Bupati Tangerang Ikuti Rapat Koordinasi Dengan Gubernur Banten

KAB. TANGERANG (persepsi.co.id) — Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengikuti rapat koordinasi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Banten, rapat tersebut digelar secara virtual, Kamis (29/4/21).

Rapat tersebut diikuti oleh seluruh unsur Forkopimda di Provinsi Banten beserta seluruh Kepala Daerah Se-Provinsi Banten dan rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, “Mudik dilarang tapi wisata dibuka, namun masih dibatasi pada lokasi dan titik tertentu. Tempat wisata yang sudah dikelola oleh perusahaan, bisa diatur protokol kesehatannya,” tambahnya.

Kalau ada mudik, lanjut Gubernur, sekitar 60 persen warga melakukan aktivitas mudik menuju daerah tujuan, lingkungan menjadi sepi. Kini dengan adanya kebijakan Peniadaan Mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H/2021 M dan Tetap dibukanya tempat wisata, perlu diantisipasi pengaturan dan pengendaliannya.

“Untuk itu saya harap, Bupati dan Walikota segera mengaturnya dan siapkan kendali yang tepat dan efektif, mengingat lebaran sudah semakin dekat,” tutur Gubernur.

Dalam rapat tersebut Bupati Tangerang mengikutinya dari Gedung Pendopo Bupati Tangerang, yang didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang.

Disela-sela rakor tersebut Bupati Tangerang mengatakan kebijakan pelarangan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kepolisian dan TNI untuk melakukan penyekatan di tempat-tempat yang dilalui oleh para pemudik.

 

“Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri menyiapkan posko-posko  penempatan petugas di beberapa titik lokasi yang ada di Kabupaten Tangerang hingga menuju ke perbatasan Kabupaten Tangerang dengan daerah lain,” Katanya.

 

Menurutnya terkait operasional Mal harus sejalan dan beriringan di wilayah Jabodetabek karena percuma saja apabila hanya di Provinsi Banten yang ditutup dan di daerah Jakarta harusnya dibuka maka akan terjadi penumpukan di wilayah Jakarta dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi penularan di sana. Oleh karena itu harus dilakukan secara seiring sejalan dan bersinergi antar wilayah Jabodetabek. (***).

Sharing is Caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *