JAKARTA, (Persepsi.co.id) – Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Salemba bersama Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan kepada ahli waris peserta melalui Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian).
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Aneka Kuliner yang dilaksanakan selama lima hari, mulai 10 hingga 14 Agustus 2026, bertempat di RPTRA Segar Berseri, Karet Pasar Baru, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diikuti oleh ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang diharapkan dapat memperoleh keterampilan praktis sebagai bekal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Salah satu peserta program PEKA adalah Erawati, ahli waris dari almarhum Bernard Benaya, peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya bekerja pada Perusahaan Global Impact Perkasa HL. Atas meninggalnya almarhum, Erawati menerima manfaat program Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba sebesar Rp42 juta.
Tidak hanya memberikan manfaat perlindungan berupa santunan JKM, BPJS Ketenagakerjaan juga berupaya memastikan agar ahli waris memperoleh dukungan untuk melanjutkan kehidupan secara lebih mandiri.
Melalui Program PEKA, Erawati bersama peserta lainnya mendapatkan pelatihan di bidang kuliner yang diharapkan dapat menjadi modal keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Komari.
Dalam sambutannya, Komari berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh peserta.
“Semoga kegiatan pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang hadir. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan maupun menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi yang ingin berusaha di bidang kuliner,” ujar Komari.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba, Widodo, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan Sudin Nakertransgi Kota Administrasi Jakarta Pusat sehingga Program PEKA dapat terselenggara dengan baik.
“Kami mengapresiasi kolaborasi dan dukungan dari Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat atas terselenggaranya Program PEKA ini. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang aware dan memahami pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan. Program PEKA merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung keberlangsungan dan kemandirian perekonomian ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Widodo.
Menurut Widodo, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemberian manfaat ketika risiko sosial terjadi. Lebih dari itu, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya menghadirkan berbagai bentuk dukungan yang dapat membantu ahli waris peserta agar mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan secara produktif.
Melalui sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah, Program PEKA diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi para ahli waris, khususnya dalam meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, serta menciptakan sumber penghasilan baru. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan agar perlindungan yang diberikan dapat memberikan keberlanjutan bagi keluarga peserta.
BPJS Ketenagakerjaan terus mengajak seluruh pekerja dan pemberi kerja untuk memastikan setiap pekerja terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan perlindungan yang menyeluruh dan dukungan pemberdayaan ekonomi, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus hadir memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya.


