Kategori
BANTEN BUDAYA

497 Tahun Kabupaten Serang, Kemajuan Daerah Diapresiasi

Pada 8 Oktober 2023, Kabupaten Serang tepat berusaia 497 tahun. Sebagai daerah tertua di Banten, Kabupaten Serang saat ini dinilai penuh kemajuan dan diapresiasi berbagai kalangan. Pemerintah daerah dinilai telah melahirkan program yang bermanfaat untuk masyarakat.

Ketua MUI Kabupaten Serang KH Ahmad Khudori Yusuf mengatakan, hari ulang tahun (HUT) ke-497 Kabupaten Serang harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang telah dilakukan Pemkab Serang. Menurutnya, Kabupaten Serang sudah banyak kemajuan di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Tatu Chasanah.

“Banyak sekali prestasi dan perubahan yang beliau berikan untuk Kabupaten Serang, salah satunya di bidang infrastruktur jalan. Hingga beliau dengan berani mengambil kebijakan mengambil alih status jalan desa menjadi jalan kabupaten,” ujarnya pada Sabtu (7/10/2023).

Sekadar diketahui, dari panjang jalan kewenangan Kabupaten Serang sepanjang 601,13 kilometer yang ditargetkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan infrastruktur Jalan Kabupaten Serang, telah tuntas dibeton tahun 2022. Termasuk peningkatan jalan desa menjadi jalan Kabupaten sepanjang 461,41 KM dan telah dibeton sepanjang 296,68 KM.

Sementara pada bidang pendidikan, Bupati Serang setiap tahun menggulirkan beasiswa untuk siswa SD, SMP, hingga perguruan tinggi. Bahkan untuk tingkat Provinsi Banten, Pemkab Serang yang pertama menggulirkan beasiswa perguruan tinggi. Sudah lebih 1.500 mahasiswa yang diberikan beasiswa, mulai dari guru PAUD, mahasiswa ilmu hukum, kedokteran, pertanian, dan ekonomi.

Menurut Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Profesor Fatah Sulaiman, Pemkab Serang di bawah kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah telah bekerja keras membangun Kabupaten Serang dengan fokus peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). “Kebijakan beasiswa bagi putra-putri Kabupaten Serang dari dana APBD dan dukungan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan baik dasar bahkan pendidikan tinggi terus menjadi program prioritas,” katanya.

Sejumlah program lain yang dilaksanakan Pemkab Serang, yakni pada bidang pertanian, Pemerintah Kabupaten Serang bersama ahli pertanian, Profesor Ali Zuma Masyar telah menciptakan varietas kedelai unggul dengan nama Migo Ratu Serang. Selain itu, tercipta pula varietas padi unggul dengan nama Trisakti 01. Dua varietas ini mampu menghasilkan panen kedelai maupun padi berlipat.

Pada program kesehatan, Pemerintah Kabupaten Serang menurunkan bantuan program ambulans desa, program jaminan kesehatan untuk masyarakat tidak mampu secara ekonomi, dan program insentif bagi kader KB. Juga insentif bagi kader posyandu. Selanjutnya peningkatan sarana prasarana kesehatan mulai dari tingkat puskesmas, hingga Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara (RSDP).

Pada bidang sosial ekonomi, telah diperbaiki lebih dari 13 ribu rumah tidak layak huni. Kemudian telah launching, batik khas Kabupaten Serang dengan 12 motif yang sudah dipatenkankan. Banyak juga program usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan mengusung tagline UMKM Bisa, Bela, Beli,

Sejumlah program keagamaan dijalankan. Mulai dari insentif 6.190 guru madrasah diniyah, insentif 8.686 guru ngaji, insentif guru TPQ Rp1,39 miliar, beasiswa bagi 212 penghafal Alquran, bantuan pembangunan pondok pesantren salafiah, dan program isbat nikah hingga fasilitasi pemberangkatan jemaah calon haji.

Pengamat politik dari Banten Institute for Governance Studies (BIGS) Harits Hijrah Wicaksana mengatakan, Ratu Tatu telah on the track dalam meletakan fondasi pembangunan di Kabupaten Serang. “Pembangunannya harus berkelanjutan jangan sampai terhenti. Karena apa yang sudah ditanamkan oleh Ratu Tatu itu positif,” kata Harits.(*)

Kategori
BUDAYA

Kuda Lumping Antara Atraksi Budaya dan Klaim Negara Tetangga

persepsi.co.id || Kuda Lumping juga disebut Jaran kepang atau Jathilan adalah tarian tradisional yang berasal Ponorogo Jawa Timur. Kesenian tradisional kini bukan hanya sarana hiburan masyarakat di pedesaan yang ada di Jawa Timur, namun sudah menyebar bukan hanya di Pulau Jawa, namun sudah menyebar ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Pertunjukan kesenian tradisional Kuda Lumping biasanya dimulai dengan pemberian mantra-mantra kepada para penari kuda lumping, dan memulai gerakan layaknya pasukan berkuda yang sedang berlaga di medan pertempuran. Bahkan layaknya orang kerasukan, para penari sering kali melakukan hal-hal ekstrim seperti memakan pecahan kaca, menyayat anggota badannya dengan senjata tajam dan hal lainnya yang membuat penonton sedikit ketakutan namun penasaran untuk terus mengikuti atraksi-atraksi yang dipertunjukan oleh para penari Kuda Lumping yang terbuat dari anyaman bambu, kulit kerbau ataupun kulit sapi.

Apa yang dilakukan oleh para penari Kuda Lumping, merupakan simbol-simbol perjuangan masyarakat pada masa kerajaan. Purwadi Soeriadiredja dalam Fenomena Kesenian Dalam Studi antropologi menjelaskan bahwa manusia sesungguhnya memperoleh pengetahuan mengenai simbol-simbol. Simbol adalah hasil abstraksi dari proses berpikir dan belajar.

Dikatakan demikian karena manusia dengan kemampuannya, dapat berpikir secara abstrak. Selain itu manusia adalah makhluk yang dapat berpikir secara kompleks dan konsepsional, serta menyadari akan dimensi waktu pada masa yang lampau, sekarang dan masa yang akan datang.

Berpikir pada manusia erat hubungannya dengan kemampuannya untuk menggunakan simbol, yaitu suatu kemampuannya untuk memberikan arti yang hampir tak terbatas kepada berbagai gejala. Peristiwa atau pada obyek-obyek material yang ada dalam lingkungan hidupnya. Hal tersebut dimungkinkan karena yang dapat dipelajari secara sosial adalah pengertian-pengertian abstrak yang dapat dinyatakan dan diwujudkan dalam bentuk simbol-simbol.

Simbol bukanlah satu-satunya hal yang dapat menggambarkan suatu gejala. Untuk menggambarkan sesuatu dapat pula digunakan tanda (sign). Adapun yang dimaksud dengan tanda ialah suatu unsur dalam persekutuan alam yang berlaku sebagai “tanda” dengan cara mengalihkan perhatian kepada unsur alam yang lain. Tanda mempunyai pertalian alamiah tertentu dan tetap dengan apa yang ditandai. Misalnya, jika ada asap di sana ada api, asap merupakan tanda adanya api.

Dengan demikian simbol merupakan komponen utama perwujudan kebudayaan, karena setiap hal yang dilihat dan dialami oleh manusia itu sebenarnya diolah sebagai serangkaian simbol-simbol yang dimengerti oleh manusia. Sehubungan dengan itu Geertz (1966:85) menyatakan bahwa kebudayaan sebenarnya adalah suatu sistem pengetahuan yang mengorganisasikan simbol-simbol.

Ada banyak aneka ragam kesenian tradisional Kuda Lumping. Pemerintah bahkan sudah mendata setidaknya ada 19 seni tradisi kuda lumping. Tiga diantaranya Jaran Kecak dari Lumajang, Jaran Bodhag dari Probolinggo dan Jathilan dari Yoyakarta sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Pemerintah seringkali abai dan lalai dalam melestarikan seni budaya yang ada di Indonesia, dan kurang memperhatikan para seniman yang terlibat didalamnya. Untuk mempertahankan hidup, tak jarang para seniman kuda lumping harus keliling dari kampung ke kampung sekedar mengharapkan saweran warga. Padahal negara tetangga Malaysia begitu mengagungkan kesenian ini, bahkan konstestan Malaysia dalam ajang Miss Grand Internasional 2017 dengan bangga mengenakan kostum yang biasa digunakan oleh para seniman Kuda Lumping.

Kategori
Artikel BANTEN BUDAYA KESEHATAN

Kampung KB Jimpitan Wakili Banten di Ajang Kampung Keluarga Berkualitas Nasional

KOTA TANGERANG, (persepsi.co.id) – Kampung KB Jimpitan Kompak Berbagi Berkah (KB2), Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang berhasil menjadi salah satu kandidat kompetisi Kampung Keluarga Berkulitas (KB) tingkat Nasional yang akan diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memeriahkan Hari Keluarga Nasional XXX.

Hal ini terkonfirmasi atas tindaklanjut kunjungan tim penilai verifikasi lapangan tingkat Nasional, Rabu (10/5).

Setibanya di lokasi Tim Penilai disambut dengan kesenian tradisi palang pintu. Hadir pada kesempatan tersebut Walikota Tangerang, Ketua TP. PKK, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, camat Baru Ceper, Lurah Batu Jaya, unsur Forkompimcam, Forum kota sehat, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Walikota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah menyambut baik kedatangan Tim juri verifikasi pusat ini, hal ini disampaikan olehnya dalam sambutannya.

Dirinya merasa bangga dan bersyukur atas keberhasilan wargaa yang telah mengubah Kampung jimpitan yang tadinya kumuh menjadi layak huni, dan dapat dinikmati seluruh warga.

“Dari yang dulunya tidak tertata, kini berubah menjadi indah, bersih dan tertata,” ujar Wali Kota di Kampung Jimpitan, Kelurahan Batujaya, Batuceper,

Apresiasi juga Ia berikan atas dukungan dan perhatian dari pemerintah Pusat, Provinsi khususnya program Keluarga Berencana serta masyarakat yang terus berbenah diri sehingga Kampung KB Jimpitan KB2 dapat bersaing dari 22.000 Kampung KB se-Indonesia menjadi 10 besar Kampung KB terbaik tingkat nasional.

Optimisme dan kebanggaan turut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Banten Rusman Efendi. Meninjau secara langsung, Rusman mengapresiasi perubahan luarbiasa yang dilakukan warga kampung jimpitan karena mampu merubah kawasan yang semula rawa-rawa menjadi lingkungan yang lebih bersih dan asri.

Disamping itu ia pun mengapresiasi beragam kegiatan sosial kemasyarakatan diantaranya pengelolaan sampah yang tadinya menjadi masalah kini justru mampu bernilai ekonomis bagi warga.

Dari ikhtiar yang sudah dilakukan oleh seluruh element masyarakat di lingkungan Kampung Jimpitan, Rusman Efendi optimis Kampung Jimpitan mampu menyabet gelar juara pada Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Nasional Tahun 2023.

“Insha Allah dengan ikhtiar bersama Kita dari 10 besar menjadi yang terbaik di tingkat nasional “. tuturnya.

Diungkapkan perwakilan tim juri verifikasi lapangan Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Yunia Tiara Sina , SKM, hal yang membedakan Kampung Jimpitan dengan peserta lainnya yakni dari segi pendanaan yang seluruhnya berasal dari dana swadaya masyarakat dan juga konsistensi dari seluruh warga untuk merubah wajah Kampung Jimpitan.

Yunia pun mendorong Kampung Jimpitan agar lebih mandiri kedepan salah satunya dengan memajukan sektor UMKM di lingkungan tersebut.

“UMKM nya bisa menjual keluar juga, jadi ekonominya otomatis segala aspek kehidupan masyarakat akan lebih baik”, jelasnya. (Tor/red)

Kategori
BUDAYA

Tradisi Baburu di Minangkabau

persepsi.co.id|| Di Minangkabau memiliki banyak tradisi yang masih dilakukan dari dulu sampai sekarang salah satunya adalah Baburu. Baburu adalah kegiatan biasa dilakukan masyarakat suatu daerah yang mempunyai hobi berburu. Baburu dilakukan maksimal sekali seminggu dalam suatu daerah. Baburu biasanya diikuti oleh masyarakat laki-laki.
Baburu bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan sesama yang memiliki hobi berburu. Baburu tidak hanya satu daerah itu saja, banyak masyarakat dari luar daerah menyempatkan hadir untuk melakukan hobinya yaitu sekali seminggu sudah cukup. Baburu sudah menjadi tradisi bagi laki-laki Masyarakat Minangkabau dan sekaligus hobi yang bagus. Baburu bisa masuk kategori olahraga dan juga sebagai pengikat tali persaudaraan dari masyarakat daerah satu dengan daerah lainnya.

Baburu biasa dilakukan siang hari sampai sore. Baburu biasanya yang dominan membawa peliharaan yang sudah pasti hebat dan sudah dilatih dalam memburu babi yaitu Anjing, biasanya anjing jantan dan anjingnya sudah ada ciri khas masing-masing yang sudah diberikan tuannya sekaligus sebagai penanda anjingnya dan ada juga membawa tombak, dan alat Sajam lainnya. Baburu sudah menjadi hal biasa ditemukan di suatu daerah perbukitan dan persawahan.

Baburu dalam Islam hukumnya mubah yang artinya boleh dan baburu tidak juga merugikan jika dilakukan, baburu tidaklah hal yang buruk, melainkan hal yang banyak manfaatnya, seperti olahraga menjadi sehat, menjalin hubungan silaturahmi dengan sesama manusia dan apabila tidak kenal bisa jadi kenal, seperti pepatah tak kenal maka tak sayang, kenal dengan banyak orang tentu banyak manfaatnya, tidak ada kerugian kenal dengan orang baru, orang baru pasti akan memberikan hal baru juga dan hal ini tentu saja tidak merugikan jika kita baik pasti orang lain juga baik ke kita.

Baburu biasanya dilakukan sekali seminggu dan tidak adanya baburu hanya di bulan suci Ramadhan. Sebelum bulan suci Ramadhan masyarakat yang hobi berburu biasanya melakukan berburu besar-besaran sebagai penutupan karena sudah masuk bulan suci Ramadhan. Di hari penutupan ini orang-orang yang berburu biasanya lebih banyak dari biasanya karena hari terakhir dan sebagai penutupan baburu.

Baburu akan dilakukan kembali setelah bulan suci Ramadhan selesai dan lebaran juga sudah selesai. Baburu setelah lebaran ini dilakukan pembukaan secara besar-besaran sebagai tanda kembalinya kegiatan rutin yang selalu di lakukan setiap sekali seminggu. Di hari pembukaan ini tentu saja banyak masyarakat yang datang sama ramainya dengan penutupan berburu saat menyambut bulan suci Ramadhan, banyak masyarakat yang datang dari daerah lain dan jauh dari tempat kegiatan berburu. Jarak jauh bukanlah alasan bagi mereka yang menjadikan hobi berburu babi.

Baburu biasanya tidak hanya dilakukan oleh masyarakat laki-laki yang dari petani atau buruh tani saja, banyak juga orang-orang yang berburu biasanya bekerja di kantoran dan mempunyai hobi berburu babi. Ia menyempatkan waktu untuk dirinya sekali seminggu untuk melakukan hobinya yaitu berburu babi. Hal ini bukanlah hal yang salah melainkan benar bisa ditiru oleh kita sendiri, tidak harus juga dengan berburu banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan.
Sibuk setiap hari, sempatkanlah diri sendiri untuk melakukan hobi yang disukai dan disenangi.

Berburu dilakukan dari remaja hingga dewasa. Umur bukanlah patokan untuk boleh melakukan hobinya tetapi semua orang yang punya hobi berburu tidak ada halangan atau larangan tidak boleh ia lakukan. Baburu akan memberikan hal dampak positif bagi mereka yang menjadikan hobinya seperti senang setelah melakukan hobinya yaitu berburu.

Baburu baik untuk dilestarikan dan dijaga untuk generasi selanjutnya agar selalu terjaga tradisi baburu ini sampai ke anak cucu nanti. Dilihat dari banyaknya peminat dan tidak merugikan pihak manapun. Sebagai generasi muda dan penerus harus menjaga dan melestarikan tradisi ini dan jangan sampai punah.

Kegiatan yang tidak merugikan pihak manapun dan digemari oleh masyarakat tentunya sangat sayang jika tidak dilestarikan dan dikembangkan oleh kita sendiri dan menjaga kepunahannya dari zaman ke zaman selanjutnya.
Baburu memiliki manfaat banyak untuk masyarakat sekitar lain yaitu untuk memberantas hama babi yang mungkin sebelumnya pernah ke ladang masyarakat. Babi akan jadi berkurang dan kemungkinan babi tidak ke ladang masyarakat lagi untuk mencari makannya dan akan ke tempat lain seperti hutan rimba. Inilah alasan yang jelas tujuannya untuk memberantas dan memusnahkan hama babi yang merugikan masyarakat sekitar. Baburu ini tentu saja tidak cukup untuk memusnahkan semua babi yang merugikan masyarakat tetapi membantu mengurangi hama babi yang berkembang di masyarakat sekitar.

Kegemaran masyarakat dengan baburu memiliki manfaat yang banyak sekali untuk tubuh manusia berolahraga secara teratur dan rutin maksimal satu kali seminggu. Olahraga seperti lari saat berburu babi ini tentu saja banyak manfaat lainnya seperti mampu mengurangi stres, menyehatkan jantung dan menguatkan otot-otot, sendi dan tulang-tulang.

Banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia dan masyarakat sekitar tradisi baburu sudah bagus untuk selalu dijaga dan dilestarikan sebagai tradisi yang mengikat tali persaudaraan dan silaturahmi dengan sesama. Tidak ada kerugian yang ditimbulkan dari tradisi yang dilakukan oleh masyarakat tentunya memberikan manfaat yang banyak sekali untuk masyarakat sekitar. Karena baburu memiliki manfaat untuk mengurangi hama babi, babi tentu saja banyak sekali dan berkembang biak dan mengganggu dan merusak ladang masyarakat yang tidak selalu dijaga setiap hari. Hal ini yang menjadikan manfaat bagi masyarakat sekaligus sebagai tujuan nomor sekian dari hobi berburu oleh masyarakat tentunya memberikan hal yang bermanfaat lain bagi masyarakat sekaligus sebagai tujuan untuk meningkatkan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat tentunya sangat bagus bagi tubuh manusia yang tidak selalu menjaga olahraga dan yang baburu secara rutin dan teratur mendapatkan manfaat yang bagus untuk tubuh. Untuk itu kita sebagai generasi muda dan penerus harus menjaga serta melestarikan budaya kita sendiri dan sadar akan manfaat yang diberikan sangat banyak untuk diri sendiri dan masyarakat sekitarnya.

Oleh Nadia Nasmita Ramadan mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas

Kategori
BUDAYA

Suntiang Yang Dipakai Marapulai Dan Sejarahnya Di Inderapura

persepsi.co.id|| Sumatera Barat terdapat banyak sekali berbagai macam budaya dan tradisi yang ada di berbagai daearah salah satunya di Kabupaten Pesisir Selatan. Terdapat suatu tradisi seorang marapulai yang memakai suntiang di nagari Inderapura yang ada dan salah satunya laki-laki memakai suntiang di daerah itu.

Untuk di daerah Minangkabau yang diketahui pada saat orang pesta pernikahan tersebut terlihat hanya seorang perempuan saja yang memakai suntiang sedangkan laki-laki hanya memakai seperti topi yang berwarna kuning emas biasanya orang Minangkabau menyebutnya Saluak ciri khasnya orang Minang.Tapi di nagari Inderapura mempunyai ciri yang sedikit berbeda tapi tidak menghilangkan tradisi Minang itu sendiri yaitu Marapulai juga memakai
Suntiang .
Menurut adat di Inderapura alasan mengapa marapulai harus memakai Suntiang juga seperti perempuan saat resepsi pernikahan bahwa itu sudah menjadi tradisi zaman terdahulu di daerah tersebut .Suntiang itu sendiri bermakna bahwa yang dipakai perempuan itu melambangkan beban yang ditanggung dan dihadapi saat sudah menjadi seorang istri. Itulah
yang menjadi alasan mengapaa Suntiang harus dipakai juga oleh laki-laki di Inderapura saat resepsi pernikahan karena itu bermakna bahwa seorang laki-laki juga tahu bagaimana rasanya
beban yang berat di hadapi perempuan setelah menjadi seorang istri.Maka itulah kenapa laki-laki memakai Suntiang saat pernikahan di Inderapura.

Hanya saja saat laki-laki memakai Suntiang digunakan saat menyambut bako atau yang disebut dengan saudara dari ayah anak daro pada pesta pernikahan yang dikenal dengan Sisapek.Maksud dari makna Sisapek adalah salah satu pemberian yang dilakaukan oleh bako untuk anak daro ,bisa dengan berupa sapatagak pakaian anak daro atau isi kamar ,ada yang berupa emas,Lalu setelah penyerahan itu seorang marapulai bisa melepaskan suntiangnya dan diganti dengan Saluak topi ciri khas Minang.
Jadi seorang marapulai memakai suntiang hanya pada saat resepsi upacara adat saja di nagari Inderapura yang disebut dengan upacara adat Babako.Dan setelah selesai upacara adat tersebut atau Babako maka Suntiang yang di pakai marapulai itu bisa dilepaskan lalu bisa di ganti dengan Saluak dan marapulai tidak harus memakainya berlama-lama ataupun seharian selama di pelaminan,Hanya cukup pada resepsi upacara adat saja .
Dan tidak ada alasan seorang laki-laki yang saat melakukan resepsi pernikahan adat upacara Babako tidak menggunakan Suntiang baik dia dari kalangan pejabat,orang kaya ,atau pun orang yang tinggal di kota selagi dia seorang laki-laki Minang dan keturunan Minang yang menikah di daerah Inderapura maka dia akan tetap harus memakai Suntiang tersebut itu.

Alasan tujuan marapulai dipakaikan suntiang yaitu adat nagari Inderapura ini sebenarnya untuk menghargai seorang paman atau disebut dengan ninik mamak dan pemimpin adat atau disebut dengan datuak.Sedangkan marapulai dipakaikan Suntiang adalah bentuk sebuah identitas diri dan kemegahan pada diri marapulai sebagai menantu laki-laki atau disebiut sumando bagi mamak di rumah.
Untuk suntiang yang dipakai anak daro dan marapulai tidak sama dan teruntuk marapulai biasanya mendapatkan corak pernak peniknya biasanya agak lebih besar ketimbang suntiang anak daro dan suntiang marapulai juga lebih besar dan agak pendek serta lebarnya juga lebih singkat serta kesan tegas juga wibawa muncul pada suntiang marapulai,Sedangkan teruntuk anak daro suntiang yang dikenakan adalah suntiang yang biasanya agak lebih tinggi ketimbang suntiang yang di pakai marapulai lalu motif suntiang anak daro lebih halus dan juga lebar serta memancarkan kehalusan dan juga keindahan pada suntiang anak daro tersebut.
Ada salah satu istilah pepatah yang menyatakan bahwa (Adat Salingka Nagari,Lain Lubuak ,Lain Ikanyo ,Lain Padang, Lain Hilalang) itu merupakan suatu istilah sebagai kekayaan di Ranah Minang sebagai bentuk adat yang beragam jarang sekali orang mengetahui adat yang ada di berbagai daerah Mianagkabau salah satunya di nagari Inderapura Pesisir Selatan.Keistimewaan adat basuntiang di Inderapura juga di latar belakangi oleh sejarah pada abad ke-14 silam.Pada saat Inderapura diserang oleh kerajaan majapahit pada saat itu rajanya adalah Adityawarman yang maksud dan tujuan yaitu untuk mengguasai atau menggambil tempat negeri Inderapura sebab Inderapura kaya dengan kekayaan alamnya.
Pada saat itu Raja Adityawarman datang dengan pasukanya ke Inderapura dan disambut dengan baik oleh masyarakat Inderapura tanpa melakukan perang ataupun membawa sesuatu yang bersifat tajam seperti persenjataan akan tetapi rombongan Raja Adityawarman disambut dengan sebuah tarian dibawakan oleh anak daro yang memakai suntiang.Dan setelah selesai tarian itu Raja Maja Pahit memutuskan untuk menggundurkan niatnya berperang dengan masyarakat Inderapura lalu kesepakatan perang pun dibatalkan. Ini terjadi karena Raja Adityawarman itu menyukai atau tertarik pada salah satu penari yang memakai suntiang pada saat penyambutan tarian untuk Raja Maja Pahit tersebut.
Lalu Raja Adityawarman memutuskan untuk menikahi perempuan Inderapura itu setelah terjadinya kesepakatan yang dilakukan Raja Adityawarman dengan ninik mamak Inderapura dan kesepakatan yang dibuat oleh ninik mamak Inderapura yaitu Raja Adityawarman harus memakai suntiang pada saat pernikahan apabila ingin menikahi perempuan Inderapura.Tujuanya memakai suntiang adalah agar derajat laki-laki sama derajatnya dengan seorang perempuan yang dinikahinya tidak ada memandang tingginya derajat ataupun kaya nya seseorang laki-laki.
Dan Raja Adityawarman menyetujui kesepakatan yang dibuat untuknya oleh ninik mamak Inderapura lalu saat pesta pernikahan dilakukan Adityawarman dan istrinya memakai suntiang masing-masing sebagai sebuah hiasan dikepala para marapulai dan anak daro itu.Dan pada saat itu setiap laki-laki yang menikahi perempuan Inderapura harus memakai suntiang itupun terjadi sampai sekarang dan saat ini.(Oleh: Ayu Azhara Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas)

Kategori
BUDAYA

Tradisi Lisan Minangkabau

persepsi.co.id||Kegiatan yang hidup secara lisan dalam masyarakat tidak hanya sastra dan seni, akan tetapi juga berupa pertuturan adat, mantera, lagu, dan lain sebagiannya. Dalam upacara adat minangkabau , pertuturan adat yang terdiri dari pidato adat dan pasambahan masih hidup di tengah masyarakat Minangkabau. Pidato adat disampaikan pada upacara pengangkatan pengulu. Pasambahan dituturkan ketika ada rundingan antara satu pihak dengan pihak lain, seperti meminang, manjapuik marapulai, dan lain sebagiannya. Satu wilayah dengan wilayah lain terdapat sedikit perbedaan , tetapi hanya pada tataran teknis pelaksanaan, dan varian. Selain pertuturan adat, mantera pun masih produktif dalam masyarakat Minangkabau, baik mantera untuk kebaikan maupun mantera untuk kejahatan. Banyak anggota masyarakat yang masih percaya dan memanfaatkan mantera untuk berbagai tujuan.

Sementara itu, lagu permainan anak-anak sudah kurang produktif, bahkan permainan tradisional anak-anak dari waktu semakin berkurang. Anak-anak mulai terbiasa dengan permainan modern , alat permainan yang diperjualbelikan pasar, bahkan kemudian anak-anak tertarik kepada permainan elektronik semisal gamewatch, station, dan lain-lain. Dengan keadaan demikian, anak-anak tidak bermain dengan alat-alat permainan, tetapi memainkan peralatan elektronik. Mereka tidak lagi membuat permainan, hanya memainkan, menggunakan, dan membeli. Akibatnya, lagu kelisanan yang mengiringi permainan pun hilang. Keadaan ini amat jelas pada masyarakat urban. Namun demikian, di kampung-kampung masih ada permainan anak-anak tradisional walaupun sudah diselingi bersaing dengan permainan modern.

Dari berbagai genre sastra lisan terlihat fenomena ada yang hidup marak, ada yang memudar, ada yang hamper punah, bahkan ada yang sudah punah. Genre yang terus hidup itu tampak mempunyai salah satu atau gabungan unsur di dalamnya, yaitu adanya ruang untuk berimprovisasi dengan kekinian masyarakatnya. Keterbukaan itu dapat dilihat dari beberapa sisi, misalnya dari sisi instrumennya. Saluang dendang atau bagurau yang semula hanya saluang untuk mengiringi tukang dendang sekarang diiringi dengan rebana dan tamborin. Dari sisi irama pendendangnya, seperti salawat dulang yang biasanya didendangkan dengan irama tradisional, sekarang didendangkan dengan irama lagu-lagu yang sedang populer di tengah masyarakat. Dari segi teksnya, salawat dulang sekarang memasukkan teks lagu-lagu yang tengah populer. Dalam hal unsur islam, dalam teksnya terdapat ajaran islam ataupun pesan agama islam secara eksplisit.

Kaba adalah cerita yang disampaikan oleh tukang kaba dengan iringan gesekan rebab. Kekuatan sastra kaba ini sangat ditentukan kemampuan tukang kaba. Jenis sastra kaba tersebut misalnya Kaba Cindua Mato, Kaba Anggun Nan Tongga, Kaba Lareh Simawang, Kaba Rancak Dilabuah, Kaba Gadih Basanai, Kaba Malin Deman, Kaba Rambun Pamenan. di dalam kaba (cerita) tukang kaba tidak hanya menyampaikan bahan berbentuk prosa ssaja seperti contoh di atas, tetapi tukang kaba juga menyampaikan bahan cerita yang bukan cerita dengan bentuk seperti petuah adat dan nasihat seperti halnya gurindam. Kaba adalah genre sastra tradisional Minangkabau berupa prosa. Kaba dapat dibacakan maupun didendangkan. Bentuknya berupa pantun lepas maupun pantun berkait disertai ungkapan pepatah-petitih, mamangan, pameo, kiasan, dan sebagainya. Kaba berfungsi untuk menyampaikan cerita atau amanat. Biasanya tokoh dalam kaba tidak jelas dan nama-namanya cenderung bersifat simbolik. Kaba yang disampaikan oleh seorang tukang kaba. Pertunjukan kaba berbeda-beda bergantung daerah Minangkabau. Ada yang menyampaikan kaba dengan randai, ilau, atau dengan nyanyian yang disebut basijobang. Sesudah Perang Dunia I, kaba mulai dipertunjukkan sebagai sandiwara dan diterbitkan. Kaba pertama kali ditulis dalam bahasa Melayu dengan huruf Latin sehingga berkembang sebagai cerita yang bertema aktual. Cerita kaba selalu diawali kisah tambo yang memaparkan asal usul Minangkabau.

Baikayaik adalah salah satu sastra lisan Minangkabau, yang biasanya banyak ditemukan dari daerah Pariaman. Sastra lisan ini berisi cerita nabi yang didendangkan (Sulastri, 1989), teksnya digubah dalam bentuk prosa liris. Baikayaik sangat kental akan dengan Islam, karena biasanya Baikayaik dipertunjukkan pada waktu perayaan atau ritual agama. Seperti halnya peringatan Maulud Nabi yang dilakukan di surau atau di mesjid. Baikayaik dipertunjukkan juga di rumah – rumah masyarakat, yakninya pada acara mandoa, baik mandoa selamatan atau kemalangan, contohnya, acara khitanan aqiqah serta naik batu dan mandoa 100 hari meninggal dunia. Biasanya ikayaik di iring dengan badikia yang dilakukan secara berganti-gantian, setelah tukang dikia beristirahat, pada pelaksanaannya. Pendendangan Baikayaik tidak diiringi instrumen bunyi bunyian atau alat musik, yang hanya merupakan dendangan lisan.

Badikia adalah salah satu tradisi kesenian minangkabau yang sudah jarang di temukan. Badikia merupakan suatu kesenian yang di dalamnya terdapat salawat Nabi Muhammad. Biasanya badikia dimainkan oleh tukang dikia dengan memakai alat berupa rebana yang terbuat dari kulit lembu yang berukuran besar. Badikia di mainkan oleh kaum laki-laki, dan sambil menabuh rebana para pemain ini juga melantunkan nyanyian salawat nabi. Badikia bertujuan sebagai hiburan dan juga suatu bentuk kiriman doa untuk nabi muhammad SAW. Di kebanyakan daerah Badikia ditampilkan pada acara maulud Nabi Muhammad, namun di Solok Selatan Badikia di tampilkan sebagai pengiring pengantin dan juga bisa di tampilkan dalam malam resepsi pernikahan.

Batombe merupakan seni pertunjukan balas-membalas pantun yang disampaikan dengan cara mendendangkan pantun antara kaum laki-laki dan kaum perempuan yang berasal dari Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Pada awalnya, tradisi kesenian batombe bermula dari tradisi membangun Rumah Gadang. Konon, masyarakat Nagari Abai masih sangat sunyi dan diselimuti beragam ancaman mulai dari beragam satwa liar serta cuaca. Oleh karenanya masyarakat berinisiatif untuk membangun Rumah Gadang yang dapat ditempati bersama-sama. Tradisi Batombe bertujuan untuk memotivasi pria dewasa agar kembali bersemangat menebang pohon ke hutan selepas makan siang. Pohon yang ditebang tersebut akan diolah menjadi tonggak, tiang, dan papan untuk membangun Rumah Gadang pertama di Nagari Abai. Rumah Gadang tersebut dikenal dengan nama Rumah Gadang 21 Ruang, rumah adat terpanjang di Sumatra Barat. Selain berfungsi untuk menjaga keselamatan penduduk dari serbuan binatang buas dan tempat hunian keluarga, pembangunan Rumah Gadang tersebut juga diproyeksikan sebagai tempat pertemuan dan pusat pagelaran seni budaya.

OLEH ; Kevin Juandri Pratama, Mahasiswa Universitas Andalas jurusan Sastra Minangkabau.

Kategori
BUDAYA NUSANTARA

Ketua PBNU Gus Fahrur Apresiasi KSAD Jenderal Dudung Atas kepedulian dan kesejahteraan prajurit dan rakyat

Jakarta, (persepsi.co.id) – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fahrur Rozi atau akrab disapa Gus Fahrur memberikan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang tidak pernah lelah menunjukkan kepeduliannya akan kesejahteraan prajurit dan rakyat.

“Langkah pak Dudung ini bagus sekali karena masyarakat membutuhkan pemberdayaan dan penguatan itu. Dan sinergi tentara dengan masyarakat di bidang ketahanan pagan sangat dibutuhkan. Itu sangat strategis karena masyarakat kita punya kultur agraris,” ujar Gus Fahrur saat dihubungi, Jumat (13/1/2023) sebagaimana keterangan pers yang diterima kantor pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Minggu (15/1/2023).

Apresiasi itu disampaikan Gus Fahrur terkait penyerahan 20 unit rumah dinas kepada prajurit TNI dan bantuan sosial kepada masyarakat tidak mampu di Sulawesi Selatan. 

Gus Fahrur juga mengatakan bahwa kunjungan Jenderal Dudung ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam rangka pembangunan peternakan sapi, budi daya ikan tawar, dan perkebunan, cukup tepat dalam membantu pemerintah pusat mengantisipasi krisis pangan, yang tengah melanda sejumah negara di Eropa.

“Itu (peternakan, perkebunan dan pertanian) keunggulan yang kita miliki bangsa Indonesia dalam menghadapi resesi ini. Dan dunia ini menghadapi kekurangan pangan, dan sekarang sudah terjadi di Eropa (krisis pangan). Inggris tidak punya pangan mereka impor. 

“Tanah Indonesia sangat subur, kultur masyarakat agraris dan memang harus dipercayakan menjadi swasembada pangan dan daging. Semua kekayaan kita harus ditumbuhkan karena negara ini sangat subur dan sangat luas. Jadi keunggulan kita dalam menghadapi resesi adalah ketahanan pangan,” tambah Gus Fahrur.

Menurut Gus Fahrur, Jenderal Dudung tulus dan ikhlas membantu prajurit dan masyarakat dan hal ini harus didukung semua kalangan karena TNI lahir dari rahim rakyat. Karena itu, lanjut Gus Fahrur, selain membangun sinergisitas TNI dengan rakyat, hal yang dilakukan Jenderal Dudung tersebut adalah bagian dari merawat persatuan dan kebhinekaan.

“Itu betul, bahwa tentara itu harus peduli dengan rakyat, kebutuhan rakyat, salah satunya dukungan untuk pertanian, dan itu akan sangat mengena di hati rakyat karena itu bersinghungan langsung, pertenakan, air bersih, pertanian. Itu hajat hidup masyarakat yang harus terus dikuatkan untuk menjaga persatuan dan kebhinekaan,” pungkasnya.

Kategori
BUDAYA SOSIAL

Gubernur Lemhanas: Angkatan Keempat TNI Bidang Siber Sedang Berevolusi

JAKARTA, (persepsi.co.id) – Salah satu lompatan strategis yang saat ini sedang dilakukan Pemerintah Indonesia adalah membentuk angkatan keempat di bidang digital dan siber. Pernyataan ini terungkap dari bincang-bincang dengan Gubernur Lemhanas Andi Widjajanto dalam Patra Channel Youtube, Kamis 12 Januari 2023. Dalam perbincangan dan diskusi bersama host Medrial Alamsyah ini, Andi menyebutkan sebenarnya TNI sedang melakukan evolusi pembentukan angkatan keempat ini.

Saat ini Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di masing-masing angkatan sudah mempunyai pusat siber yang komandannya adalah perwira bintang satu. Menurut Andi ke depannya yang dibutuhkan untuk membentuk pasukan khusus ini adalah struktur organisasi yang lebih besar sehingga kemampuan kapasitas siber pertahanan meningkat secara signifikan. Andi mencontohkan Singapura yang baru saja membentuk angkatan keempat digital dan intelijen pada 28 oktober 2022 lalu. Singapura perlu membentuk angkatan ini setara dengan angkatan darat, laut dan udara karena negara ini secara progresif membangun kemampuan di empat bidang utama dalam komando, kontrol, komunikasi, dan komputer dan intelijen. Organisasi Siber Pertahanan yang didirikan pada tahun 2017 berfungsi untuk mengoordinasikan upaya keamanan siber di sektor pertahanan. Tak hanya Singapura, Andi mencontohkan Amerika Serikat dan Cina yang juga sudah membentuk pasukan khusus yang juga khusus konsentrasi khusus ke siber. Amerika Serikat memiliki 5 Angkatan pertahanan, Darat, Udara, Laut, Antariksa, dan Cyber War. Salah satu badan keamanan di AS adalah National Security Agency (NSA).

Saat ini dan kedepan, menurut Andi kekuatan intelijen digital diperlukan untuk secara efektif menangani ancaman digital dari pelaku ancaman eksternal yang diperkirakan akan tumbuh dalam jumlah, kecanggihan, dan organisasi. Beruntungnya tingkat kematangan teknologi di dunia sudah membaik. Meski diakui oleh Andi, masalah utama sekarang ini teknologi digital berkembang lebih cepat dibandingkan arsitektur keamanannya. ”Tapi itupun tidak lamban. Saat Presiden Joko Widodo berkuasa pertama kali belum ada badan siber sama sekali. Pada 2018 kemudian dibentuk badan siber, lembaga sandi negara diubah menjadi badan siber. Hanya dalam waktu empat tahun saja di setiap angkatan ada pusat siber termasuk di kepolisian dan badan intelijen. Tingkat adaptasinya ternyata lebih cepat,” katanya.

Di Indonesia, kerusakan yang terjadi belum sistematis. Padahal menurutnya selama 2020-2021 saja terjadi 240 juta kali anomali seperti malware, phishing, ransomware, pencurian data hingga gangguan server.”Artinya satu bulan 20 juta kali, hampir 1 juta perhari atau ratusan ribu dalam waktu 24 jam saja. Tapi belum ada kan serangan yang merusak secara sistematis dan struktural,” katanya.

Nah, tantangan terbesar untuk membentuk angkatan keempat ini adalah menyiapkan sumber daya manusia yang khusus mempelajari dunia siber. Ia optimistis penyediaan sumber daya ini akan terpenuhi karena pemerintah sekarang menyediakan banyak fasilitas bea siswa kepada anak-anak muda untuk mempelajari dunia siber. Ia mencontohkan salah satu mahasiswanya di Universitas Indonesia baru saja menyelesaikan studi di bidang keamanan siber di Australia. Tak hanya itu, belum lama ini seorang anak muda lulusan Binus dan ITB juga baru menyelesaikan studinya di Korea Selatan di bidang alogaritma. ”Baru saja lulus, anak muda ini sudah mendapat tawaran magang bekerja di Hyundai,” katanya.

Kehadiran Andi di Patra Channel didampingi sejumlah kerabat dekat sesama alumni SMA 39 Cijantung Jakarta yang tergabung dalam Paguyuban 3989. Perkumpulan ini sendiri diinisiasi oleh Andi Widjajanto yang kemudian didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Paguyuban 3989. Paguyuban 3989 fokus pada aktivitas sosial, pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya alumni SMA 39 Cijantung Jakarta.(*)

Kategori
BUDAYA

Gelar Festival Kebudayaan, Pemkab Serang Jadikan Kecamatan Tanara Kawasan Wisata Religi

SERANG (persepsi.co.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus memperkuat Kecamatan Tanara sebagai kawasan wisata religi Syeikh Nawawi Albantani. Salah satunya dengan menggelar Festival Kebudayaan Tanara yang dimulai Kamis (12/1/2023).

“Tanara ini punya historis, punya sejarah, untuk diangkat menjadi daerah wisata religi, ini luar biasa. Karena kita tahu, punya nama besar Syeikh Nawawi Al Bantani, nah ini yang akan kita angkat,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat diwawancara wartawan.

Festival Kebudayaan Tanara menampilkan berbagai kegiatan. Mulai dari qasidah, tari ringkang jawari, marawis, silat kaserangan, kajian kitab kuning, talkshow, workshop kerajinan, bazzar UMKM, dan donor darah. Festival dilaksanakan di Taman Alquran Tanara, Kecamatan Tanara. Kegiatan inti dilaksanakan pada Tanggal 12, 21, dan 28 Januari 2023.

Menurut Tatu, dalam mengembangkan wisata religi, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), dan sejumlah perguruan tinggi di Banten. “Seperti yang selalu saya sampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Serang kami punya konsep pentahelix. Ada keterlibatan dunia industri atau pengusaha, pemerintah itu sendiri, perguruan tinggi dan kawan-kawan media . Harus satu kesatuan,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten ini.

Banyak hal yang akan dilakukan Pemkab Serang dalam pengembangan wisata halal atau wisata religi. “Terutama yang terpenting adalah ilmu yang diberikan oleh Syeikh Nawawi Al Bantani yaitu kitab kuning. Harus kita lestarikan dan di Kabupaten Serang, semua pondok pesantren tentunya menggunakan kitab kuning, dan harus menjadi pelajaran yang bisa di ikuti oleh masyarakat umum,” ujarnya.

Proses pembangunan Pusat Kajian Kitab Kuning Syeikh Nawawi terus dilakukan. Dimulai dari penyediaan lahan. “Namun tidak kalah penting, kita persiapkan dulu sumber daya manusianya dulu. Masyarakatnya harus siap secara kultur dan kepeduliannya terhadap lingkungan dalam pengembangan wisata religi,” ujarnya.

Wisata Religi Tanara diproyeksikan menjadi wisata yang terintegrasi ke kawasan ziarah Banten Lama di Kota Serang. Menurut Tatu, kawasan Kabupaten Serang bagian utara, yaitu Kecamatan Tanara, Pontang, dan Tirtayasa didorong untuk menjadi wisata kebudayaan Islam, keilmuan melalui kajian kitab kuning, dan kuliner.

“Di sini punya potensi daerah perikanan, dalam hal kulinernya kita dorong supaya ekonomi bergerak. Kemudian daya tarik dari nama besar Syeikh Nawawi Albantani, bukan hanya di Indonesia, bisa mengundang wisatawan mancanegara Timur Tengah,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM, Arie Sujito mengapresiasi Pemkab Serang yang telah melakukan kolaborasi dengan UGM dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Kolaborasi sudah dilakukan Pemkab Serang dengan UGM, dan sejumlah perguruan tinggi di Banten.

“Kabupaten Serang ini punya sumber daya yang luar biasa. Kami ingin menguatkan kolaborasi, dan menguatkan partisipasi masyarakat. Sekarang kita bangkit dan menumbuhkan UMKM. Saya ucapkan terima kasih atas upaya Pemerintah Kabupaten Serang untuk terus bersinergi dengan perguruan tinggi,” ujarnya.(rat)

Kategori
BANTEN BUDAYA

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Panen Bawang Merah Bersama Danrem 064/MY dan Para Petani

Banten, (persepsi.co.id) – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar melakukan Panen Bawang Merah Bersama Kelompok Tani dan Komandan Resort Militer 064/Maulana Yusuf Brigjen Tatang Subarna di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (11/1/2023).

Al Muktabar mengatakan bawang merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Provinsi Banten. Panen bawang merah ini diharapkan menjadi bagian upaya pengendalian inflasi di Provinsi Banten.

“Kita melakukan panen bawang merah. Bawang merah adalah salah satu komoditi pemicu tingkat inflasi. Dan ternyata bawang merah itu cukup baik dikembangkan di beberapa titik di Provinsi Banten,” ungkap Al Muktabar.

“Itu terus kita dorong dan mudah-mudahan kita bisa mengendalikan inflasi, khususnya pada bawang merah, selanjutnya nanti komoditi lainnya,” sambungnya.

Selanjutnya, Al Muktabar menuturkan pihaknya akan terus melakukan kolaborasi antara Pemerintah dengan para petani sebagai upaya peningkatan produktivitas bawang merah di Provinsi Banten.

“Dengan terus menerus kita lakukan kolaborasi ini, diharapkan bisa menjadi tatanan kehidupan masyarakat, nilai jualnya baik dan nantinya daya beli akan tinggi, serta sumber pendapatan kita juga baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Al Muktabar menyampaikan bahwa bawang merah produksi Provinsi Banten juga tidak kalah dengan bawang merah dari daerah sentra bawang merah lainnya.

“Di beberapa titik (di Provinsi Banten, red) sudah dikembangkan. Bawangnya besar dan segar. Jadi tidak kalah dengan bawang dari daerah lain,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid mengatakan Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah produksi bawang merah yang cukup besar. Setidaknya terdapat 200 hektar lahan yang ditanam bawang merah di Kabupaten Serang.

“Salah satunya di Desa Toyomerto ini ada 10 hektar, dan kami menyebutnya sebagai kampung bawang merah. Karena kami ingin menumbuhkan bahwa disini terdapat siklus penanaman bawang merah yang dilakukan sepanjang musim,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Agus Tauchid, untuk panen saat ini angka produktivitas bawang merah cukup bagus, yakni untuk lahan satu hektar dapat menghasilkan diatas 5 ton bawang merah.

“Produktivitas kita tidak terlalu jelek, sekitar 6 hingga 7 ton per hektar,” jelasnya.

Selain itu, Agus Tauchid juga menuturkan setidaknya dalam satu tahun, para petani bawang merah mampu melakukan 2 hingga 3 kali panen.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Sumber Bawang Rasito menyampaikan dalam membudidayakan bawang merah, terdapat beberapa faktor yang menjadi perhatian. Di antara faktor iklim dan perawatan tanaman, mulai dari penanaman hingga panen.

“Kalau kami proses dari tanam hingga panen itu sekitar 55 hari, dan kemarin kita panen bersama dinas itu hasil panennya satu hektar menghasilkan sekitar 9,7 ton,” tandasnya.(*)