Pelaksanaan UJIKOM SMKN 4 Kota Serang Dilaksanakan Dengan Ketat Protokol Kesehatan

persepsi.co.id | Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kota Serang yang berlokasi di Kecamatan Curug melaksanakan kegiatan Uji Kompetensi (UJIKOM) dengan mentaati dengan ketat Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19.

Uji Kompentensi (UJIKOM) dilaksanakan sebagai salah satu syaratak kelulusan bagi Sekolah Menengah Kejuruan, UJIKOM ini diikuti oleh semua jurusan yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Kota Serang.

Kepala SMKN 4 Kota Serang Sudarul Bahri mengatakan, UJIKOM merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Dan Karena dalam masa pandemi ini UJIKOM dilaksanakan dengan mentaati prokes yang ketat.

“Kami telah melaksanakan UJIKOM. Sebelum melaksanakan kegiatan UJIKOM kami telah berkoordinasi dan mendapat rekomendasi dari Tim Satgas COVID-19 dan ijin dari para orang tua/wali siswa , dengan Dinas Pendidikan Kota Serang dan Dinas Pendidikan Banten.” kata Sudarul Bahri. Senin (3/5/2021)

Sudarul melanjutkan, dalam melaksanakan UJIKOM sekolahnya menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan Tim Satgas Covid-19 seperti, tenaga pendidik dan tim pengawas UJIKOM sudah di vaksin, disediakan tempat mencuci tangan beserta sabun disetiap sudut sekolah, dan untuk guru dan siswa yang mengikuti UJIKOM wajib menggunakan masker dan face shield, cuci tangan terlebih dahulu, selanjutnya cek suhu sebelum masuk ruangan, dan menggunakan sarung tangan.

“Kami sediakan semua agar UJIKOM dapat berjalan dengan lancer dan semua tetap sehat”. Ujar Sudarul.

Sudarul menambahkan, UJIKOM ini dilaksanakan juga dengan membatasi jumlah peserta yang ikut UJIKOM.

“Dalam pelaksanaan UJIKOM siswa dibatasi. Yaitu siswa tiap kelompok untuk teknik maksimal 8 orang dan untuk bisnis menajemen 10 orang” tambah Sudarul.

Diketahui UJIKOM (Uji Kompetensi) merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil UJIKOM bagi peserta didik akan menjadi indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan. Sedangkan bagi stakeholder hasil UJIKOM dijadikan sumber informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. (tor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *