lebih maksimal. (Humas/Yudhi).

Kategori
TANGERANG

Wapres Kunjungi Stand Pemkot Tangerang di Ajang IISMEX

KOTA TANGERANG (Persepsi.co.id) – Mall Pelayanan Publik (MPP), Perizinan Online dan Aplikasi Tangerang LIVE yang dihadirkan dalam pameran International Smart City Expo & Forum (IISMEX), di Jakarta Convention Center, 17-19 Juli 2019, memikat Wakil Presiden, Jusuf Kalla, untuk datangi stan pameran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

“Ini (MPP, Perizinan Online dan Aplikasi Tangerang LIVE) sudah real time semua?,” tanya Jusuf Kalla, kepada Kepala Dinas Kominfo, Indri Astuti, selepas membuka acara IISMEX.

Dalam pameran yang turut diikuti oleh peserta dari 30 negara ini, Pemkot diwakili oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Plt. Kepala Dinas Kominfo, Indri Astuti, menuturkan, keikutsertaan kami dalam ajang IISMEX ini, selain sebagai ajang promosi juga untuk semakin mengenalkan lebih dekat segala kemudahan-kemudahan layanan publik yang ada di Kota Tangerang. Dengan harapan, masyarakat luas dapat turut menikmati bahkan mengadopsi segala kemudahan pelayanan, seperti pelayanan pengaduan, kesehatan, kependudukan, dan sebagainya.

“Selain MPP dan perizinan online, Pemkot juga pamerkan Aplikasi Tangerang LIVE, di mana berbagai layanan dapat diakses melalui satu genggaman handphone dan tentunya sudah real time,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang penanaman modal pada DPMPTSP Mahdiar, mengatakan, Pemkot Tangerang pamerkan MPP dan perizinan online. Keduanya merupakan inovasi pelayanan untuk masyarakat yang berbasis kota cerdas.

“MPP salah satu pilot project dari beberapa Kota yang ditunjuk oleh lemerintah pusat, kemudian perizinan online terdapat 123 layanan yang dapat diakses dengan mudah,” kata Mahdiar.

Menurutnya, dengan dipamerkannya inovasi pelayanan publik dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di Kota Tangerang. Investasi yang tumbuh akan meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Tangerang. (Humas/Yudhi)

Kategori
SERANG

Bupati Serang: Pengembang Perumahan Wajib Bangun Fasos-Fasum

 

SERANG (Persepsi.co.id) -Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menegaskan seluruh pengembang perumahan wajib menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasum-fasum) untuk masyarakat. Setelah proyek perumahan selesai, pengembang harus segera menyerahkan aset fasos-fasum kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.

Hal tersebut dikatakan Tatu saat melakukan tinjauan lapangan ke Perumahan Bumi Cikande Indah dan Perumahan Bumi Ciruas Permai 2, Jumat (19/7/2019). “Kami sedang mendata fasos dan fasum yang ada di perumahan-perumahan,” kata Tatu.

Turut mendampingi, antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hatib Nawawi, Kepala Dinas Perumahan,Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Irawan Noor, Camat Cikande Mochamad Agus, dan Camat Ciruas Adang Rahmat.

Menurut Tatu, pengembang perumahan harus membangun sarana peribadatan, sekolah, pembangunan jalan, ruang terbuka hijau, dan pemakanan. Setelah selesai dibangun, harus segera diselesaikan administrasi penyerahan aset kepada pemerintah daerah (pemda). “Ada 78 perumahan dan baru sembilan yang menyerahkan fasos dan fasumnya kepada pemda. Jadi masih banyak,” ujarnya.

Saat ini, kata Tatu, jika proyek perumahan sudah selesai, maka fasos-fasum bisa langsung diambil alih. Sebab, saat ini masih banyak pengembang yang abai akan kewajiban penyerahan aset kepada pemda. Tatu mencontohkan, Pemkab Serang sudah membangun jalan di Perumahan Bumi Cikande Indah yang sudah ditinggalkan pengembang perumahannya.

Ke depan, Pemkab Serang secara bertahap akan membangun fasos-fasum di seluruh perumahan. Mulai dari taman bermain anak hingga ruang terbuka hijau. Salah satu fasum yang bisa dikembangkan berada di Bumi Cikande Indah. Hal ini karena, terdapat potensi keindahan pariwisata dari keberadaan Situ Ciherang. “Fasos dan fasum yang dibangun bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.(*)

Kategori
TANGERANG

Program KURASAKI Dipuji  Juri LSS Pusat

Curug (Persepsi.co.id)- Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar berharap SMPN 2 Curug Kabupaten Tangerang bisa menjadi juara dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional. Hal itu dikarenakan SMPN 2 Curug Kabupaten Tangerang menjadi wakil Provinsi Banten untuk Lomba Sekolah Sehat tingkat nasional 2019.

