Indramayu, (Persepsi.co.id) – Darweni (52) Ketua Asosiasi Wirausaha Petani Tambak Waledan (AWPTW) Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat mengatakan belum bisa dipastikan ada kesepakatan antara masyarakat yang merasa dirugikan dengan pihak Pertamina terkait.
“Jadi ya kalau saya bilang hasilnya ya belum bisa dipastikan ada kesepakatan antara kami dengan pihak terkait Pertamina, dengan masyarakat yang dirugikan gitu,” ujar Darweni saat ditemui di sekitar Bendungan Karet Waledan – Desa Lamaran Tarung, usai mengadakan diskusi/rapat dengan Bupati Indramayu, Nina Agustina. Selasa, (27/4/2021) siang.
Diketahui, saat itu Bupati Indramayu Nina Agustina bersama rombongan sedang melakukan kunjungan ke warga petani tambak Desa Lamaran Tarung Blok Waledan, terkait aksi unjukrasa blokir jalan oleh warga baru-baru ini.
Darweni selaku Ketua AWPTW Desa Lamaran Tarung berharap, agar segera mendapatkan kesepakatan antara petani tambak yang merasa dirugikan dengan pihak Pertamina terkait.
“Harapannya kan dari kedua belah pihak itu, antara pihak petani tambak yang merasa dirugikan dengan ceceran minyak itu bersama pihak terkait Pertamina ya mestinya harus ada kesepakatan,” ucapnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan, dirinya datang ke Desa Lamaran Tarung Blok Waledan untuk mengunjungi warga petani tambak yang beberapa hari lalu ngadakan aksi unjukrasa blokir jalan.
“Inikan kemarin beberapa hari yang lalu ada masyarakat tuh memblokir jalan, iya kan karena adanya ditemukan ceceran minyak. Sebenarnya problema ini adalah sejak tahun 2020, nah saya menghimbau juga kepada Pertamina tolonglah kepedulian-kepeduliannya untuk masyarakat yang saat ini kena imbas dari ceceran minyak tersebut,” ujar Bupati Nina.
Lanjut Bupati Nina mengatakan, karena petani tambak tersebut sudah menulis surat dan sebagainya tapi tanggapanya belum maksimal.
“Mungkin sih wis komunikasi apa permintaan dari masyarakat ini, seperti kompensasi dan lain sebagainya dan yang namanya dari Pertamina itu maunya apa itu belum istilahnya mah belum matching (sesuai) lah gitu,” ujarnya.
“Sekarang masyarakat sudah menceritakan dari problema yang dilaporkan dari tahun 2020, tapi kan tahun lalu bukan saya baru 2021 ini saya. Nah, sekarang sudah terfasilitasi insyaallah kita tanggapin yang tadi saya sampaikan bahwa saya ingin Pertamina juga terbuka dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, peduli dengan masyarakat,” imbuh Bupati Nina.
Bupati Nina juga berharap, tidak terjadi lagi aksi demo-demo tersebut dan menginginkan agar masyarakat Desa Lamaran Tarung tersebut sejahtera.
“Harapannya, yang pertama saya tidak mau yang namanya ada demo-demo lagi, karena semua itu pastinya ada undang-undangnya, itu yang pertama. yang keduanya saya ingin masyarakat Lamaran Tarung ini sejahtera ya kan jangan ada lagi problema-problema tentang ceceran minyak, seperti itu,” harap Bupati Nina.
Bupati Nina juga menambahkan, terkait hasil uji Lab temuan ceceran minyak tersebut, ia mengatakan sudah ada uji Lab namun masih menunggu karena hasilnya tiga bulan.
“Kan tahun 2020 katanya udah ada uji Lab, tapi saya tidak tahu apakah sudah ditindaklanjuti oleh pemimpin yang dulu atau belum saya ga tahu, itu yang pertama. Yang kedua sudah ada uji Lab lagi tapi hasilnya tiga bulan, nanti gitukan ya itu yang belum kita ketahui,” pungkas Bupati Nina. (Candra)



