Kategori
PENDIDIKAN

Beragam Buku di Siapkan DPAD Kota Tangerang Untuk Pengunjung Festival Cisadane

KOTA TANGERANG ( Persepsi.co.id) — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang menghadirkan dua unit mobil perpustakaan di Festival Cisadane 2019, Jalan Benteng Jaya, Kota Tangerang.

Kepala Bidang Perpustakaan DPAD Kota Tangerang Zaelani mengatakan, pihaknya menyediakan beragam buku bacaan yang dapat dibaca di tempat oleh pengunjung Festival Cisadane.

“Kami sediakan buku-buku untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” ujarnya kepada TangerangNews, Senin (29/7/2019).

Zaelani menuturkan, mobil perpustakaan digelar selama Festival Cisadane berlangsung, 26 Juli-3 Agustus 2019. Sejak digelarnya mobil perpustakaan ini, pengunjung yang datang untuk membaca perharinya berjumlah 200-300 orang.

“Masyarakat penuh banget, antusias membaca buku,” ucapnya.

Masyarakat yang membaca di mobil perpustakaan itu, kata Zaelani, dari berbagai kalangan. Namun, kebanyakan anak-anak atau pelajar.

“Sambil berwisata ke festival, orang tua kan banyak yang ajak anaknya untuk main sambil menambah pengetahuan,” katanya.

Zaelani berharap, mobil perpustakaan yang disediakan ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Pasalnya, minat baca masyarakat masih di bawah rata-rata.

“Masih kurang minat bacanya karena masyarakat memiliki waktu sedikit,” pungkasnya. (***)

Kategori
HUKUM

Polres Serang Kota Kembangkan Kepemilikan Sabu Dalam Lapas

SERANG ( Persepsi. Co.id) – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Serang berinisial I telah menjalani pemeriksaan di Mapolres Serang Kota setelah atas kepemilikan narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam kamar sel nya.

I yang merupakan WBP pindahan dari Tangerang diketahui tengah menjalani hukuman selama 6 tahun penjara karena tersandung kasus narkoba. Namun hukuman yang didapat seperti tidak membuat jera dirinya dan kembali berulah dengan menyimpan 20 paket serbuk kristal yang diduga kuat narkoba jenis Sabu.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Serang Askari Utomo menjelaskan jika I mengaku menggunakan barang haram tersebut untuk doping dikarenakan tubuhnya selalu merasa lemas selama berada di Lapas.

“saat kita introgasi, dia ngaku itu buat stock pakai karena badan berasa lemas kalau gak make barang itu,”jelas Askari.

“katanya dapat dari WBP yang baru bebas, dia pesan belum tahu bagaimana cara masuknya, tapi alhamdulillah sebelum semakin parah kita sudah berhasil temukan saat pemeriksaan rutin,” tambahnya.

I beserta barang bukti langsung diserahkan ke petugas Satresnarkoba Polres Serang Kota untuk ditindak lanjuti.

Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana membenarkan jika WBP I telah diserahkan ke Polres Serang Kota atas kepemilikan serbuk kristal yang disimpan dalam kamar sel nya.

“Sudah kita periksa pelaku dan saksi-saksi, semua ada 20 paket kecil dan 2 paket sedang yang dibungkus plastik bening dan dikemas dalam plastik bening yang lebih besar lalu disembunyikan dalam kotak hitam bekas sarung,” kata AKP Wahyu diruang kerjanya.Senin (29/07/2019)

Saat ini Satresnarkoba Polres Serang Kota telah mengembangkan kasus tersebut untuk mengejar pelaku lain yang bertugas memasukan barang haram tersebut ke dalam Lapas Klas IIA Serang.

“Siapa orangnya sudah kita ketahui, namun ini masih dalam pengembangan, kita juga masih menunggu hasil Lab untuk memastikan jika itu benar narkotika jenis sabu.” pungkasnya. (/Red)

Kategori
SERANG

Ekosistem di Kabupaten Serang Rusak Akibat Maraknya Pembangunan Industri

SERANG (Persepsi.co.id) – Maraknya pembangunan industri di wilayah pesisir, dinilai membawa dampak negatif bagi ekosistem di wilayah sekitar.

Hal tersebut, mungkin tidak akan terlihat secara langsung, namun dampak yang ditimbulkan bisa berakibat fatal jika pengelolaannya tidak sesuai dan akan terlihat secara berkala seiring berjalannya waktu.

Seperti yang terlihat, Senin (29/7/2019) di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang baru-baru ini.

Seekor penyu ditemukan mengambang dan telah menjadi bangkai di Perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, tak jauh dari jeti PT Bandar Bakau Jaya.

Adanya penemuan bangkai penyu berukuran raksasa tersebut dilaporkan Aktifis Lingkungan dan Nelayan Bojonegara, Titin Kholawiyah kepada awak media.

“Bangkai penyu berukuran besar itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB. Awalnya temen kerja saya ngasi tahu ada mayat. Pas saya lihat ke lokasi ternyata bangkai penyu. Ukurannya lumayan besar,” kata Titin melalui rilis, Senin (29/7/2019).

Titin mengaku kaget hewan yang dilindungi undang-undang itu mati di Perairan Bojonegara.

“Dulu memang ada habitat penyu di Bojonegara. Jauh sebelum pabrik berdiri, kita sering melihat penyu. Tapi sekarang sudah tidak terlihat lagi,” ungkapnya seraya mengenang indahnya perairan Bojonegara saat kecil.

Titin mengaku miris dan menilai, industrialisasi di pesisir Pantai Bojonegara ikut andil dalam rusaknya habitat penyu.

“Bangkai penyu yang kita temukan mengambang itu bukti bahwa ada habitat penyu di sini (Bojonegara, red). Rusaknya biota laut akibat industrialisasi dan limbah pabrik maupun limbah kapal yang engker, diduga menjadi salah satu penyebabnya,” ucapnya.

Diketahui, di Indonesia saat ini, tutur Titin, ada tujuh jenis penyu yang dilindungi undang-undang yakni Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu lekang kempii (Lepidochelys kempi), Penyu lekang (Lepidochelys olivachea), Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu pipih (Natator depressus), dan Penyu tempayan (Caretta caretta).

“Bangkai penyu yang ditemukan mengambang di Perairan Bojonegara itu diduga penyu jenis Penyu Hijau yang merupakan jenis penyu yang paling sering ditemukan dan hidup di laut tropis,” tutupnya.

Kategori
HUKUM

Operasi Pekat, Polres Serang Kota Amankan 6 Pria di Terminal Pakupataan

 

Serang ( Persepsi. Co.id) – Menjelang hari raya Idul Adha Kepolisian Resor Serang Kota menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) guna mengantisipasi kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan melangsungkan hari raya Idul Adha (Lebaran Haji).

Dipimpin oleh Perwira Pengendali (Padal) Kasat Shabara Polres Serang Kota AKP Tommy Hadi Sumpena dan Kasat Binmas Polres Serang Kota AKP Markum menyisir seluruh area terminal Pakupatan untuk memastikan tidak adanya Premanisme disekitar lokasi.

“Bersama 15 personel Polres Serang Kota dari semua unsur kita lakukan penyisiran ke setiap sudut terminal,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi usai kegiatan.Senin (29/07/2019)

“Adapun sasarannya yaitu premanisme, Miras, dan Narkotika,” tambahnya

Dari hasil penyisiran tersebut Polisi mengamankan MS (23) Calo , SJ (32) pengamen, AM (28) Pengamen, JD (41) pengamen, HZ (17) Juru Parkir Liar dan NW (17) Juru Parkir Liar. Ke-6 lelaki tersebut langsung dibawa ke Mapolres Serang Kota untuk didata dan diberikan pembinaan untuk dapat menjaga ketertiban serta tidak mengganggu kenyamanan para penumpang yang hendak naik maupun turun Bus di Terminal Pakupatan, Kota Serang.

“ada 6 orang lelaki, satu calo, tiga pengamen dan dua juru parkir, kita berikan pengarahan dan imbauan agar dapat menjaga ketertiban di area terminal,” pungkasnya.

Kategori
HUKUM

Penjual Obat Keras Jenis Tramadol Terancam Kurungan 10 Tahun Penjara

 

Serang ( Persepsi. Co.id)-  Penjaga toko kosmetik berinisial ATK  yang bekerja sebagai penjaga toko kosmetik di jalan raya Bhayangkara, Cipocok, Kota Serang, Banten. Diamankan Petugas Satresnarkoba, Minggu (28/07/2019).

ATK diamankan setelah pihak Kepolisian Sektor Cipocok mendapatkan penyerahan pelaku yang sebelumnya telah diamankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Reformasi Masyarakat (Geram) di jalan raya Bhayangkara.

“Setelah diserahkan dari Polsek, Polsek Melimpahkan ke Satresnarkoba Polres. Bersama barang bukti 10 lempeng obat keras jenis Tramadol,” Kata Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana di ruang kerjanya.

AKP Wahyu Diana, Kasat Narkoba Polres Serang Kota menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan kepada tersangka, memang ia mengaku telah menjual obat terlarang itu. pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan warga yang menyerahkan.

“Saksi dan tersangka sudah diperiksa, barang bukti sudah diamankan tinggal proses selanjutnya uji lab dan proses penyidikan selanjutnya, telah mengedarkan atau menjualbelikan golongan obat daftar G yang seharusnya penggunaannya berdasarkan resep dokter dan tidak dijual bebas,” katanya

“Kalau dilihat barang bukti yang ada, dia (tersangka-red) menjual berupa obat jenis tramadol, hingga saat ini kami masih melakukan proses pengembangan,” jelasnya

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tersangka telah memperjualbelikan obat yang tidak sesuai peruntukannya.

“Ia terncam pasal 196, 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, ancaman hukuman 10 hingga 15 tahun. Hanya 10 lempeng obat tramadol,” jelasnya

Saat i ini, masih banyak kaum muda yang menggunakan obat-obatan terlarang yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Tramadol termasuk golongan obat kimia jenis analgesik opiat. Obat itu sebenarnya digunakan mulai anak usia 12 tahun hingga dewasa. Namun, yang perlu diingat obat ini hanya diperuntukkan pasien yang baru saja menjalani operasi, dan tentu saja tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang apalagi berulang-ulang,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ATK yang merupakan penjaga toko kosmetik ini ditangkap oleh anggota LSM yang dibantu Warga karena merasa khawatir akan peredaran obat keras di lingkungan tempat tinggal mereka. (/Red)

Kategori
BUDAYA

Pemprov Banten Lanjutkan Penataan Banten Lama, M Yanuar : Selain Ziarah Dapat Genjot UMKM

SERANG ( Persepsi.co.id)- Pemprov Banten memperluas penataan atau revitalisasi kawasan Banten Lama yang berlokasi di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Jika sebelumnya pemprov fokus pada penataan Alun-alun Masjid Agung Banten dan kawasan Benteng Surosowan, tahun 2019 ini pemprov melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman berencana menata kawasan sekitar Banten Lama, yaitu Keraton Kaibon, Benteng Speilwijk, kawasan Masjid Pacinan, dan melanjutkan pembangunan kawasan Masjid Kesultanan Banten.

Keraton Kaibon berlokasi tidak jauh dari Masjid Agung Banten atau sebelum memasuki kawasan Masjid Agung Banten, jika pengunjung mengambil rute dari Kota Serang.
Sedangkan, Benteng Speilwijk sekitar 600 meter ke arah Barat Laut Masjid Agung Banten Banten Lama dan Masjid Pacinan sekitar 500 meter ke arah barat dari Masjid Agung Banten atau 400 meter ke arah selatan dari Benteng Speilwijk.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, M Yanuar mengatakan, rencana penataan kawasan Keraton Kaibon, Benteng Speilwijk, kawasan Masjid Pacinan dan melanjutkan penataan sekitar Masjid Agung Banten dianggarkan pada tahun anggaran 2019.

“Rencana tahun ini, penataan Keraton Kaibon, Benteng Speilwijk dan Masjid Pacinan, termasuk melanjutkan penataan yang dekat Masjid Agung Banten,” kata Yanuar.

Ditanya kesiapan pelaksanaan penataan Keraton Kaibon, Benteng Speilwijk, dan kawasan Masjid Pacinan, Yanuar menuturkan, sudah pada tahap penetapan pemenang lelang. “Pemenang pekerjaan sudah ada kok. Mereka (pemenang lelang, red) kelihatannya masih tahap persiapan,” ujarnya.

Tak henti hingga 2019, kata Yanuar, Pemprov Banten juga akan melanjutkan penataan kawasan Masjid Agung Banten pada tahun 2020.

Menurut rencana, pada tahun 2020, pemprov akan membangun Baitul Quran dan pusat oleh oleh yang diproduksi pengusaha mikro, kecil dan menengah. Baitul Quran, kata Yanuar, akan menjadi pusat kajian Alquran di Provinsi Banten. Sedangkan, pembangunan pusat oleh oleh khas Banten dapat dimanfaatkan para pengusaha UMKM untuk mempromosikan dan menjual produknya, sehingga pengunjung kawasan Banten Lama, bukan hanya berziarah dan menikmati keindahan kawasan Kesultanan Banten, tetapi juga bisa membawa oleh oleh ke kampung halamannya.

Selain penataan kawasan Banten Lama, pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penaataan Ruang juga melakukan penataan kanal termasuk pembebasan lahan.(kominfo/red)

Kategori
TANGERANG

BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Sasar Pekerja Informal

TANGERANG (Persepsi.co.id) – Eko Nugriyanto Deputy Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Provinsi Banten mengatakan, sasaran peserta saat ini difokuskan pada pekerja informal yang jumlahnya masih di bawah 10 persen.

Jumlah pekerja informal seperti petani, pelaku UKM, pedagang dan lainnya saat ini baru terdaftar sebanyak 200 ribu orang.

Padahal jika berdasarkan data pekerja yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten untuk di delapan wilayah Kabupaten/Kota ada 2,1 juta.

“Ini yang menjadi tugas kami ke depan dalam mengajak warga untuk bisa menjadi peserta, mengingat jaminan sosial yang sangat penting dalam perlindungan diri dalam bekerja,” katanya dalam seminar BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten di Hotel Novotel Kota Tangerang beberapa hari lalu.

Penyebab masih minimnya peserta dari sektor informal adalah kurangnya sosialisasi di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan ke depan akan banyak melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga maupun komunitas dan kelompok.

Targetnya, peserta dari sektor informal bisa bertambah dan mendapatkan informasi mengenai pentingnya perlindungan diri dalam jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sementara itu untuk pekerja formal seperti buruh pabrik, dari data sebanyak 2,1 juta orang tersebut, telah terdaftar 1,3 juta orang. (red)

Kategori
SERANG

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Gubernur Minta HMI Berperan Bangun Ekonomi Industri

 

SERANG ( Persepsi.co.id)- Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan bahwa dalam menghadapi revolusi industri 4.0, seluruh unsur dan elemen perlu berperan dalam mempersiapkan SDM yang mumpuni. Termasuk peran dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang dapat menjadi mitra pemerintah untuk membangun ekonomi industri di Provins Banten yang siap bersaing.

Dalam sesi tanya jawab Gubernur mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Banten agar memanfaatkan teknologi untuk memperkuat pengembangan usaha, terlebih dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Era revolusi industri 4.0 saat ini memerlukan kemampuan teknologi, kita semua dipaksa, mau tidak mau kita dipaksa untuk siap menghadapinya. Untuk itu, HMI sebagai sebuah organisasi dalam pembangunan ekonomi industri diharapkan dapat mengambil peran dengan membangun kemitraan dengan pemerintah,”papar Gubernur saat menjadi narasumber pada pembukaan Pelatihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Serang, bertempat di Hotel Wisata Baru, Tamansari, Kota Serang. Senin (29/7/2019)

Gubernur meyakini, HMI memiliki sensitifitas dan kepekaan untuk menyongsong serta mempersiapkan diri guna menghadapi persaingan teknologi 4.0.

