Kategori
JAKARTA

Organisasi Masyarakat Wajib Berasaskan Pancasila

Jakarta ( Persepsi.co.id)-Tokoh Nahdlatul Wathan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Mazdi heran masih ada kelompok masyarakat yang menunjukan tidak sepakat dengan Pancasila. Padahal, perdebatan terkait system berbangsa dan bernegara sudah dilakukan para pendiri bangsa puluhan tahun yang lalu.

Kebangsaan dan keislaman di Indonesia ujar TGB tidak dapat dipisahkan, keduanya berjalan seiringan. “Kebangsaan dan keislaman kita tidak dapat dipisahkan,” kata TGB saat mengisi Dialog Kebangsaan di Sekolah Kajian dan Strategik Global Universitas Indonesia (UI) di Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (27/8).

Menurutnya, dalam beberapa literature keislaman definisi negara islam adalah negara yang memiliki penduduk mayoritas bukan yang menggunakan system pemerintahan tertentu. Selain itu, khaznah keislaman di Indonesia sangat kaya dan mendalam. Bahkan, tidak ada negara luar yang memiliki khazanah keislaman seperti Indonesia.

“Selain rujukannya yang banyak hal itu juga dipengaruhi karakteristik ulama kita yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, mencintai tanah air,” ucapnya.

Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang lahir sebelum kemerdekaan seperti Sarekat Dagang Islam (SDI), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peranan penting dan kesamaan visi dalam hal memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semuanya beragama Islam, memahami Islam tapi tidak mengenyampingkan nilai-nilai kebangsaan yang menurut sebagaian Ormas Islam saat ini bertentangan dengan ajaran agama.

“Ini tidak ada di negara lain, di Mesir ada Ormas Jamiyah Syari’ah islamnya mendomiasi, dibandingkan dengan kemesiran (kebangsaan) penetrasi keislaman mereka lebih kuat, warna kemesiran itu tidak ada, mereka hanya diajak untuk lebih taat kepada agama,” ucapnya.

Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia ini menjelaskan, ormas-ormas yang saat ini terus menerus menyudutkan system bernegara, adalah Ormas yang ingin merevitalisasi islam di tengah masyarakat. Di Indonesia, kata dia, upaya itu tidak akan pernah berhasil sebab masyarakat Indonesia memiliki karakter yang kuat terkait pemahaman kebangsaannya.

“Indonesia punya hal yang beda, kalau kita lihat karakter dari para ulama, ulama sepuh NU, Hadrotu Syaikh KH Hasyim Asy’ari, beliau ulama yang memiliki khazanah keilmuan yang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Organisasi Kemasyarakatan pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), M. Lutfi menegaskan setiap ormas yang dinilai bertentangan dengan Pancasila akan dievaluasi bahkan akan dicabut izinnya. Ia telah memberikan evaluasi kepada 28 Ormas Islam yang dinilai masih meragukan Pancasila sebagai ideology negara.

“Jadi ormas itu harus berasaskan Pancasila,” katanya.

Bagi dia, Ormas Islam adalah penguat dan benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemendagri kata dia, masih melakukan pengkajian mengenai pembentukan Komisi Pemberantasan Republik Indonesia sebagai lembaga yang mengawasi ideology masyarakat agar tidak menjadi ancaman bagi NKRI.(ymn/Charles)

Kategori
CILEGON

Buat Pernyataan, PMII Cilegon: Warga Papua Aman dan Nyaman Tinggal di Tanah Banten

CILEGON (Persepsi.co.id)- Untuk menjaga kerukunan, rasa persatuan dan kesatuan umat beragama dan suku bangsa, Ketua PMII Cilegon membuat pernyataan sikap bahwa seluruh warga suku bgsa termasuk warga Papua nyaman dan aman tinggal di tanah Banten.

Hal ini tentu merupakan tindak lanjut dari pristiwa yang terjadi beberapa lalu di tanah Papua dan di beberapa daerah lainnya. Banyaknya masyarakat Papua yang tersebar di sejumlah Provinsi di Indonesia termasuk Kota Cilegon. Membuat PMII Cilegon merasa harus memberikan pernyataan tentang situasi yang terjadi di Kota Cilegon agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang berniat memecah persatuan kan kesatuan bangsa.

Seperti yang disampaikan oleh Edi Junaedi, Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cilegon. Ia menjelaskan jika seluruh mahasiswa Papua yang berada di Kota Cilegon hidup rukun dan harmonis bersama mahasiswa dari daerah lainnya.

Dirinya bersama ratusan mahasiswa lainnya sepakat menyatakan, para mahasiswa asal Papua tersebut tidak terpengaruh akan adanya kerusuhan dan kerusakan yang terjadi di Papua.

“Kami hidup rukun di kota Cilegon, dan tidak ada gesekan antar mahasiswa yang disebabkan oleh perbedaan suku,  agama dan ras.  Kami berharap kehidupan harmonis tetap berlangsung antar mahasiswa di kota Cilegon,” katanya

Ia mengaku, setelah terjadi akasi anarkis di Papua pihaknya langsung melakukan koordinasi kepada para mahasiswa asal Papua yang berada di Cilegon.

“Pasca aksi anarkis memang kami sempat berkomunikasi dengan Mahasiswa asal Papua,  kami ingin memastikan bahwa mahasiswa papua nyaman berada di kota Cilegon.  Kami juga menyampaikan untuk saling menjaga kehidupan yang harmonis baik di kampus atau diluar kampus,” jelasnya

Ia berharap, pada momentum hari kemerdekaan ini, mahasiswa dan masyarakat dapat terus menjaga tali silaturahim untuk memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia dapat bersatu tanpa perselisihan.

“Momentum kemerdekaan seharusnya dijadikan sebagai momen persatuan,  jangan jadikan keberagaman sebagai alasan untuk berpecah belah, keberagaman itu adalah hadiah dari Tuhan untuk bangsa ini,” tandasnya (ymn/Charles)

Kategori
HUKUM

Dilaporkan Hilang Saat Memancing, Pria 28 Tahun Ditemukan Meninggal Satu Mil dari Lokasi Kejadian

LEBAK, Tim Rescue Kantor Pencariab dan Pertolongan Banten berhasil menemukan jasad lelaki bernama Lily warga Kampung Cibunar RT. 001 RW. 001, Desa Cilograng Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, yang dilaporkan hilang saat sedang memancing di pantai Muara Cicarate.

Menurut informasi yang diberikan oleh Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, jasad korban bernama Lily ditemukan meninggal dunia diperairan selatan satu mil dari Muara Pantai cicarate yang menjadi lokasi korban memancing.

“Tim Rescue Unit Siaga Pandeglang yang terdiri dari 6 orang dibagi menjadi dua regu. Pukul 07.30 WIB SRU 1 melakukan pencarian darat di Pantai muara cicarate sampai karang payung kearah barat sejauh 1 km dan SRU 2 melakukan pencarian darat sejauh 1 km kearah timur,” kata Galih Humas KKP Banten.

“Dan pada pukul 09.02 WIB Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dlm keadaan MD di perairan laut selatan 1 mil arah selatan dr LKP dengan koordinat 6°59’31.16″S – 106°23’0.84″E selanjutnya korban di evakuasi ke rumah duka,” jelasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Zainal Arifin menginbau para warga untuk selalu waspada jika berniat memancing di pantai selatan. Selain ombak yang besar banyaknya karang di pantai selatan Banten juga menjadi salah satu penyebab jatuhnya korban jiwa.

“Bagi warga selalu waspada dan selalu berhati-hati saat sedang memancing di oantai selatan. Jangan pergi sendirian minimal berdua dengan teman agara satu sama lain dapat saling mengawasi jika ada ombak besar datang sehingga dapat menyelamatkan diri,” ucap KA KPP Banten Zainal Arifin.

Sebelumnya , dikabarkan Lily (28) warga Kampung Cibunar RT. 001 RW. 001, Desa Cilograng Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten. Dikabarkan menghilang usai berpamitan untuk memancing di Pantai Muara Citarate Desa Cireundeu Kecamatan Cilograng pada Jumat, (23/08/2018) lalu.

Lily yang diketahui pergi memancing seorang diri tidak kunjung kembali kerumah hingga membuat pihak keluarga merasa khawatir akan keselamatan jiwanya. Pihak keluarga juga telah membuat laporan orang hilang atas nama dirinya di Polsek Cilograng.(ymn/Charles)

Kategori
PENDIDIKAN

Gubernur Banten Minta Mahasiswa UPI Aktif dan Inovatif

SERANG (Persepsi.co.id)- Gubernur Banten Wahidin Halim menghadiri acara Masa Orientasi Kampus yang bertempat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kampus Serang Selasa (27/08/19).

Selain berdialog dan membakar semangat mahasiswa baru, Gubernur juga berpesan agar seluruh mahasiswa UPI Serang selain terus giat belajar, juga harus senantiasa menjaga moralitas.

Gubernur memulai dialog dengan jargon semangat, “Kalau saya bilang pagi, jawabnya Pagi, pagi, pagi, UPI Keren, Banten Hebat” ujarnya.
Hal tersebut diikuti oleh para Mahasiswa Baru kampus UPI dengan semangat dan kompak.

Pada dialognya, Gubernur menyampaikan pentingnya untuk belajar, belajar dan belajar. “Sebagai mahasiswa, harus terus belajar, belajar, belajar, untuk nantinya dapat menjadi manusia yang unggul dan bermanfaat bagi semua,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan pentingnya nilai moral selain pendidikan, “Sebagai mahasiswa juga harus menjunjung tinggi nilai moral, sehingga ketika nanti terjun ke masyarakat tidak berfikir untuk berbuat yg aneh-aneh,” tuturnya.

Ia juga berpesan, agar mahasiswa untuk terus giat dan aktif, agar nantinya ketika masuk kedalam dunia kerja, terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan yang berguna mencerdaskan kehidupan bangsa, karena “Banyak sekali lulusan sarjana yang tidak siap kerja, tidak siap untuk bersaing. Makanya saya berharap mahasiswa UPI untuk aktif dan inovatif.” jelasnya.

Di tengah-tengah acara, Gubernur juga bertanya kepada mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaannya akan diberikan hadiah. Salah satu mahasiswa dari Jurusan PGSD bisa menyebutkan dengan jelas program prioritas pembangunan Banten, yaitu “Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan.” Ada pula salah satu mahasiswa dari jurusan Pendidikan Kelautan dan Perikanan, yang bisa menyebutkan tiga objek wisata di Banten.

Saat ini, UPI membuka jurusan baru yaitu Pendidikan Kelautan dan Perikanan. Gubernur menyampaikan bahwa “Jurusan ini sesuai dengan potensi alam yang dimiliki Indonesia khususnya Banten, kita memiliki panjang pantai kurleb 561 km, dan ikan kerapu yg sudah di ekspor ke luar negeri.” jelasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan berfoto bersama oleh Rektor dan Wakil Rektor UPi kampus Serang, serta para mahasiswa baru UPI (Charles)

Kategori
HUKUM

Pilkades Serentak, Polda Banten Turunkan 4.000 Personil

SERANG (Persepsi.co.id)- Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar apel besar Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakernis) fungsi Lintas Masyarakat (Linmas) dalam rangka pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah hukum Polda Banten tahun 2019, di lapangan Mapolda Banten, Senin (27/8).

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Tomsi Tohir mengatakan bahwa, bahwa apel ini merupakan sebuah wahana yang sangat strategis untuk melakukan pengecekan kekuatan dan kesiapan Babinkamtibmas dalam menghadapi agenda Pilkades serentak di wilayah hukum Polda Banten, sehingga dapat dilakukan evaluasi untuk meningkatkan peran guna menghadapi tantangan tugas serta tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Polri yang semakin berkembang.

“Tantangan saat ini akan dihadapkan dengan pengamanan Pilkades yang akan dilaksanakan secara serentak, dimulai bulan Agustus ini hingga tahap pelantikan nya nanti,” ujar Kapolda.

Dimana pada setiap tahapan pemilihan yang akan digulirkan, lanjut dia, terdapat berbagai kerawanan Kamtibmas yang perlu diantisipasi bersama, mencermati situasi Kamtibmas dan tantangan tugas yang semakin kompleks.

“Maka Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan polri yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat tentunya memiliki peranan yang sangat strategis dalam menjawab tantangan tugas polri dan melakukan berbagai upaya untuk meraih public trust,” katanya.

Kemudian, ia mengatakan bahwa, sampai saat ini kekuatan Bhabinkamtibmas polda banten adalah sebanyak 808 yang bertugas pada 139 kelurahan dan 1160 desa yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polda Banten.

“Mencermati hal tersebut, Kapolda Banten berkomitmen untuk melaksanakan program prioritas kapolri yaitu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas dengan agenda melakukan upaya pemenuhan satu bhabinkamtibmas untuk satu desa secara bertahap,” ujarnya.

Ia juga menekankan kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap tuhan yang maha esa sebagai landasan komitmen moral dalam memberikan perlindungan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. “Terus tingkatkan kompetensi dan profesionalisme serta pedomani peraturan kapolri nomor 3 tahun 2015 tentang pemolisian masyarakat dan buku petunjuk pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas,” jelasnya.

Maka, masih kata dia, tingkatkan sinergitas polisional dengan seluruh komponen masyarakat serta intensifkan penyampaian pesan kamtibmas melalui kegiatan sambang door to door sistem, sehingga akan terbangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas.

“Jaga soliditas, tingkatkan koordinasi dan berdayakan peranan tiga pilar Kamtibmas bersama Babinsa dan kepala desa atau lurah, tingkatkan intensitas keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah-tengah masyarakat, pahamilah bahwa keberadaan saudara merupakan representasi kehadiran Negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, jadikan diri saudara sebagai penggerak revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik serta hindari tindakan kontra produktif yang dapat menyakiti hati masyarakat, tingkatkan akuntabilitas kinerja dengan membuat laporan secara berjenjang terkait pelaksanaan Bhabinkamtibmas, jaga dan peliharaan sarana investaris dengan baik sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas di lapangan, dan terakhir kepada para pimpinan Bhabinkamtibmas, tingkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap para bhabinkamtibmas, serta lakukan analisa dan evaluasi kinerja secara berkala sehingga kinerja para bhabinkamtibmas dapat terpelihara dengan baik,” harapnya.

Ditempat sama, Wakil Kepala Polisi Polda (Wakapolda) Banten Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Tomex Korniawan menambahkan, untuk personil sendiri, pihaknya dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan dan berupaya mensinkronkan waktu dari pada pemilihan. “Jadi waktu dan tempat sehingga personil yang diturunkan itu bisa efektif dan memanfaatkan rayonisasi dari pada Polsek dan Polres. Personil yang diturunkan kurang lebih 4000 dari kepolisian,” kata Tomex.

Sedangkan untuk titik rawan, saat ini pihaknya masih identifikasi, apakah masih sama dengan sebelumnya atau ada wilayah baru. “Tentunya ada daerah tertentu yang rawan, calonnya ada dua atau ada konflik sebelumnya kita akan menjadi perhatian khusus. Sekarang kita identifikasi apakah ada pergeseran daerah atau daerah tersebut masih rawan,” katanya. (YMN /Charles)

Kategori
TANGERANG

Dalam Sehari, Gubernur Sidak 3 Jembatan di Wilayah Tangerang

Persepsi.co.id- Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga Jembatan di wilayah Tangerang, Banten yang saat ini tengah dalam proses pembangunan pada Selasa (27/08/2018). Dalam sidaknya, Gubernur meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten sebagai OPD terkait untuk mempercepat progres pembangunan termasuk pembebasan lahan agar tidak menghambat proses selanjutnya.

Didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Hadi Soerjadi, Gubernur mengelilingi seputar area pembangunan ketiga jembatan yakni Jembatan Tersaba Lontar, Jembatan Kronjo dan Jembatan Kedaung. Gubernur menanyai hampir seluruh pekerja yang ada di lapangan mengenai progres pembangunan dan hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses pembangunan.

“Segera bebaskan lahan-lahan yang perlu dibebaskan, agar pembangunan tidak terhambat,” perintah Gubernur kepada Kepala Dinas PUPR Banten.

Gubernur menegaskan, pembangunan infrastruktur khususnya jalan dan jembatan harus dilakukan secara cepat dan tepat. Karena, jelasnya, jalan dan jembatan menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Baik itu kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun hal lainnya.

“Harus dikebut pembangunannya agar masyarakat dapat segera menikmati hasil pembangunannya. Infrastruktur jalan dan jembatan juga mempengaruhi pemenuhan pelayanan dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya, jadi harus saling berkesinambungan,” tambah Gubernur

Selain ke Jembatan Tersaba, Gubernur juga melakukan sidak ke pembangunan Jembatan Kronjo di lokasi Perbatasan Kecamatan Kemiri dan Jembatan Kedaung. Jembatan Tersaba Lontar dibangun dengan dimensi jembatan panjang 50 meter dan lebar 11 meter berupa 9 badan jembatan dan 1 meter trotoar kanan & 1 meter sebelah kiri. Jembatan Tersaba tersebut menggunakan struktur bawah berupa Pondasi Borepile Kedalaman 34 mtr dan abutment beton bertulang, sementara struktur atas berupa balok grider precast dengan tipe segmental lengkap dengan opritan beserta bangunan pelengkap jembatan.
Waktu pelaksanaan jembatan tersebut diperkirakan s.d awal Desember 2019.

Untuk Jembatan Kronjo, rencananya akan dibangun pada tahun 2020 dengan tipe jembatan kelas A standar provinsi dan konstruksi beton bertulang serta struktur atas balok precast grider. Jembatan akan dibangun dengan lebar 9 meter dan
Panjang 40 meter.

Sementara, pembangunan Jembatan Kedaung akan dilakukan dengan tipe konstruksi struktur rangka baja pelengkung bentang 100 meter. Pada pembangunan Jembatan Kedaung, masih dibutuhkan proses pembebasan lahan untuk akses oprit sisi Kota Tangerang sekitar 150 meter. Kondisi Jembatan Kedaung masih belum bisa dilalui oleh masyarakat sekitar karena masih dalam proses pembangunan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten.

Tangerang, Selasa 27 Agustus 2019

a.n KEPALA DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, STATISTIK DAN PERSANDIAN PROVINSI BANTEN
KEPALA BIDANG APLIKASI, INFORMATIKA, DAN KOMUNIKASI PUBLIK./**

Kategori
HUKUM

Seorang Janda Ditemukan Bersimbah Darah di Kota Cilegon

CILEGON (Persepsi.co.id)- Ratna Simanjuntak (50) ditemukan bersimbah darah, di dalam rumah toko dua lantai di Perumahan Pondok Cilegon Indah (PCI), Blok D 58, RT 2 RW 5, Kelurahan Cibeber, Kota Cilegon.

Salah satu tetangga korban, Lusiana, menjelaskan bahwa Ratna Simanjuntak merupakan seorang janda. Dia juga kaget mendengar kabar tetangganya bersimbah darah.

“Suaminya sudah meninggal lama akibat sakit ginjal, dia tinggal sama anaknya,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (27/08/2019).

Dari peristiwa ini, pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban. Kini Polres Cilegon telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk memastikan penyebab tewasnya Ratna Simanjuntak.

“Kita baru olah TKP aja, semua alat bukti kita kumpulkan baru bisa kita simpulkan. Barang bukti kita bawa juga ke Mapolres Cilegon,” kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini, dilokasi kejadian.

Pihaknya belum bisa menjelaskan korban mengalami luka dibagian tubuh mana saja, dan penyebab luka disebabkan oleh apa.

“Luka dimana saja saya belum tahu, saya belum ke rumah sakit. Penyebab kematian itu nanti biar dokter saja yang menjelaskan,” ujarnya.

Saat ini pihak Kepolisian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drajat Prawiranegara untuk dilakukan otopsi.(YMN/Charles)

Kategori
JAKARTA

Wahidin Halim (WH) Mendapatkkan Anugerah Baznas Award 2019

Persepsi.co.id -Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mendapatkkan anugerah Baznas Award 2019 kategori Pemerintah Provinsi Pendukung Kebangkitan Zakat 2019 di Aula HM Rasjidi Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia, Jl MH Thamrin Jakarta (Senin, 26/8/2019).

“Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Andika Hazrumy, mendukung dan mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten agar berpartisipasi dan diorganisir dalam pengumpulan zakat. Itu yang kita lakukan,” ungkap Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar yang mewakili Gubernur WH saat menerima anugerah.

Empat provinsi lain yang meraih penghargaan di kategori ini adalah Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Kalimantan Selatan.

“Para ASN pada dasarnya adalah masyarakat. Mereka menjadi duta-duta untuk mengorganisir dalam rangka pengumpulan zakat,” ungkap Sekda Al Muktabar.

Sebagai informasi dari Baznas Provinsi Banten, pengumpulan zakat para ASN di lingkungan Pemprov Banten melalui Baznas mencapai Rp 7 miliar lebih. Sedangkan untuk seluruh Provinsi Banten sudah Rp 20 miliar lebih.

Penghargaan dalam bentuk BAZNAS Award itu, diumumkan di puncak acara pada Malam Anugerah BAZNAS Award 2019 yang dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Terdapat 34 kategori award yang diterima sejumlah pejabat pemerintah daerah, pengurus BAZNAS provinsi/kabupaten/kota, serta LAZ nasional, provinsi/kabupaten/kota.

Peserta BAZNAS Award 2019 dari organisasi pengelolaa zakat (OPZ) diikuti 390 lembaga. Yakni, terdiri atas 31 BAZNAS provinsi, 332 BAZNAS kabupaten/kota dan 15 LAZ nasional, 8 LAZ provinsi dan 4 LAZ kabupaten/kota.

“Tahun ini BAZNAS kembali menganugerahi penghargaan kepada BAZNAS dan LAZ terbaik, para tokoh, kepala daerah, dan media, yang konsisten dalam mendukung program-program kebangkitan zakat. Ini kami rangkai dalam BAZNAS Award agar semakin mendorong prestasi zakat nasional sehingga dapat memacu kebangkitan zakat di negeri ini,” ujar Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo kepada wartawan.

Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kategori Pendukung Kebangkitan Zakat 2019 dinilai berdasarkan kepatuhan pada UU, alokasi anggaran rutin untuk BAZNAS dalam persentase terhadap belanja APBD, penyediaan kantor BAZNAS dan sarana pendukung lainnya, frekuensi keterlibatan kepala daerah pada kegiatan BAZNAS tahun 2018.

Jakarta, Senin 26 Agustus 2019

a.n KEPALA DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, STATISTIK DAN PERSANDIAN PROVINSI BANTEN
KEPALA BIDANG APLIKASI, INFORMATIKA, DAN KOMUNIKASI PUBLIK/ *

Kategori
LEBAK

Tim Penggerak PKK Lebak Gelar Jambore Kader

LEBAK,(Persepsi.co.id) – Dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 tahun 2019, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lebak menggelar Jambore kader PKK Tingkat Kabupaten Lebak , Selasa (27/8) pagi di Stadion Ona Rangkasbitung, Lebak, Banten. Selain Dihadiri Wakil Bupati Bupati Ade Sumardi, Kepala OPD, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Ketua Organisasi Wanita/Profesi, Acara tersebut juga dihadiri Kader PKK Se-Kabupaten Lebak.

Wakil bupati Ade Sumardi, mengapreseasi dan mengucapkan terimakasihnya kepada Tim Penggerak PKK yang telah membatu Pemerintah Daerah dalam mengembangan inovasi keluarga, sehingga dapat mengembangan ekonomi kerakyatan, wabup juga mengharapkan kepada semua pihak agar gerakan PKK yang sudah cukup melembaga di tengah-tengah masyarakat, lingkungan keluarga, hingga kelompok-kelompok Dasa Wisma, bisa mendapat dukungan penuh semua pihak.

“PKK ini erat kaitannya dengan program pemerintah daerah, dan telah menjadi pelopor kejesahteraan keluarga” ujarnya.

Wabup mengatakan bahwa Pemerintah sangat terbantu dengan kehadiran PKK, menurutnya, 10 Program Pokok PKK sudah sangat teruji, dalam menghadapi persoalan di tengah masyarakat, terutama masyarakat yang penuh dengan keterbatasan, namun PKK Kabupaten Lebak mampu menorehkan prestasi baik ditingkat Provinsi maupun ditinggkat nasional, terutama dalam penanganan kangker serviks.

“Selain mampu mengembangakan berbagai jenis makanan lokal, PKK juga menjadi pelopor dalam melakukan iva test” pungkasnya.

Ketua TP PKK Lebak Ani Sumardi mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan gerak PKK. Menurutnya setiap kader dan relawan harus memahamai program-program PKK dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ani berharap semua relawan dapat bekerja dengan ikhlas, dan menjadikan kegiatan ini sebagai ladang amal bagi setiap kader.

“Kita harus tetap semangat, bekerja dengan hati dan penuh keikhlasan, menskipun tidak ada insentifnya” ujarnya.

Terkait dengan anggaran PKK, Ani berharap setiap desa mendukung kegiatan PKK dengan menyediakan anggaran dari dana desa. ADH

Kategori
SERANG

Pra UKP Korem 064/My Digelar di Stadion Maulana Yusuf Ciceri Serang dan Grup 1 Kopassus, Banten

SERANG ( Persepsi.co.id) Sebanyak 164 personel, Korem 064/My, beserta jajaran melaksanakan test Garjas / Samapta A maupun B serta ketangkasan renang dalam rangka kegiatan Pra UKP (Usul Kenaikan Pangkat) bagi Perwira Pertama, , Bintara dan Tamtama bertempat di Stadion Maulana Yusuf Ciceri Serang, Banten, Selasa ( 27/8/19 ).

Sedangkan untuk Garjas ketangkasan berupa renang gaya dada akan dilaksanakan di Kolam renang Grup 1 Kopassus. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama dua hari, hari ini dan besok, ( Selasa dan Rabu).

Komandan Korem 064/My, Kol Inf Windiyatno melalui Pasipers Korem 064/My, Mayor Caj Supar, berharap kegiatan ini bisa berjalan tertib, aman dan lancar.

” Kegiatan Pra UKP ini sebagai tindak lanjut dari perintah yang di sampaikan dari satuan atas” katanya.

” Kegiatan ini di laksanakan oleh 164 personel Korem 064/My beserta jajaran untuk diambil data awal dan hasilnya akan di laporkan ke satuan atas dan garjas ini juga merupakan salah satu syarat nantinya untuk keberhasilan prajurit TNI – AD khususnya prajurit Korem 064/My didalam meniti kariernya ” lanjutnya.

” Oleh karenanya, kepada setiap prajurit Korem 064/My beserta jajaran di dalam pelaksanaan pra UKP ini harus bisa mencapai nilai maksimal serta memenuhi kriteria menurut kategori usia prajurit yang bersangkutan. Saya berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan tertib, aman dan lancar ” pungkasnya.

Disatu sisi Kajasrem 064/My, Kpt Inf Mujayin mengatakan bahwa tes Garjas pra UKP ini meliputi beberapa kegiatan dimana Tes kesegaran A maupun B serta ketangkasan berupa renang harus di kuasai.

” Para peserta harus bisa melaksanakan kegiatan pra UKP ini berupa Garjas Samapta A maupun B serta ketangkasan, dimana Garjas maupun Samapta A meliputi lari dengan waktu yang sudah ditentukan sementara Garjas maupun Samapta B meliputi Pull Up, Sit Up, Push Up dan Shuttle Run sedangkan ketangkasan berupa renang gaya dada sejauh 50 meter, yang sebelum pelaksanaannya diawali pemeriksaan kesehatan dari Denkesyah Serang serta dilanjutkan dengan pemanasan/peregangan bagi personel yang telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatannya dalam pelaksanaan garjas Pra UKP ini “. pungkasnya.

Sumber : Penrem 064/My.