Imiki Unsera dan KKM 64 Siap Perangi Hoax di Masyarakat Desa

SERANG (Persepsi.co.id)- Demi menanamkan literasi media pada masyarakat desa, Pengurus Perguruan Tinggi Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsera (PPT IMIKI Unsera) bersama Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa Universitas Serang Raya (KKM 64 Unsera) datangkan tiga narasumber dalam rangkaian kegiatan seminar yang berlangsung di kantor Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu, (31/08/19).

Ketiga narasumber yang turut mengisi kegiatan tersebut berasal dari tiga perspektif seperti Dinas Kominfo Kabupaten Serang (Diskominfo Kabupaten Serang), CEO Patron.id, dan Forum Taman Bacaan Masyarakat Kota Serang.

Kegiatan yang dibuka oleh Rohmanudin selaku Ketua Imiki Cabang Banten mengatakan, Literasi Media merupakan sesuatu yang perlu dipahami masyarakat dari berbagai golongan, baik dari kalangan menengah ke atas maupun kalangan menengah kebawah.

“Literasi media sangat dibutuhkan oleh masyarakat dari semua golongan, guna memahami dan menganalisis informasi dari berbagai sumber yang didapat, agar tidak terjerumus pada berita hoax,” ujarnya pada pembukaan seminar.

Pada penjelasan materi yang disampaikan oleh Imam Tantowi selaku CEO Patron.id, ia mengungkapkan literasi media merupakan kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan.

“Literasi media adalah kemampuan mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan isi pesan agar masyarakat menjadi kritis dan peka terhadap informasi,” ucapnya.

Kendati demikian, Setia Adi Wangsa selaku Ketua PPT IMIKI Unsera mengatakan, maraknya masyarakat yang terindikasi hoax melalui penyebaran informasi dari sumber yang belum jelas di sosial media, ia mengungkapkan masyarakat desa harus memiliki pemahaman literasi media agar dapat memfilter berita yang didapat.

“Karena saat ini masyarakat di desa pun sudah mengikuti perkembangan zaman dengan aktif bersosial media, maka dari itu amat perlu pemberian pemahaman media literasi pada masyarakat desa agar tidak terjebak oleh berita yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

Sementara itu ketua KKM 64 Ghea Hadi Rizky mengatakan, diadakannya literasi media tersebut bertujuan untuk merubah paradigma masyarakat agar lebih bijak menggunakan sosial media dan menjadikan masyarakat desa tidak terprovokasi oleh berita bohong.

“Literasi media ini bertujuan untuk membuka paradigma masyarakat, bagaimana tata cara penggunaan media sosial dengan baik dan bijak, agar tidak mudah diadu domba oleh berita-berita yang hoax,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Kegiatan literasi media tersebut juga mengadakan gelaran buku di Sekolah Dasar Negeri Kubang (SDN Kubang), dan kampung Pasir Muncang, Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten demi menanamkan literasi pada anak, yang diadakan Komunitas Motor Literasi dan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa 64 Unsera, bersama PPT Imiki Unsera pada Jumat, (30/08/19) kemarin. (Ymn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *