Kategori
PANDEGLANG

Gekrafs Pandeglang Resmi Dikukuhkan, Semangat Baru Ekonomi Kreatif 

PANDEGLANG, (persepsi.co.id) – Guna mendorong kemajuan ekonomi di Kabupaten Pandeglang, kepengurusan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Dewan Pimpinan Cabang (DPC ) Pandeglang resmi dikukuhkan dan dilantik di Gedung Pendopo Pandeglang.

 

Dalam pelantikan itu, Muhamad Agus Salim didaulat menjadi Ketua DPC Gekrafs Kabupaten Pandeglang.

 

Dalam acara pelantikan kepengurusan Gekrafs DPC Kabupaten Pandeglang turut hadir Anggota DPR RI Dimyati Natakusumah, Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian, Ketua DPW Gekraf Provinsi Banten

Agung Winarto,

 

Ketua Umum DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian, menyampaikan optimisme besar dengan hadirnya Gekrafs di Kabupaten Pandeglang. Kehadiran Gekrafs diharapkan dapat menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi dan semangat dunia ekonomi kreatif.

 

“Dengan hadirnya Gekrafs, saya berharap banyak anak muda yang terbuka matanya melihat potensi ekonomi kreatif ini. Mereka bisa terjun ke dunia usaha di sektor ekonomi kreatif, sehingga membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang dan mengurangi angka pengangguran,” ungkap Kawendra, Kamis 4 Juli 2024.

 

Kawendra juga menyebutkan bahwa sejauh ini, Gekrafs telah memiliki hampir 37.000 anggota yang tersebar di 32 provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu, Gekraf juga memiliki perwakilan di enam negara lainnya.

 

“Tentunya ini bisa menjadi wadah atau jalur untuk bersinergi. Ketika ada produk bagus, bisa dibawa keluar negeri sehingga mekanisme sektor usaha akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Sementara itu, Anggota DPR RI Dimyati Natakusumah mengatakan bahwa kehadiran Gekrafs di Kabupaten Pandeglang bisa membawa nuansa harapan baru bagi masyarakat dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Hal ini diharapkan dapat membantu mengentaskan pengangguran, serta mendukung pemerintah dan negara, khususnya Kabupaten Pandeglang.

 

“Kenapa demikian? Karena pengangguran ini menjadi momok bagi kita. Maka, hadirnya Gekrafs memberikan harapan baru sehingga lapangan pekerjaan bisa tumbuh. Mereka bisa menjadi pengusaha yang handal dan meningkatkan perekonomian,” ucap Dimyati.

 

Secara kompleks, Dimyati Natakusumah menyampaikan bahwa Gekrafs DPC Kabupaten Pandeglang harus segera menyiapkan rencana strategis (renstra) untuk mendata pelaku ekonomi kreatif serta mengidentifikasi masalah yang mereka hadapi, seperti permodalan dan pengetahuan dan berbagai hal lainnya.

 

“Sebetulnya Gekrafs itu menampung semuanya, dan saya tahu tujuan Gekraf sangat bagus dalam membantu pemerintah. Selain itu, Gekrafs juga mendorong ekonomi kreatif agar bisa tumbuh dan menjadi pengusaha sukses,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Gekrafs DPC Kabupaten Pandeglang yang baru dilantik, Muhamad Agus Salim menyambut baik kebijakan dan peluang dengan terbentuknya Gekraf di Pandeglang. Selain itu juga Gekraf yang menaungi 17 subsektor ekonomi kreatif, sehingga potensi yang ada di Pandeglang bisa bersinergi dengan seluruh komponen melalui wadah Gekraf.

 

“Dengan adanya Gekraf, kami berharap terjadi kolaborasi yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan perekonomian pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

 

Ia juga mengakui bahwa potensi pelaku ekonomi kreatif di Pandeglang belum sepenuhnya maksimal. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif agar terus memacu dan mengangkat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Pandeglang.

 

“Kami akan berkolaborasi, tidak hanya dengan pemerintah tetapi juga dengan para pelaku ekonomi kreatif dan penggiat pariwisata. Sesuai tagline kami, ‘Berkolaborasi Membangun Negeri,’ Gekrafs akan menyeluruh masuk ke segala lini untuk bersama-sama mengangkat potensi di Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya. ***

Kategori
PANDEGLANG

Tingkatkan Luas Tambah Tanam, Distan Banten Optimalkan Program Irpom dan Pompanisasi

Pandeglang, (persepsi.co.id) – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten terus berupaya melakukan langkah-langkah antisipasi dampak musim kemarau pada sektor pertanian, diantaranya dengan mengoptimalkan program irigasi perpompaan (Irpom) dan pompanisasi.

 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, untuk tahun 2024 ini terdapat 338 unit irigasi perpompaan yang disalurkan oleh pemerintah pusat kepada Kabupaten/Kota di Provinsi Banten. Terdiri dari Kabupaten Lebak 155 unit, Kabupaten Pandeglang 85 unit, Kabupaten Serang 55 unit, Kabupaten Tangerang 28 unit dan Kota Serang 15 unit.

 

“Dalam persyaratan teknisnya 1 unit Irpom mampu mengaliri sekitar 20 hektar sawah, maka dengan 338 unit Irpom mampu mengaliri 6.760 hektar untuk satu kali tanamnya,” ungkap Agus M Tauchid usai melakukan monitoring dan evaluasi Irpom di Desa Gerudug, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Selasa (2/7/2024).

 

Selanjutnya, Agus menyampaikan Irpom tersebut ditujukan untuk sawah tadah hujan. Sehingga diharapkan mampu membantu petani dalam menyelamatkan tamannya pada saat musim kemarau.

 

“Untuk sawah tadah hujan biasanya hanya melakukan tanam sekali dalam satu tahun karena hanya mengandalkan musim penghujan, dan Irpom ini juga diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) hingga 3 kali dalam setahun,” katanya.

 

Selain itu, Agus juga mengungkapkan program Irpom dan pompanisasi tersebut dapat meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) di Provinsi Banten. Terlebih saat ini Pemprov Banten dan Pemerintah Kabupaten/Kota terus meningkatkan kinerja irigasi teknis yang telah ada.

 

“Untuk 2 kali masa tanam Irpom mampu meningkatkan LTT hingga 13.520 hektar, selanjutnya kita juga ada bantuan pompanisasi 1.123. Dengan asumsi 1 pompanisasi mampu membantu 10 hektar, maka akan ada 11.230 hektar untuk sekali tanam,” imbuhnya.

 

“Kalau kita satukan kekuatan antara Irpom, pompanisasi dan irigasi teknis. Maka akan menjadi kekuatan untuk menghadapi musim kemarau,” sambungnya.

 

Lebih lanjut, Agus menuturkan program Irpom dan pompanisasi merupakan salah satu langkah mitigasi risiko musim kemarau yang berdampak pada sektor pertanian.

 

“Irpom dan pompanisasi ini sebagai benteng untuk melindungi tanaman yang ada,” tuturnya.

 

Sementara, Ketua Kelompok Tani Jaya Laksana, Desa Gerudug, Kecamatan Bojong, Rudi Rohim mengatakan, dengan adanya Irpom tersebut sangat membantu para petani, khususnya pada saat masa tanam kedua yang sering menjadi kekhawatiran petani.

 

“Sangat terbantu dengan adanya Irpom ini, bahkan petani jadi semangat. Karena biasanya untuk masa tanam kedua sering gagal panen yang disebabkan kekurangan air,” ujarnya.

 

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Saluyu Raksa Tani, Desa Gerudug, Kecamatan Bojong, Asepullah menuturkan, sebelum adanya Irpom, para petani kerap memiliki kekhawatiran pada saat memasuki masa tanam kedua. Lantaran hanya mengandalkan air hujan dan swadaya petani untuk melakukan pompanisasi.

 

“Kita terbantu dengan Irpom ini untuk meningkatkan IP. Tadinya dalam setahun hanya 2 IP dan itu juga sering gagal karena kurang air. Harapannya dengan ada Irpom ini bisa sampai 3 IP,” katanya.

 

“Dengan adanya irpom ini, petani bisa tanam dan tidak ada kekhawatiran kekurangan air,” pungkasnya.

Kategori
PANDEGLANG

Berikan Doa Untuk Ujung Kulon Culture Festival, Abuya Muhtadi Minta Semua Pihak Melindungi Badak Jawa

PANDEGLANG, (persepsi.co.id) – Panitia pelaksana Kegiatan Ujung Kulon Culture Festival mendatangi kediaman Abuya Muhtadi Dimyati di Pondok Pesantren Roudatul Ulum, di Kampung Cidahu, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang Rabu, 26 Juni 2024.

 

Kedatangan panitia pelaksana Ujung Kulon Culture Festival ini untuk memohon doa restu untuk kelancaran kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Juli 2024 di taman edukasi Sumur Pandeglang.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua Pelaksanaan kegiatan ujung kulon culture festival Yudi Wahyudin menyampaikan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) untuk mengkampanyekan pelestarian satwa dilindungi yaitu badak cula satu sebagai icon Kabupaten Pandeglang.

 

“Kami dari panitia Ujung Kulon Culture Festival akan melakukan kampanye “Lindungi Badak Kita”, agar masyarakat lebih peduli lagi terhadap kelestarian badak cula satu,” ujarnya.

 

Upaya tersebut, kata Yudi menyusul dengan adanya pemburuan puluhan badak cula satu oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Yudi berharap dengan gencarnya kampanye dalam kegiatan nanti, masyarakat akan lebih peduli terhadap kelestarian badak di Ujung Kulon.

 

“Semoga dengan kolaborasi ini masyarakat lebih peduli dalam menjaga dan melestarikan satwa langka yang dilindungi yang ada di Ujung pulau Jawa salah satunya yaitu badak cula satu sebagai simbol Kabupaten Pandeglang,” harapnya.

 

Yudi juga menyampaikan, bahwa dalam event Ujung Kulon Culture Festival nanti akan digelar kegiatan keagamaan diantaranya pembagian 10.000 Al-Qur’an, Parade Qori Nasional dan Tabligh Akbar.

 

“Kegiatan keagamaan ini kita berkolaborasi dengan Yayasan Amanah Takaful, karena kita harus mengkolaborasikan kegiatan kebudayaan dan kegiatan keagamaan yang menjadi icon Pandeglang sebagai kota santri,” ujarnya.

 

Sementara itu, Abuya Muhtadi mengaku sangat empati terhadap pemburuan badak di Ujung kulon. Oleh karenanya ia mendukung dan mengapresiasi aparat kepolisian dalam menegakkan hukum terhadap para pelaku pembunuh badak cula satu di Ujung kulon.

 

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk kita saling menjaga kelestarian badak yang ada di ujung kulon. Dan mendukung aparat kepolisian untuk menindak para pelaku pemburu badak,” ujar Abuya. ***

Kategori
PANDEGLANG

Kabupaten Pandeglang Raih Penghargaan Paritrana Award 2023, Kategori Pelopor Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Rentan Desa

PANDEGLANG, (Persepsi.co.id) – Pemerintahan Kabupaten Pandeglang menerima Penghargaan Paritrana Award 2023 sebagai Pemerintahan Daerah pelopor perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan desa untuk tingkat Provinsi Banten.

Selain itu, Kabupaten Pandeglang juga menjadi juara 1 Paritrana Award 2023 Provinsi Banten katagori Pemerintah Desa yang diraih oleh Desa Bandung, Kecamatan Banjar.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Virgojanti dan diterima oleh Assisten Daerah Ekonomi Pembangunan (Asda Ekbang) Setda Kabupaten Pandeglang Hj Nuriah yang mewakili Bupati Pandeglang, di Hotel Aston Kota Serang, Jum’at (21/24).

Penilaian Paritrana ini dilakukan oleh tim khusus yang langsung diketuai oleh Plh Sekda Banten Virgojanti, dengan Sekretaris Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Kunto Wibowo, Dinas Tenagakerja dan Transmirgasi hingga serikat buruh dan Ombudsman RI.

Assisten Daerah Ekonimi Pembangunan (Asda Ekbang) Nuriah mengatakan, pihaknya berterimakasih atas capaian yang diraih oleh Pemda Kabupaten Pandeglang.

“Ini hasil kerja semua komponen Pemerintah Daerah hingga desa, khususnya Desa Bandung Kecamatan Banjar yg menjadi Juara 1 dan sudah membawa nama baik Pemerintah Kabupaten Pandeglang, semoga tahun depan bukan saja Desa Bandung yang menjadi menjadi terbaik tapi desa lainnya yang ada di pandeglang,”katanya.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Kunto Wibowo mengatakan Paritrana Award ini merupakan program Pemerintah yang diinisiasi oleh Kemenko PMK, Kemendagri, Kemnaker dan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha yang telah mendukung penuh implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Paritrana Award ini diberikan kepada pihak yang mempunyai inovasi luar biasa dengan memberikan jaminan sosial kepada pekerjanya seperti di Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang dan Desa di Kabupaten Tangerang. Kedua desa ini inovasinya luar biasa, memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja yang ada di desa tersebut baik staff desa, petani maupun nelayan,” kata Kunto.

Ia menuturkan, BPJS Ketenagakerjaan tengah berfokus dalam memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para pekerja yang ada di tiap desa di Banten.

Atas hal tersebut, pihaknya menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) untuk bersama mensosialisasikan berbagai program jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita akan berkolaborasi dengan kepala desa dengan APDESI, juga apalagi sekarang kita sudah masuk kerja, maka diwajibkan di undang undang yang baru untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya

Hadir dalam acara itu, Plh Sekda Banten Virgojanti menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan pelayanan jaminan sosial kepada para pekerja di Banten.

“Saya berharap mudah-mudahan semakin banyak dan semakin tinggi lagi kontribusi dari seluruh institusi baik itu Pemda maupun juga perusahaan serta lembaga pemerintah desa yang memberikan perhatian kepada para pekerja, juga para pekerja rentan ya supaya mereka bisa terlindungi,” harapnya.

Sementara itu, ditemui usai kegiatan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Ahmad Fatoni mengucapkan selamat kepada Pemkab Pandeglang yang telah berhasil meraih dua penghargaan Paritrana Award 2023 tingkat Provinsi Banten.

“Selamat saya ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang telah meraih penghargaan Paritrana Award 2023 tingkat Provinsi Banten dalam kategori Pemerintah Daerah pelopor perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan desa dan penghargaan kepada Desa Bandung Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang,” katanya.

“Semoga penghargaan ini dapat ditingkatkan, dan kedepannya saya berharap semakin banyak pekerja rentan yang ada di desa-desa yang ada di Kabupaten Pandeglang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan,” harapnya.

Kategori
PANDEGLANG

Plh Sekda Provinsi Banten Virgopjanti: Masyarakat Banten Harus Jadi Jawara Berdaya Saing di Bidangnya

Pandeglang, (persepsi.co.id) – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, masyarakat Banten harus menjadi jawara-jawara yang berdaya saing di bidangnya. Pasalnya, Provinsi Banten telah maju dan memiliki daya saing dengan daerah lain. Terbukti dengan realisasi investasi lima besar nasional.

 

Hal itu disampaikan Virgojanti saat sampaikan materi Arah Kebijakan Pemerintah Provinsi Banten kepada 143 peserta Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintahan Tahun 2024 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten Jl AMD Lintas Timur No. 6, Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Kamis (20/5/2024).

 

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi dan semangat mereka dalam tugas pengabdian di Pemerintah Provinsi Banten,” ungkapnya.

 

Ditegaskan Virgojanti, dalam pelaksanaan pembangunan Pemprov Banten memiliki arah kebijakan. Ada dokumen perencanaan yang menjadi acuan dalam pelaksanaan seluruh kebijakan pembangunan Provinsi Banten.

 

“Diawali dengan visi dan misi daerah, permasalahannya, isu strategisnya, termasuk sasaran-sasaran yang ingin dicapai sebagai indikator kinerja dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan di Provinsi Banten,” jelasnya.

 

“Saya juga menekankan dalam membangun sikap sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk bisa benar-benar melakukan tugas dengan baik, pengabdian di tengah-tengah masyarakat dalam rangka mengawal pembangunan di Provinsi Banten,” tambah Virgojanti.

 

Karena, lanjutnya, ASN merupakan aset SDM di satu sisi. Di sisi lain sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan sesuai dengan tugas masing-masing. Menurutnya, maju mundurnya institusi tergantung SDM yang ada di dalamnya. ASN ketika di masyarakat harus mampu menjadi teladan serta menyandang etika sebagai aparatur negara.

 

Menurutnya Provinsi Banten memiliki daya saing yg cukup tinggi diantara daerah 2 lainnya . Hal itu ditunjukkan dengan realisasi investasi menduduki posisi kelima nasional.

 

“Sehingga ke depan mindset masyarakat Banten harus berubah. Masyarakat Banten ke depan adalah jawara-jawara yang berdaya saing di bidangnya,” ungkapnya.

Kategori
PANDEGLANG

Qurban Hingga Pelosok FOI Bersama JNE Distribusikan Daging Kepada Masyarakat

Pandeglang, (persepsi.co.id) – Foodbank of Indonesia (FOI) tahun ini melaksanakan Qurban Hingga Pelosok (QHP) ke-10 di dua desa di wilayah Pandeglang dan Bantul Yogyakarta. DiKampung Kadulisung, Desa Koranji, Kec. Pulosari, Pandeglang, kehadiran 2 sapi dan 7 kambing disambut warga dengan gembira karena tahun ini adalah pertama kalinya warga merayakan pemotongan hewan kurban. FOI bersama JNE hadir untuk mendukung pemerataan akses pangan pada masyarakat rentan. Distribusi hewan kurban menyasar pada keluarga prasejahtera, anak-anak dan lansia sebanyak lebih dari 1000 jiwa.

 

Dalam kegiatan ini FOI, organisasi yang mempunyai misi untuk mendorong kemakmuran dan memerangi kelaparan mengajak masyarakat untuk membeli hewan kurban dari para peternak setempat. Hewan kurban selanjutnya didistribusikan untuk masyarakat sekitar. Program tahunan Foodbank of Indonesia ini menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh penerima manfaat di masing-masing desa untuk ikut merasakan kebahagiaan hari raya kurban yang jarang mereka dapatkan.

 

Pelaksanaan QHP pada perayaan hari raya Iduladha 1445 H/ 2024 ini, FOI telah menyembelih dan menyalurkan total 4 ekor sapi dan 17 ekor kambing ke 2 wilayah, Yogyakarta dan Pandeglang. Di Pandeglang, masyarakat Kampung Kadulisung merayakan penyembelihan 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing yang didapatkan dari wilayah terdekat. Kegiatan dihadiri oleh PJ Lurah Desa Koranji, Kanit Polsek Pulosari, Kapolsek dan dibuka oleh Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. FOI bekerjasama dengan JNE sebagai mitra yang membantu pendistribusian daging kurban ke masyarakat setempat bersama relawan FOI Pandeglang.

 

Iyoh, ibu rumah tangga, salah satu penerima manfaat kegiatan QHP #10 ini mengaku sangat

bahagia dan terharu dengan adanya kegiatan kurban di kampung Kadulisung.

 

“Belum pernah ada yang berkurban di kampung Kadulisung. Biasanya kami hanya lihat warga desa lain yang kurban. Alhamdulillah kali ini bisa ada yang menyembelih kurban.” Hal yang sama juga diungkapkan oleh relawan FOI, Cucu Munawaroh, “Saya sangat terharu, kampung Kadulisung dipilih menjadi penerima kurban FOI.

 

Masyarakat di sini sama sekali belum pernah merasakan kurban. Mereka sangat antusias dengan pelaksanaan kurban yang pertama ini.” Masyarakat Kampung Kadulisung sangat berterima kasih kepada FOI dan para donatur atas pengorbanan dan keikhlasannya menyumbangkan sebagian dari harta untuk mereka yang membutuhkan. Kampung Kadulisung, terletak di Desa Koranji, termasuk kampung yang tertinggal dari daerah lain.

 

Masyarakatnya mayoritas menjadi buruh tani untuk menghidupi diri dan keluarga. Kurban kali ini menjadi momen yang membahagiakan bagi warga Kampung Kadulisung karena dapat turut serta menikmati daging kurban yang belum pernah mereka dapatkan.

 

Pembagian daging kurban tidak hanya untuk warga Kampung Kadulisung. Koordinator FOI

Pandeglang, Priyono, menjelaskan bahwa ada 500 lebih warga yang mendapatkan manfaat dari program QHP #10 ini termasuk anak-anak dan lansia.

 

“Daging sapi dan kambing didistribusikan ke 6 kampung, Kadulisung, Kadusirung, Cigajah, Kadukeruk, Cikaroya dan Cigendis. Masyarakat Kampung Kadulisung antusias terlibat dalam gotong royong mulai dari persiapan, penyembelihan, hingga pembagian daging kurban ke penerima manfaat.” Meski tanpa plastik dan hanya menggunakan takir, wadah dari daun pisang, masyarakat bersemangat

berbaris dengan rapi untuk mendapatkan jatah daging kurban.

 

QHP #10 ini diharapkan dapat menjadi perwujudan aksi pemerataan akses pangan ke berbagai wilayah termasuk hingga pelosok desa. Kerap kali, hasil kurban hanya bisa dirasakan oleh mereka yang mampu secara finansial, terutama di wilayah perkotaan. Namun, kegiatan QHP ini dapat menjembatani ketimpangan akses pangan yang berlebih untuk mewujudkan keadilan pangan terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok.**

Kategori
PANDEGLANG

Ratusan Pelajar SMA/SMK Bakal Ikut Serta Meriahkan Kemah Bakti Ujung Kulon Culture festival

PANDEGLANG, (persepsi.co.id) – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Banten Wilayah Pandeglang menyambut baik agenda event Ujung Kulon Culture Festival 2024 yang akan di gelar pada 26-29 Juli 2024 mendatang.

 

Kepala KCD Pandeglang Ibu Dede Rukhyati menilai, bahwa kegiatan yang dipusatkan di dua lokasi, yakni di Taman Edukasi, Kecamatan Sumur dan Kawasan Wisata Tanjung Lesung ini tidak hanya sebagai ajang hiburan semata melainkan juga ada nilai edukasi tentang Nasional Geopark Ujung Kulon.

 

“Kami menyambut baik kegiatan Ujung Kulon Culture Festival karena didalamnya ada kegiatan yang bukan hanya menghibur atau sosial tapi ada kegiatan edukasinya seperti mengenalkan nasional geopark ujung kulon sebagai salah satu geopark yang harus di jaga dan diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk para pelajar,” tuturnya dalam audiensi dengan panitia pelaksana Ujung Kulon Culture Festival Senin, 10 Juni 2024.

 

Lebih lanjut Dede mengatakan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Pandeglang agar dapat terlibat dalam kegiatan Ujung Kulon Culture Festival 2024.

 

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan seluruh sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta yang berada di kawasan kab. Pandeglang untuk ikut serta dalam acara Ujung Kulon Culture Festival,” ujarnya.

 

“Dimohon panitia segera berkirim surat permohonan rekomendasi kepada kami dilampirkan proposal kegiatannya,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Ketua panitia Ujung Kulon Culture Festival Yudi Wahyudi mengatakan, bahwa audiensi dengan KCD Pandeglang ini merupakan tindaklanjut dari audiensi dengan pihak Pemkab Pandeglang yang diwakili oleh oleh Asda 2 bersama 6 OPD lainnya.

 

Yudi berharap, dari pertemuan ini, KCD Pandeglang dapat mengirimkan delegasi dari tiap masing-masing sekolah untuk ikut serta dalam acara kemah bakti Ujung Kulon Culture festival yang dilaksanakan pada 26-28 Julk 2024 di taman edukasi Kecamatan Sumur.

 

“Karena dalam acara itu ada kegiatan Ekspose nasional Geopark ujung kulon, Penanaman pohon butun, Beach cleaning dan restorasi terumbu karang,” paparnya.

 

“Semoga siswa dan siswi SMA/SMK dapat ikut terlibat dalam acara tersebut tersebut,” harapnya. ***

Kategori
PANDEGLANG

Astra Financial Terapkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Prima Pertama di Pandeglang, Banten

Caption : Widya Adi Tjahyono (Chief Compliance and Risk Management Officer Asuransi Astra, paling kiri), Hugeng Gozali (Direktur Astra Financial, kedua dari kiri), Niken Wastu Palupi M.K.M. (Sekretaris Dirjen Kesmas Kemenkes RI, kedua dari kanan) dan Eniyati (Kepala Dinkes Kab. Pandeglang, paling kanan)sedang melukis mural di sisi dinding Puskesmas Pembantu Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Pandeglang.

 

Pandeglang, (persepsi.co.id) – Astra Financial dan 8 unit bisnisnya bersama Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang resmikan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Puskesmas Pembantu Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Pandeglang, Banten.

Program ini mengintegrasikan layanan kesehatan di Puskesmas Pembantu dan Posyandu melalui revitalisasi fasilitas pelayanan kesehatan, serta pelatihan dan pendampingan kader kesehatan.

ILP bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada lebih dari 2.500 masyarakat. Suara optimis itu berasal dari Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang Banten.

 

Kepala Dinas Kesehatan, Eniyati yang mewakili Bupati Pandeglang, Irna Narulita memberikan ungkapan optimis tersebut dalam sambutannya pada peresmian Puskesmas Pembantu Desa Pakuluran: “Di Kabupaten Pandeglang, langkah Astra Financial ini merupakan suatu pilot project dan dinilai termasuk mendahului program yang sama di Kabupaten Pandeglang. Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas langkah dan program Astra Financial bersama unit bisnisnya yang telah membantu Pustu (Puskesmas Pembantu) Pakuluran di Pandeglang.

 

Dari 60 Pustu, Pustu Pakuluran merupakan Pustu pertama di Pandeglang yang sudah terintegrasi dengan program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) diikuti oleh 2 Pustu lainnya yang sedang ditransformasi oleh Pemda Pandeglang.”

 

Astra Financial dan 8 unit bisnisnya bersama Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang meresmikan Program ILP di Pustu Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Pandeglang, Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan untuk lebih dari 2.500 masyarakat.

 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Eniyati selaku Ketua Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang yang mewakili Bupati Pandeglang dan Hugeng Gozali selaku Direktur Astra Financial yang disaksikan oleh dr. Niken Wastu Palupi, M.K.M. selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Niken Wastu Palupi, M.K.M. menyampaikan: ”Program ILP merupakan 1 dari 6 pilar transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Harapannya, Pustu Pakuluran yang terintegrasi ILP di Pandeglang dapat menjadi contoh untuk menguatkan sinergi antar lembaga dalam menguatkan layanan kesehatan primer yang lebih baik kedepannya, karena Kemenkes tidak bisa bergerak sendiri dan membutuhkan dukungan sektor industri termasuk Astra Financial dalam mengakselerasi program ini. Semoga kedepannya akan ada Pustu pada setiap desa di Indonesia.”

 

Kami, ungkap dr. Niken Wastu Palupi, mengucapkan terima kasih banyak kepada Astra Financial dan unit bisnisnya atas semangat yang sangat antisipatif ini, karena program ini adalah program baru di Kementerian Kesehatan yang diresmikan 1 September 2023 lalu.

 

Transformasi layanan kesehatan primer merupakan fokus pemerintah sebagai bagian dari 6 Pilar Transformasi Kesehatan Indonesia yang ditandai dengan penerbitan Keputusan Menteri Kesehatan No. 2015 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (Juknis ILP). Juknis ini mengatur pentingnya upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan melalui ILP. Program ILP secara resmi diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan pada 31 Agustus 2023.

 

Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini merupakan langkah Astra Financial dalam mewujudkan Aspirasi Keberlanjutan Astra 2030, khususnya aspirasi kontribusi sosial yang memiliki 4 pilar, yaitu: kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan. Program ini didukung oleh 8 unit bisnis Astra Financial yaitu: FIFGROUP, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Financial Services (TAF), Asuransi Astra, Astra Life, Komatsu Astra Finance (KAF), Surya Artha Nusantara Finance (SANF) dan Astra Ventura.

 

Hugeng Gozali, Direktur Astra Financial menyampaikan: ”Astra Financial berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi sosial, salah satunya dalam bidang kesehatan. Dengan adanya layanan kesehatan yang terintegrasi, harapannya dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat di Desa Pakuluran beserta 3 desa lainnya di Kecamatan Koroncong.”

 

Program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer Pertama di Pandeglang, Banten

Program ILP merupakan pemenuhan kebutuhan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau berdasarkan siklus hidup yang mencakup Ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia.

 

Program ini dibagi menjadi 2 kegiatan, yaitu Revitalisasi Pustu yang diintegrasikan dengan layanan kesehatan dari 5 Posyandu yang tersebar di Desa Pakuluran serta Pelatihan dan Pendampingan Kader Pelayanan Kesehatan.

 

Revitalisasi Pustu dilakukan untuk mengoptimalkan fasilitas kesehatan di Desa Pakuluran, yang mencakup renovasi bangunan puskesmas, penyerahan bantuan alat kesehatan serta sarana dan prasarana dasar seperti kasur pemeriksaan, lemari obat, dan sebagainya.

 

Lebih lanjut, dilakukan Pelatihan dan Pendampingan 2 orang Kader Puskesmas dan 24 Kader Posyandu selama satu tahun dalam upaya untuk meningkatkan kompetensi Kader Pelayanan Kesehatan dalam menjalankan program ILP. Pelatihan yang diberikan terdiri atas ‘Pelatihan Intervensi Gizi’ dan ‘Pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader.’

 

Astra Financial berkomitmen atas Aspirasi Keberlanjutan Astra 2030. Sebelumnya, Astra Financial telah melakukan beberapa kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berlandaskan pada pilar Kesehatan seperti pembinaan posyandu di Jakarta dan program peduli stunting di Sumba Barat Daya, pilar Pendidikan seperti Literasi Keuangan Digital bersama Otoritas Jasa Keuangan yang dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta secara hybrid yang mencakup seluruh kepala cabang unit bisnis Astra Financial di Indonesia, masyarakat, komunitas dan media.

 

Astra Financial juga aktif melaksanakan pilar Lingkungan seperti program penanaman pohon di Hulu Sungai Ciliwung, penanaman pohon di Universitas Indonesia, Bersih-bersih sampah di Pantai Marunda, Estafet Peduli Bumi, Penghijauan Mangrove di Pontianak dan Donasi sampah bersama Bank Sampah Puspa Candra Kana (PCK) Sunter, serta pilar Kewirausahaan dengan membina lebih dari 500 UMKM setiap tahunnya.

Kategori
PANDEGLANG

Plh Sekda Banten Virgojanti Harapkan Guru Ciptakan Generasi Berakhlak Mulia, Berbudaya dan Cerdas

Pandeglang, (persepsi.co.id) – Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Virgojanti berikan materi terkait Rancangan Pembangunan Daerah (RPD) 2025 kepada para peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Selasa (28/5/2024). Virgo berharap guru dapat menciptakan generasi berakhlak mulia, berbudaya dan cerdas.

