Bupati Pandeglang : Prokes Ketat Guna Antisipasi Klaster Baru Covid 19 Saat Pilkades Serentak

Pandeglang, (persepsi.co.id) – Bupati Pandeglang Irna Narulita mewanti-wanti pelaksanaan Pilkades serentak di wilayahnya agar menerapkan prokes yang ketat. Irna tak mau setelah pesta demokrasi di tingkatan desa itu selesai, nantinya malah berdampak terhadap kenaikan kasus baru COVID-19 di Pandeglang, Banten.
“Iya, ini (prokes dan antisipasi klaster baru COVID-19) penting dipahami oleh semua panitia dan jangan sampai terabaikan. Pilkades ini memang merupakan rutinitas, tapi menjadi hal baru karena sekarang dilaksanakan di tengah pandemi,” katanya kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

Irna mengarahkan jajarannya supaya melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum gelaran Pilkades dimulai. Koordinasi itu, menurutnya penting dilakukan untuk memberikan arahan kepada warga mengenai tata cara pemilihan saat pandemi COVID-19.

“Kalau ada waktu yang cukup, lakukan zoom meeting. Itu bisa dilakukan setelah nanti ada penetapan pasangan calon kepala desa, supaya semua panitia memahami tahapan yang akan dilakukan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang Doni Hermawan menyebut gelaran Pilkades serentak akan dilaksanakan pada 18 Juli 2021. Saat ini, 207 desa sudah memulai tahapan untuk pendaftaran calon kades.

“Hari ini sudah dimulai pendaftaran calon, penetapannya nanti tanggal 30 Juni. Kalau pemungutannya dilaksanakan tanggal 18 Juli,” katanya.

“Karena ini pandemi, nanti yang mengatur semuanya dari panitia kecamatan. Mereka yang sudah tahu aturannya seperti apa,” ujarnya.(Binter)

Sharing is Caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *