Kategori
KESEHATAN

Kodim 0602/Serang Gelar Bakti Sosial Khitanan Massal Gratis 

KOTA SERANG, (Persepsi.co.id) – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam III/Siliwangi Ke 78 Tahun 2024, Kodim 0602 Serang menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Khitanan Massal secara gratis untuk membantu masyarakat, bertempat di Aula Sultan Ageng Tirtayasa Makodim 0602/Serang Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa (25/06/2024).

Komandan Kodim (Dandim) 0602/Serang Kolonel Inf Mulyo Junaidi yang diwakili Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0602/Serang Mayor Cke Dandim Irwansyah, menyampaikan bahwa kegiatan Khitan massal secara gratis ini diselenggarakan memperingati HUT Kodam III/Siliwangi ke 78. Sebagai darma bakti TNI kepada masyarakat, sehingga mereka bisa mengkhitan anaknya secara gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun.

” Terlaksananya khitan gratis ini, adalah hasil kerjasama Kodim 0602/Serang bersama Dinas Kesehatan Kota Serang, dan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Serang. Dengan tenaga medis yang sudah profesional di bidang tersebut, termasuk obat-obatan yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Lanjutnya Khitanan Massal gratis diikuti sekitar kurang lebih 50 orang anak. Dimana metodenya sudah secara modern, yaitu menggunakan alat yang disebut bernama Cauter di dunia kedokteran.

Sementara itu Elis Warga Desa Sukaraja Kecamatan Cikeusal yang anaknya mengikuti Khitanan Massal, didampingi Babinsa Koptu Adrianto. Sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0602/Serang, karena telah menyelenggarakan Khitanan Massal dengan gratis.

” Alhamdulillah akhirnya anak kami bisa di khitan, tanpa harus mengeluarkan biasa sedikitpun. Seandainya tidak ada kegiatan seperti ini, maka belum tentu tahun ini anak kami akan dapat melakukan khitan. Semoga TNI selalu diberikan kekuatan dalam pengabdiannya, kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta pengabdian yang tulus untuk rakyat,” terangnya.

Kategori
KESEHATAN

Rumah Sakit Se-Kota Serang Dukung Program Kesehatan Pemkot Serang 

SERANG, (Persepsi.co.id) – Ruang Aula Walikota Serang, Rabu 24 Januari 2024 diadakan rapat koordinasi antara Pemkot Serang dengan Rumah Sakit se-Kota Serang agar dapat membantu dalam penanganan masalah kesehatan di Kota Serang seperti stunting, gizi buruk, AKI, AKB, dll. Turut hadir ASDA II Yudi Suryadi, Kepala Dinkes Hasanuddin beserta jajarannya, perwakilan Rumah Sakit se-Kota Serang.

Dalam rapat koordinasi kali ini Pemkot Serang mengundang Direktur Rumah Sakit se-Kota Serang untuk ikut dalam program orangtua asuh agar dapat membantu permasalahan kesehatan khususnya Stunting & Gizi Buruk yang ada di Kota Serang.

Pj Walikota Serang Yedi Rahmat yang ditemui setelah selesai rakor mengatakan meminta bantuan kepada seluruh Rumah Sakit se-Kota Serang untuk penanganan Stunting & Gizi Buruk dan melakukan bansos kesehatan kepada penderita Katarak. “Alhamdulillah beberapa Rumah Sakit akan mendukung apa yang direncanakan Pemkot Serang”, ucapnya.

Dibalik itu beliau juga mengatakan bahwa Kota Serang mengalami masalah kurangnya tenaga Ahli Gizi yang ada. “Kami sedang mencari beberapa ahli gizi, yang dimana rumah sakit swasta dan pemerintah hanya memiliki 1 atau 2”, tambahnya.

Selain itu Pemkot Serang memiliki rencana tambahan akan melakukan Bansos yang bekerjasama dengan Rumah Sakit untuk operasi Katarak.

Adapun langkah nyata yang akan dilakukan oleh Rumah Sakit, Pemkot Serang meminta agar dapat membantu dan memfasilitasi bagi Stunting & Gizi Buruk serta, Rumah Sakit pun akan melakukan program orangtua asuh bagi beberapa anak Stunting & Gizi Buruk.

Dalam wawancara yang disampaikan Kepala Dinkes Kota Serang Hasanuddin mengatakan Stunting & Gizi Buruk merupakan program Nasional dari Sabang sampai Merauke agar dapat dituntaskan. Beliau juga mendapatkan teori efektif dan efisien dari ahli gizi untuk anak Stunting & Gizi Buruk agar diberikan makan sebutir telur setiap hari agar terpenuhi gizinya, makanya kita adakan program berbagi telur dari ASN setiap minggunya serta sumbangan dari pihak swasta dan Rumah Sakit. Dinkes Kota Serang juga telah memenuhi seluruh puskesmas se-Kota Serang memiliki alat USG dan timbangan bayi bahkan sampai ke Posyandu.

Sedangkan disinggung terkait angka Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB) yang meningkat, beliau tidak memungkirinya akan tetapi akan melakukan upaya-upaya salah satunya meningkatkan layanan ibu hamil dan balita lalu melakukan audit AMP serta peningkatan sosialisasi medis karna minimnya pengetahuan masyarakat dalam penanganan masalah kesehatan untuk ibu dan anak.

Diakhir beliau mengajak semua pihak serta rekan-rekan media untuk membantu dalam penanganan masalah kesehatan seperti Stunting & Gizi Buruk, AKI, AKB, dll.

Kategori
KESEHATAN

Deteksi Dini Tuberkulosis, Rutan Serang Lakukan Skrining TBC Kepada WBP

SERANG, (Persepsi.co.id) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang menggelar kegiatan skrining Penyakit tuberkulosis (TBC) kepada Warga Binaan pemasyarakatan. Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Serang dan Puskesmas Singandaru Kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam blok hunian atau di masjid al-ikhlas Rutan Kelas IIB Serang. Kamis (20/07/2023).

Kepala Rutan Kelas IIB Serang, Prayoga Yulanda mengatakan jika tujuan dilakukannya kegiatan ini sebagai langka kita melaksanakan deteksi dini akan bahayanya penyakit tuberculosis (TBC).

“ Tuberkulosis bisa fatal apabila tidak segera terobati. Seiring waktu, bakteri dapat merusak organ paru-paru maupun organ lain yang terinfeksi, maka dari itu kita melaksanakan kegiatan skrining tbc ini “. Kata Karutan Serang.

Selanjutnya Dokter Rutan Serang, dr ika menjelaskan bahwa TBC adalah penyakit yang di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TBC merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara. Bakteri penyebab TBC umumnya menyerang dan menginfeksi organ paru-paru. Tapi, bisa juga menyerang organ tubuh lain, antara lain ginjal, otak dan tulang belakang.

“ Sebelum dilakukannya pengambilan sample dahak, warga binaan yang jumlahnya sekitar 100 orang ini diberikan sosialisasi tentang penyakit tuberkulosis oleh dinkes kota serang, baru setelah itu dilaksanakan pemeriksaan “. Ucap dr.Ika.

Dr.ika menyebutkan bahwa hasil dari skrining tuberculosis(TBC) di Rutan Kelas IIB Serang adalah Zero Tuberkulosis.

“ Alhamdulillah setelah dilakukannya skrining atau pemeriksaan tbc ini, tidak ada warga binaan yang terindikasi memiliki penyakit tuberculosis “. Jelas dr.ika.

Kategori
Artikel BANTEN BUDAYA KESEHATAN

Kampung KB Jimpitan Wakili Banten di Ajang Kampung Keluarga Berkualitas Nasional

KOTA TANGERANG, (persepsi.co.id) – Kampung KB Jimpitan Kompak Berbagi Berkah (KB2), Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang berhasil menjadi salah satu kandidat kompetisi Kampung Keluarga Berkulitas (KB) tingkat Nasional yang akan diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memeriahkan Hari Keluarga Nasional XXX.

Hal ini terkonfirmasi atas tindaklanjut kunjungan tim penilai verifikasi lapangan tingkat Nasional, Rabu (10/5).

Setibanya di lokasi Tim Penilai disambut dengan kesenian tradisi palang pintu. Hadir pada kesempatan tersebut Walikota Tangerang, Ketua TP. PKK, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, camat Baru Ceper, Lurah Batu Jaya, unsur Forkompimcam, Forum kota sehat, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Walikota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah menyambut baik kedatangan Tim juri verifikasi pusat ini, hal ini disampaikan olehnya dalam sambutannya.

Dirinya merasa bangga dan bersyukur atas keberhasilan wargaa yang telah mengubah Kampung jimpitan yang tadinya kumuh menjadi layak huni, dan dapat dinikmati seluruh warga.

“Dari yang dulunya tidak tertata, kini berubah menjadi indah, bersih dan tertata,” ujar Wali Kota di Kampung Jimpitan, Kelurahan Batujaya, Batuceper,

Apresiasi juga Ia berikan atas dukungan dan perhatian dari pemerintah Pusat, Provinsi khususnya program Keluarga Berencana serta masyarakat yang terus berbenah diri sehingga Kampung KB Jimpitan KB2 dapat bersaing dari 22.000 Kampung KB se-Indonesia menjadi 10 besar Kampung KB terbaik tingkat nasional.

Optimisme dan kebanggaan turut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Banten Rusman Efendi. Meninjau secara langsung, Rusman mengapresiasi perubahan luarbiasa yang dilakukan warga kampung jimpitan karena mampu merubah kawasan yang semula rawa-rawa menjadi lingkungan yang lebih bersih dan asri.

Disamping itu ia pun mengapresiasi beragam kegiatan sosial kemasyarakatan diantaranya pengelolaan sampah yang tadinya menjadi masalah kini justru mampu bernilai ekonomis bagi warga.

Dari ikhtiar yang sudah dilakukan oleh seluruh element masyarakat di lingkungan Kampung Jimpitan, Rusman Efendi optimis Kampung Jimpitan mampu menyabet gelar juara pada Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Nasional Tahun 2023.

“Insha Allah dengan ikhtiar bersama Kita dari 10 besar menjadi yang terbaik di tingkat nasional “. tuturnya.

Diungkapkan perwakilan tim juri verifikasi lapangan Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Yunia Tiara Sina , SKM, hal yang membedakan Kampung Jimpitan dengan peserta lainnya yakni dari segi pendanaan yang seluruhnya berasal dari dana swadaya masyarakat dan juga konsistensi dari seluruh warga untuk merubah wajah Kampung Jimpitan.

Yunia pun mendorong Kampung Jimpitan agar lebih mandiri kedepan salah satunya dengan memajukan sektor UMKM di lingkungan tersebut.

“UMKM nya bisa menjual keluar juga, jadi ekonominya otomatis segala aspek kehidupan masyarakat akan lebih baik”, jelasnya. (Tor/red)

Kategori
KESEHATAN

Hari Bakti Pemasyarakatan Ke 59, Pegawai dan Dharma Wanita Persatuan Lapas Banceuy Lakukan Donor Darah

BANDUNG, (Persepsi.co.id) – Pada hari ini Senin (20/03) Lapas Banceuy dan Dharma Wanita Persatuan Lapas Banceuy mengikuti kegiatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke 59 “Bakti Untuk Indonesia” yang dipusatkan di Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat.

Dalam Kegiatan ini lapas Banceuy mengirimkan perwakilan dari pegawai dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Banceuy. Lapas Banceuy di pimpin langsung oleh Kalapas Heri Kusrita mengikutkan 8 orang perwakilan yang terdiri dari 5 orang perwakilan pegawai dan 3 orang perwakilan dari DWP Lapas Banceuy.

Dalam kesempatan ini Kalapas Banceuy Heri Kusrita mengatakan bahwa satu tetes darah yang di Donorkan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, karena selain menyegarkan tubuh darah kita bisa membantu terhadap sesama.

Kegiatan ini diawali dengan pendataan awal dan skrining yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandung, dilanjutkan pengambilan darah untuk Donor terakhir observasi dengan target 40 Labu

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Bakti untuk Indonesia dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke 59 yang dilaksanakan serentak di seluruh pemasyarakatan se Indonesia, khususnya bagi Lapas Banceuy sebagai pelayanan prima bagi masyarakat.

Kategori
KESEHATAN SOSIAL

Percepatan Penurunan Stunting, Pemkab Serang Libatkan TP PKK

Serang, (persepsi.co.id) – Pemerintah Kabupaten Serang terus melibatkan berbagai potensi dalam percepatan menurunkan angka stunting, salah satunya Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Selain itu, keberadaan PKK bisa terus menguatkan perekonomian masyarakat dan ketahanan pangan.

“Kegiatan-kegiatan PKK selama ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Serang, dan terus ditingkatkan sinergi dengan organisasi perangkat daerah,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di sela-sela senam bersama dalam rangka hari ulang tahun PKK yang ke 51 di halaman Pendopo Bupati Serang, Jumat (10/3/2023).

Menurut Tatu, banyak persoalan di masyarakat yang menjadi prioritas program Pemkab Serang, salah satunya penurunan angka stunting. Program strategis nasional ini bergandengan dengan TP PKK hingga ke tingkat desa. “Kegiatan lain yang berkaitan dengan penguatan ekonomi juga PKK dilibatkan. Sebab ibu-ibu PKK ini ada dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Penurunan kasus stunting di Kabupaten Serang sejak tahun 2019 hingga Tahun 2021 mencapai 12,23 persen. Pada tahun 2024 ditargetkan turun sebanyak 14 persen.

“Jumlah tim penggerak PKK ini cukup besar, dan harus dilibatkan dalam program strategis pemerintah. Kemudian perlu evaluasi mana yang kegiatan yang harus ditingkatkan, dan yang sudah baik terus dilakkan setiap tahunnya. Sukses dan selalu penuh kebersamaan untuk TP PKK Kabupaten Serang,” ujar Tatu.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Serang Habibah Supriatna mengatakan, penanggulangan stunting menjadi program skala prioritas TP PKK Kabupaten Serang untuk membantu Pemerintah Daerah. “Dalam penanganan stunting, kita mengarah pada ketahanan pangan. Menyeluruh dari PKK kecamatan hingga desa,” ujarnya.

Salah satu program yang dijalankan, bagaimana mendorong setiap keluarga punya ketahanan pangan mandiri. Antara lain budidaya lele dalam ember, menanam sayuran, hingga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan. “Setidaknya, setiap keluarga punya asupan gizi yang baik,” ujarnya. (*)

Kategori
KESEHATAN

Kunjungi Korban Kecelakaan Kerja di RS Mandaya Royal Hospital, BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Sebesar 1,1 Miliar

TANGERANG, (Persepsi.co.id) – Guna memastikan perawatan dilakukan secara maksimal, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Yasaruddin menjenguk salah satu peserta BPJamsostek yang mengalami kecelakaan kerja dan kini sedang di rawat di RS Mandaya Royal Hospital. Rabu, (08/03).

Eko Abril Putra merupakan karyawan PT Penguin Rotamould, yang mana kegiatan sehari-harinya sebagai supir truk. Ia kini sedang dirawat di RS Mandaya Royal Hospital usai mengalami kecelakaan di jalan tol Cibitung Cilincing KM 04 Wanasari Kec Cibitung Kab Bekasi pada 31 Januari 2023 lalu.

Akibat kejadian tersebut, ia diagnosa beberapa penyakit di bagian organ dalam sehingga harus dirawat secara intensif. Adapun biaya pengobatannya saat ini sudah mencapai 1,1 Miliar.

Saat ditemui, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Yasaruddin mengatakan bahwa kedatangannya untuk memastikan perkembangan perawatan kepada salah satu peserta aktif BPJamsostek yang mengalami kecelakaan kerja tersebut.

“Hari ini saya menjenguk secara langsung salah satu peserta BPJamsostek yang saat ini sedang di rawat di salah satu Rumah Sakit PLKK yang menjadi mitra BPJS Ketenagakerjaan. Untuk itu, semoga kedatangan kita dapat memberikan semangat kepada Eko Abril Putra sehingga dapat segera sembuh,” katanya.

“Dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada RS Mandaya Royal Hospital yang telah memberikan perawatan yang terbaik kepada peserta kami yaitu Eko Abril Putra yang telah mengalami kecelakaan lalu lintas saat sedang bekerja,” imbuhnya.

Yasaruddin menambahkan untuk biaya perawatan akibat kecelakaan kerja ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan indikasi medis sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin kepastian perlingan kepada tenaga kerja yang mengalami resiko kecelakaan kerja.

“Selain itu, saya juga ingin menyampaikan ke masyarakat, bahwa perawatan bagi peserta BPJamsostek yang mengalami kecelakaan kerja tidak hanya dilakukan di Rumah Sakit pemerintah, tetapi di Rumah Sakit swasta yang telah kerjasama dan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yasaruddin menjelaskan bahwa program jaminan sosial BPJamsostek sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Dan ini sebagai bukti, bahwa program BPJamsostek sangat dibutuhkan bagi masyarakat khususnya para pekerja yang menjadi peserta BPJamsostek,” ucapnya.

“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh perusahaan yang belum mendaftarkan karyawan menjadi peserta BPJamsostek agar segera mendaftarkannya, dan juga kepada masyarakat yang pekerja Sektor Informal atau Bukan Penerima Upah seperti Tukang Ojek, Pedagang, Petani, Nelayan dan lain-lainnya untuk segera bergabung menjadi peserta BPJamsostek agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ajaknya.

Sementara itu, dr. Benedictus Reinaldo Widaja selaku Owner Mandaya Royal Hospital mengapresiasi program Jaminan Kecelakaan Kerja BPJamsostek. Ia mengaku bahwa program BPJamsostek sangat dibutuhkan bagi masyarakat khususnya para pekerja.

“Dan kami jajaran Mandaya Royal Hospital mengucapkan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami sebagai salah satu rumah sakit yang menjadi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) untuk memberikan perawatan bagi peserta BPJamsostek yang mengalami kecelakaan kerja,” ucapnya.

Menanggapi kunjungan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten tersebut, Mariance selaku ibu dari Eko Abril Putra mengucapkan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada BPJS Ketenagakerjaan dan PT Penguin Rotamould yang telah membantu biaya pengobatan anak saya. Apalagi kami orang kurang mampu yang hanya tinggal di kontrakan, dan kami tidak akan mampu untuk dapat membayar biaya pengobatan dan perawatan sebesar ini,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

“Bantuan Jaminan Kecelakaan Kerja yang diberikan sangat membantu kami, sekali lagi saya ucapkan terimakasih,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Alpian Kepala Kantor BPJS Ketenagekerjaan Cabang Tangerang Batuceper menambahkan bahwa ini adalah sebagai salah satu bukti nyata negara hadir melalui BPJamsostek dimana smpai saat ini biaya pengobatan edi sudah smpai dengan 1,1 miliar, untungnya seluruh biaya akan di tanggung oleh BPJamsostek.

“Sesuai amanat undang undang untuk kejadian kecelakaan kerja ini akan diberikan layanan pengobatan dan perawatan smpai yang bersangkutan sembuh atau pengobatan dinyatakan selesai secara medis, dan tanpa ada batasan biaya,” ucapnya.

“Kami menghimbau kepada seluruh pemberi kerja baik formal maupun informal untuk mendaftar bpjs ketenagakerjaan agar terlindungi ketika terjadi resiko sosial,” tutup Alpian.

Kategori
ADVERTORIAL KESEHATAN

Pencegahan Peningkatan Risiko Stunting, Dinkes Banten Adakan Sosialisasi Pencanangan Terintegrasi Minum Tablet Tambah Darah

 

Banten, (persepsi.co.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi mengadakan Sosialisasi dan Pencanangan Terintegrasi Minum Tablet Tambah Darah (TTD) Tingkat Provinsi Banten Banten dalam Upaya Pencegahan Peningkatan Risiko Stunting di Aula Gedung A Dinkes Banten pada (21/02/2023).

 

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari Bappeda Provinsi Banten, Biropemkesra Provinsi Banten, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Kementerian Agama Wilayah Provinsi Banten, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kementrian Agama Wilayah Kabupaten/Kota, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, TPG Puskesmas, Petugas UKS, dan lainnya.

 

Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS Kepala Dinas Kesehatan Banten mengatakan bahwa Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Pusat, karena pada tahun 2035 Indonesia akan mengalami bonus demografi.

 

“Bonus Demografi yang dimaksud adalah dimana saat Negara lain kekurangan SDM produktif, Indonesia pada tahun tersebut akan memiliki banyak SDM dalam usia produktif. Oleh karena itu Peningkatan Kualitas SDM jadi salah satu program prioritas dan harus dimulai dari sekarang” kata Ati.

 

Berbicara tentang SDM, Ati mengatakan bahwa itu tak lepas dari permasalahan stunting. Saat ini penanganan stunting biasa dilakukan dalam 2 cara yakni dengan Intervensi Sensitif dan Intervensi Spesifik.

 

“Intervensi gizi spesifik, yakni intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan. Sementara intervensi gizi sensitif, yakni intervensi pendukung untuk penurunan kecepatan stunting, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi” kata Ati.

 

“Saat ini yang kita lakukan adalah dengan Intervensi Spesifik, kita lakukan intervensi mulai dari 1000 hari pertama kehidupan” tambah Ati.

Melihat kondisi tersebut, maka upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya.

 

Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu. Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR)

 

Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia khususnya Banten, sehingga terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal.

 

Pada tahun 2022, Kementerian Kesehatan menerbitkan Program Aksi Bergizi yang merupakan kegiatan terintegrasi bagi remaja khususnya di sekolah berupa kegiatan sarapan bersama, olahraga, minum ttd, dan edukasi mengenai kesehatan.

 

Hal ini telah didukung oleh lintas kementerian dengan terbitnya surat keputusan bersama 4 menteri (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri) tentang penyelenggaraan peningkatan status kesehatan peserta didik, juga surat dukungan kegiatan aksi bergizi dari Kemendikbud-Ristek dan Kemenag.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2018, Persentase anemia pada kelompok usia 5-14 tahun sebesar 26% dan pada kelompok usia 15-24 tahun sebesar 32%.

 

“Hal ini perlu mendapat perhatian Khusus , karena anemia pada anak usia sekolah dan remaja berdampak pada peningkatan risiko stunting dan khusus pada remaja puteri akan mempengaruhi kualitas keturunannya apabila remaja tersebut kelak hamil. Selain itu, anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)” Ujar Ati.

 

Ati Berharap Semoga kegiatan ini akan mendapatkan banyak dukungan dalam implementasi Program Pencanangan Terintegrasi Minum Tablet Tambah Darah di Provinsi Banten sehingga permasalahan dan hambatan di lapangan bisa teratasi sehingga bisa mencetak generasi Banten yang sehat dan berprestasi. Banten Tangguh Ekonomi Tumbuh” tutup Ati.

 

Terakhir dalam acara tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Banten memberikan Penghargaan kepada Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dengan 4 Kategori, Diantaranya :

 

1. Prevalensi Stunting Terendah diraih oleh Kota Tangerang Selatan.

2. Persentase Minum Tablet Tambah Darah Tertinggi diraih oleh Kota Cilegon.

3.Sekolah Terbanyak Melaksanakan Aksi Bergizi diraih oleh Kabupaten Tangerang.

4. Persentase remaja putri mendapat tablet tambah darah diraih oleh Kota Serang. (Adv)

Kategori
KESEHATAN

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kota Medan Butuh Dukungan dari Berbagai Pihak

Penulis: Seri Ulina Purba, Mahasiswa S2 IKM USU

Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia yang mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya pemulihan dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam upaya peningkatan kesehatan. Dengan pendekatan multisektoral, setiap pelaku di pusat dan daerah, sesuai dengan misi dan fungsi utamanya, berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung upaya penyadaran masyarakat melalui kampanye dan penyuluhan hidup sehat dan perubahan perilaku hidup sehat. Mengingat pencegahan penyakit akan sangat bergantung pada perilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, tersedianya sarana dan prasarana, dan dukungan hukum untuk hidup sehat, Partisipasi aktif semua sektor baik pemerintah pusat maupun daerah, sektor non pemerintah dan masyarakat (bisnis, organisasi profesional) diperlukan akademisi dan lembaga/lembaga swadaya masyarakat.

Tujuan dari GERMAS adalah untuk menurunkan kasus penyakit menular dan tidak menular, menurunkan beban pembiayaan kesehatan karena peningkatan penyakit dan juga menghindarkan penurunan produktivitas penduduk. Program ini sudah dicanangkan sejak tahun 2016. Upaya advokasi program GERMAS di Indonesia adalah adanya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Untuk Provinsi Sumatera Utara pelaksanaan Germas tahun 2018 telah ditetapkan ada 7 (tujuh) Kabupaten/Kota Lokus, yaitu : Dairi, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Nias Utara, Tapanuli Tengah dan Gunung Sitoli. Adapun upaya yang dilakukan untuk terlaksananya Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yaitu pameran kesehatan dan penyebaran informasi di radio, TV sport dan koran/surat kabar. Bagaimana dengan upaya Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) di Kota Medan?

Kota Medan sendiri merupakan kota terbesar nomor 3 di Indonesia dengan jumlah penduduk 2.460.858 jiwa. Upaya advokasi dalam promosi kesehatan GERMAS di Kota Medan adalah dengan ditetapkannya Peraturan Walikota Medan Nomor 61 Tahun 2021 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Kota Medan. Peraturan ini ditetapkan oleh Walikota Medan Bapak Muhammad Bobby Afif Nasution pada tanggal 16 Desember 2021. Upaya advokasi ini mengalami keterlembatan dibandingkan daerah lainnya. Berdasarkan Kementerian PPN/Bappenas per tanggal 28 Desember 2018, sekitar 241 Kabupaten/Kota yang sudah menerbitkan kebijakan Germas.

Pelaksanaan kebijakan GERMAS di Kota Medan belum sepenuhnya berjalan secara nyata. Salah satu kebijakan yang belum terlaksana sepenuhnya adalah pada pasal 9 Peraturan Walikota Medan Nomor 61 Tahun 2021 yang menyebutkan bahwa perangkat daerah mengambil langkah untuk melaksanakan senam minimal 2 kali seminggu dengan durasi minimal 35 menit, meningkatkan kegiatan olahraga di sekolah dan memfasilitasi penyelenggaraan olahraga masyarakat. Kemudian aspek lainnya yang perlu diperhatikan adalah penyediaan kantin sehat dan penyediaan fasilitas sanitasi yang bersih di institusi pendidikan, tempat kerja, tempat umum dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Penyediaan kantin sehat di Kota Medan belum terlaksana. Kantin sehat merupakan usaha komersial yang menyediakan makanan dan minuman sehat bagi warga sekolah, kampus, bahkan di tempat kerja yang menyediakan fasilitas penerapan ilmu kesehatan dan gizi, serta menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Kantin sehat di sekolah dan kampus sangat penting karena sebagai pemberi asupan gizi pada generasi muda. Sangat menyedihkan apabila anak-anak yang merupakan penerus bangsa mengkonsumsi makanan yang kurang berkualitas sehingga menganggu perkembangan tubuh dan otak. Sebelumnya terdapat satu kantin sehat di Kota Medan yaitu di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara, namun kantin ini sudah tidak beroperasi lagi. Diharapkan kantin ini beroperasi kembali dan dapat menjadi contoh untuk sekolah dan kampus lain yang ada di Kota Medan. Konsep kantin sehat adalah kantin yang memenuhi kriteria Kepmenkes 1096/Menkes/Per/VI/2011.

Sebagian besar fasilitas sanitasi yang bersih di institusi pendidikan, tempat kerja, tempat umum dan fasilitas pelayanan kesehatan belum memenuhi syarat laik sehat. Contohnya adalah pasar atau pajak yang ada di Kota Medan, dimana fasilitas sanitasi toiletnya tidak laik sehat. Penyebabnya bisa saja karena pengelolaan dari pihak pajak kurang baik atau bisa saja karena perilaku pengguna toilet atau pedagang dan pembeli. Aspek sanitasi toilet lainnya yang kurang laik sehat adalah toilet SPBU, sekolah, kampus, taman, dan tempat umum lainnya.

Agar Germas berhasil di Kota Medan tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja akan tetapi juga membutuhkan dukungan dalam proses pelakasanaannya dari sektor lain untuk memperbaiki keadaan kesehatan masyarakat Kota Medan. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat kota Medan sampai tingkat lingkungan dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Kategori
KESEHATAN

Lepas Jalan Santai, Pj Gubernur Banten Tekankan Hidup Sehat dan Bahagia

Serang, (persepsi.co.id) – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar lepas peserta Jalan Santai yang dilaksanakan Ikatan Alumni SMAN 1 Ciruas, Kabupaten Serang di Alun-Alun Barat Kota Serang, Minggu (08/01/2023).

Al Muktabar menekankan kepada ratusan peserta Jalan Santai akan pentingnya hidup sehat dan bahagia, salah satunya dengan cara berolahraga yang dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

“Karena dengan kita sehat itu, kita bisa (beraktivitas) lebih maksimal terutama dalam bekerja dan berkiprah melakukan pembangunan di Provinsi Banten,” ungkap Al Muktabar.

Selain itu, Al Muktabar melanjutkan, olahraga juga bermanfaat terhadap kondisi psikologis menjadi lebih baik seperti suasana hati yang dapat meningkatkan kebahagiaan. “Kita berjalan santai dan senam pagi, harapan kita, kita semua sehat dan Bahagia,” tambahnya.

Al Muktabar juga mengapresiasi kegiatan reuni IKA SMAN 1 Ciruas ini. Menurutnya, peran alumninya yang saat ini sudah banyak memberikan kontribusi pembangunan dalam berbagai bidang.

“Ada banyak pencapaian yang didapat para alumni di SMAN 1 Ciruas ini. Ada yang menjadi legislatif, ataupun eksekutif dan semua itu tetap di kerjakan sebagai usaha dalam pembangunan Banten,” jelasnya.

Al Muktabar mengatakan, kegiatan reuni ibisa dijadikan sebagai momentum dalam mempererat tali silaturahmi antar alumni di SMAN 1 Ciruas. Sehingga dengan begitu, mampu menciptakan kegiatan yang positif yang bisa dilakukan dalam proses pembelajaran.

“Kegiatan reuni ini diharapkan jadi momentum mempererat tali silaturahmi kita untuk terus menjalin rasa kekeluargaan yang harus terus semakin kuat lagi, hingga kita kedepannya bisa mendedikasikan diri terhadap ilmu pengetahuan yang mampu bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Al Muktabar.

Sebagai informasi, pada kegiatan ini tidak hanya jalan santai, reuni SMAN 1 Ciruas ini juga diisi dengan berbagai kegiatan lainnya yakni senam massal. Bagi peserta yang beruntung bisa mendapatkan doorprize.

Jalan santai tersebut dihadiri ribuan orang dari berbagai kalangan, mengenakan kostum yang serempak berwarna biru. Meskipun sempat diguyur hujan rintik, peserta jalan santai tetap antusias menuntaskan perjalanan menuju titik finish yang merupakan titik start.(*)