Penilaian Lomba Sekolah Sehat di SMPN 2 Curug Kabupaten Tangerang dilaksanakan pada Rabu (17/7) yang dilakukan oleh tim penilai dari pusat yang terdiri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar yang berkesempatan menerima langsung juri dari pusat mengatakan, suatu kebanggaan, SMPN 2 Curug bisa menjadi wakil Provinsi Banten dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2019. Ini merupakan suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat.

“Kami berharap SMPN 2 Curug bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa membanggakan dalam Lomba Sekolah Sehat ini karena SMPN 2 Curug ini memang layak menjadi juara dengan keunggulan-keunggulan dan inovasi yang dimiliki,” kata Zaki di hadapan Tim Penilai.

Selain itu, Zaki menambahkan, bahwa di Pemkab Tangerang ini memiliki program KURASAKI (Kurangi Sampah Sekolah Kita), GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan) juga tentunya Sanitasi Sekolah yang sudah menjadi pilot project Nasional, tentunya itu menjadikan nilai tambah bagi penilaian tim Juri.

Endah Setiawaty selaku Ketua Tim Juri LSS Tingkat Nasional mengungkapkan ketakjubannya akan apa yang Ia temukan dan lihat di Kabupaten Tangerang khususnya di SMPN 2 Curug Kabupaten Tangerang ini, karena memiliki program yang sangat pionir yang belum pernah Ia temukan di Indonesia, dan bisa direplikasi di Indonesia.

“Baru kali ini Saya menemukan program yang Pionir di indonesia yaitu program KURASAKI (Kurangi Sampah Sekolah Kita) yang digalakkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sehingga bisa mengurangi sampah hingga 90 persen, dan Saya juga berharap bisa menjadi pilot project di Indonesia karena ini program yang baru saya temukan di Indonesia,” tutur Ketua Juri Nasional.

Sementara itu HJ. Cucu Sri Rahayu selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Curug sangat berharap sekolahnya bisa mendapatkan juara pada LSS Tingkat Nasional, karena banyak program dan inovasi yang telah dilakukan terutama program KURASAKI yang sering banyak dari daerah lain berkunjung untuk mencontoh program tersebut.

“semoga sekolah SMPN 2 Curug ini bisa menjadi juara Nasional dengan program KURASAKI-nya serta inovasi-inovasi lainnya,” harap Kepala Sekolah SMPN 2 Curug yang sering menjadi narasumber di tingkat nasional mengenai Program KURASAKI. (herly/infokom)

Kategori
Uncategorized

KUKERTA, Mahasiswa UIN SMH Implementasikan Tri Darma Perguruan Tinggi

 

 

PANDEGLANG (Persepsi.co.id)- Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin,melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di Desa Bayubiru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Pelaksanaan KUKERTA ini dimulai sejak tanggal 18 Juli 2019 sampai dengan 25 agustus 2019 berlangsung selama 40 hari dengan tema besar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zona Rawan Bencana dan potensi Bencana.

Dimana, Desa Banyubiru mencakup tiga kampung , Bantar Panjang, Pangbogoan dan pecungbera.

Pembukaan KUKERTA UIN SMH Banten Kelompok 33 Desa Banyubiru Kecamatan Labuan dihadiri oleh Kepala Desa Banyu biru Sumarna, Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) H.Ahmad Sudajat dan Tokoh masyarakat yang berada dalam Desa banyu Biru dan mencakup Tiga kampung tersebut serta seluruh elemen masyarakat Desa Banyubiru.

“Saya sangat berharap sekali kepada seluruh masyarakat Banyubiru untuk menerima kami di Desa ini , mungkin kami akan merepotkan sekali berada di desa banyubiru ini tetapi sungguh niat kami berada di sini untuk mengimplementasikan salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian,kami tidak bisa menjanjikan apapun kepada masyarakat karena kehadiran kamipun untuk belajar dari masyarakat bahkan tak ada niat untuk mengajari ataupun menggurui masyarakat, insyaallah sekuat tenaga kami kelompok 33 KUKERTA UIN SMH Banten akan tetap berusaha sekuat mungkin demi tercapainya tujuan kami yaitu mengimplementasikan salah satu tri darma perguruan tinggi. Pungkasnya Ketua kelompok KKN 33 Anton Wijaya Kusuma.

Setelah sah dibuka oleh kepala Desa Banyubiru Kelompok KUKERTA 33 UIN SMH Banten dipersilahkan untuk merumuskan apa yang akan dilaksanakan ke depannya selama 40 hari dan juga sangat mengharapkan bahwa kelompok KUKERTA 33 UIN SMH Banten bisa membagi wawasan dan mengimplementasikan ilmunya kepada masyarakat serta sebaliknya mahasiswa dapat menyerap ilmu dimasyarakat.
Pungkasnya Sumarna kepala desa banyu biru.