 

“Baru saja saya mengisi salah satu materi terkait perencanaan pembangunan daerah untuk menambah wawasan para ASN khususnya dari PPPK melalui bidang kependidikan,” ungkap Virgojanti.

 

Selanjutnya, Virgojanti mengatakan sebagai abdi negara khususnya di bidang pendidikan memiliki peran dalam menyukseskan dunia pendidikan di Provinsi Banten.

 

“Saya harap mereka (PPPK Guru) mampu mencetak generaai yang berakhlak mulia, berbudaya dan cerdas. karena itu menjadi salah satu untuk kita menuju Indonesia unggul dan Indonesia Emas 2045,” katanya.

 

Selain itu, kata Virgojanti, tenaga pendidik juga menjadi garda terdepan pada pelayanan publik khususnya dalam mencerdaskan anak bangsa.

 

“Saya juga mendorong mereka untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah, mereka harus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah SMP agar siswa termotivasi untuk menggapai pendidikan yang tinggi,” imbuhnya.

 

Pada kesempatan itu, Virgojanti juga berpesan kepada tenaga kependidikan untuk dapat bersama-sama menjaga dan merawat setiap sarana dan prasarana sekolah. Sehingga mampu menjadikan lingkungan yang aman dan nyaman.

 

“Maka saya titip kepada mereka untuk dapat memelihara sarana dan prasarana yang ada,” jelasnya.

 

Sementara, Kepala BPSDMD Provinsi Banten Untung Saritomo menyampaikan, pihaknya akan melaksanakan orientasi PPPK Guru Provinsi Banten sebanyak 7 gelombang. Dimana pada orientasi tersebut para peserta diberikan materi terkait Pemerintah Provinsi Banten dan lainnya.

 

“Ini merupakan gelombang ketiga dan setiap gelombang itu terdapat 160 orang peserta. Untuk setiap gelombang dilaksanakan selama tiga hari,” pungkasnya.

Kategori
PANDEGLANG

Kenali Kekayaan Alam Pandeglang Mahasiswa Biologi UIN SMHB Kuliah Lapang di Gunung Pulosari

PANDEGLANG, (persepsi.co.id) – Perkenalkan kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Pandeglang, mahasiswa Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten (UIN SMHB) menggelar kuliah lapang mata kuliah ekologi di Gunung Pulosari, Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu – Minggu (25 – 26/5/2024).

 

Menurut Eni Nuraeni, Dosen Ekologi UIN SMHB, kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama pihaknya dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang, Pemerintah Kecamatan Pulosari, Pemerintahan Desa Cilentung, dan Komunitas Lingkungan (Komling) Pandeglang.

 

“Ini praktik mata kuliah ekologi pada akhir pembelajaran. Diharapkan, dari kegiatan ini, mahasiswa bisa mengenal kekayaan alam Pandeglang yang begitu banyak. Untuk kali ini, lokasinya di Gunung Pulosari, karena banyak potensi di gunung ini, yang belum bisa diungkap dan dimanfaatkan agar bernilai ekonomi,” papar Eni.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP dan Ekraf), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang, Mia Maulani Rizki, mengatakan, kegiatan Eko Trip Mahasiswa Biologi UIN SMH Banten ini, juga bertujuan untuk melihat dan memantau ekosistem yang ada di Gunung Pulosari melalui jalur pendakian Cilentung.

 

Mia menjelaskan, Kabupaten Pandeglang memiliki banyak kekayaan alam yang belum dimanfaatkan secara ekonomi. Meski sudah, belum berdampak banyak pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Dengan menggandeng perguruan tinggi, bukan saja mengajak mereka turut berperan dalam promosi pariwisata Pandeglang, tetapi juga kita dorong dan dukung untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah akan potensi-potensi tersebut. Sehingga pengembangan potensi tersebut berbasis kajian ilmiah,” tandasnya.

 

Di tempat yang sama, Camat Pulosari, Gimas Rahadyan mengungkapkan, dalam pengembangan potensi sumbar daya pariwisata, pihaknya telah disupport oleh Disparbud Pandeglang dan UIN SMHB, melalui kegiatan-kegiatan yang membuka cara berpikir masyarakatnya dalam mengembangkan sektor pariwisata.

 

“Kami berharap, kegiatannya tidak sampai di sini. Karena kami berencana akan membuka kembali jalur pendakian Gunung Pulosari, melalui Cilentung dengan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan para pendaki. Semoga langkah ini, memberikan dampak ekonomi yang siginifikan bagi masyarakat,” pungkasnya. (****)