“Kenapa saya datang, karena saya sangat mencintai HMI, saya merasa bersyukur dan terimakasih dulu ditempa di HMI karena itu saya menjadi Gubernur saat ini. HMI adalah organisasi yang ternama dan populer di Indonesia, nasionalismenya memperjuangkan umat, soliditas dan sejak awal saya jadu pejuang HMI, ” ungkap Gubernur

Gubernur juga kembali mengapreasiasi HMI kaitan dengan konteks semangat ke-Banten-an khususnya tentang kesadaran kebangsaan, nasionalisme, persatuan dan kesatuan cukup tinggi dalam eskalasi politik kemarin (Plikada, Pileg dan Pilpres). Sehingga tidak memberikan dampak terhadap hubungan antar sesama manusia walaupun berbeda pilihan dan pandangan politik, tapi kondusifitas Banten tetap terjaga.

“Konsep saya Banten jadi baik dari yang belum baik, dari yang tidak ada menjadi ada seperti pemenuhan pelayanan dasar, menggratiskan SMA/SMK, memperluas fasilitas kesehatan dan pembangunan serta perbaikan infrastruktur,”imbuhnya

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hady mengatakab bahwa teknologi menjadi tantangan kedepan, diskursus-diskursus mengenai revolusi industri 4.0 menjadi hal yang perlu di perhatikan. Karena kedepan, ujarnya, perubahan-perubahan itu akan berpengaruh kepada beberapa turunannya.

“Ketika industri berubah dapat mempengaruhi pekerjaan. Sementara masyarakat yang tidak mampu mengikuti perkembangan zaman, maka ia akan tergerus. Maka HMI harus mampu mengambil tanggung jawab atas apa yang dia miiki dalam konteks ilmu pengetahuannya yang mampu menjadi pemecah kebuntuan ditengah berbagai lapisan dimensi yang ada di masyarakat,” jelas Hady

Acara ini berlangsung mulai tanggal 29 Juli sampai dengan 4 Agustus 2019 mendatang dengan mengangkat tema “Terbinanya kader HMI yang mempunyai kemampuan intelektual untuk memetakan peradaban dan memformulasikan gagasan lingkup organisasi”.

Turut hadir Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin dan Dewan Etik Majelis Wilayah KAHMI Banten Ahmad Taufik Nuriman. (Kominfo/red)

Kategori
HUKUM

Polres Serang Kota Amankan 50 Botol Miras dari Warung Jamu

Kota Serang ( Persepsi. Co.id)- Kepolisian Resor Serang Kota terus melakukan Operasi Cipta Kondisi (Ops Cipkon) untuk menekan tindak kriminal rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di wilayah hukum Polres Serang Kota.

Iptu Adi Priyanto selaku Pawas pada Minggu 28 Juli 2019 malam ini mengatakan, pihak kepolisian menyisir sejumlah toko jamu yang dicurigai menjual minuman keras.

“Total ada 50 botol lebih miras berbagai merk dari warung jamu yang masih bandel menjual miras di Kota Serang,” jelas Iptu Adi Priyanto selaku pawas Polres Serang Kota usai melakukan Operasi Pekat, Minggu (28/07/2019).

Lanjutnya, dari keempat toko jamu yang di razia oleh Kepolisian Resor Serang Kota diberi imbauan untuk tidak menjual miras lagi.

“Kami juga memberi imbauan kepada pemilik toko jamu yang masih bandel menjual miras, karena dampak yang ditimbulkan dari miras tersebut memberi dampak yang sangat negatif,” pungkasnya.

Penindakan selanjutnya Kepolisian Resor Serang Kota mengamankan puluhan botol miras untuk dibawa ke Mako Polres Serang kota serta dilakukan pendataan ulang sebelum dimusnahkan. (TP/HUMAS)

Kategori
EKONOMI

HUT Bank Banten Ke- 3, Dirut : Program Kami Menumbuhkan Perekonomian Banten