Tangerang,(persepsi.co.id) -Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Provinsi Banten tahun 2022 dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang untuk mencegah Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) meningitis, pneumonia. Penyakit ini dapat mengakibatkan kesakitan, kecatatan dan bahkan kematian terutama jika mengenai anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi rutin lengkap kata Dr.dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti. MARS ditangerang jumat 17/6/2022 .
Ati Pramudji menyampaikan , adanya pandemi covid-19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak berjalan optimal. Data beberapa tahun terakhir menunjukan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin, baik imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan yang cukup signifikan. Dampak
menurunnya cakupan imunisasi rutin menimbulkan kekhawatiran terkait potensi munculnya kejadian luar biasa (kLB) terhadap potensi peningkatan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (pd31) dan cakupan imunisasi dasar lengkap di provinsi banten tahun 2021 sebanyak 94,8% dan cakupan IDL sampai dengan bulan mei tahun 2022 sebanyak 40,5% dan target IDL pada tahun 2020 : 92,9% capaiannya 91,3% sedangkan pada tahun 2021 target IDL 93,6% capaiannya 94,8% dan tahun 2022 dari data bulan januari sampai dengan bulan mei target IDL capaiannya 40,5%. Sedangkan untuk kasus PD3I di provinsi banten sampai dengan mei 2022, sudah terdapat 122 laporan suspek campak rubella, 48 afp, dan 10 suspek difteri.
“Sebagai bagian dari masyarakat global, indonesia telat berkomitmen untuk mencapai target/goal global seperti mencapai eliminasi campak-rubela pada tahun 2023 serta mempertahankan indonesia bebas polio dan mewujudkan dunia bebas polio pada
tahun 2026. Untuk mencapai eliminasi campak rubela salah satunya perlu penguatan imunisasi rutin dengan melaksanakan pemberian imunisasi tambahan campak rubela yang sifatnya massal dan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya bagi sasaran prioritas yang ditetapkan. Begitu juga dengan pencapaian eradikasi polio global dibutuhkan upaya imunisasi kejar untuk menutup kesenjangan imunitas dan memastikan anak-anak terlindungi dari virus polio dan sebagai langkah menekan terjadinya kLB PD3I jelas Ati Pramudji.
Ati Pramudji menjelaskan, Pelaksanaan kegiatan bulan imunisasi anak nasional (bian) di provinsi banten akan dilaksanakan pada bulan agustus tahun 2022 dimana nantinya kegiatan bian ini meliputi pemberian imunisasi tambahan campak-rubella dan juga pemberian imunisasi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (polio, ipv dan dpt/hb/hib) dengan sasaran anak usia 9-59 bulan untuk imunisasi tambahan campak rubella dan usia 12-59 untuk imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap imunisasinya.
Untuk menyukseskan pelaksanaan bulan imunisasi anak nasional (bian) yang akan sama sama kita laksanakan di bulan agustus mendatang diperlukan komitmen dari seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota, organisasi profesi, komda dan pokja kipi, lintas program dan lintas sektor dengan secera serentak melaksanakan kegiatan bian sesuai dengan peran dan tugasnya masing-masing sehingga bisa mencapai target sasaran dengan waktu pelaksanaan yang telah di tetapkan nasional dan bisa meningkatkan imunitas anak agar anak-anak diprovinsi banten tumbuh menjadi anak yang sehat dan berkualitas. Adapun peran dan tugasnya adalah sebagai berikut :
Dukungan pemerintah daerah yang dibutuhkan :
Pembentukan pokja dengan melibatkan lintas sektor terkait,
Kebijakan penyediaan realokasi/refokusing anggaran,
Kebijakan penyebarluasaan informasi bulan imunisasi anak nasional (bian) kepada masyarakat
Kebijakan penggerakan sasaran oleh semua pihak pemerintahan dan para tokoh agama dan masyarakat, dan Kebijakan penambahan tenaga.
dukungan lintas sektor, organisasi profesi/agama/kemasyarakatan-Pkk, Pt dan media massa,
dukungan tenaga : vaksinator dan tenaga pendukung pelayanan imunisasi bian,
dukungan pendataan sasaran dan validasi data sasaran Dukungan pelayanan imunisasi pada sasaran khusus/kondisi kesehatan tertentu oleh RS ,IDAI & IDI Dukungan fasilitas pelayanan bian,
dukungan pelayanan kejadian ikutan pasca imunisasi oleh pokja KIPI,
dukungan keamanan saat pelayanan dan paska pelayanan,
dukungan distribusi vaksin dan logistik ke wilayah terpencil/sulit,
dukungan penyebarluasaan informasi tentang bian : manfaat imunisasi, sasaran, tempat & waktu pelayanan.
Ati Pramudji berharap, Partisipasi media massa (cetak dan elektronik) dalam menerbitkan berbagai berita yang berisi informasi yang tepat dan akurat serta dapat menyakinkan masyarakat akan pentingnya imunisasi.
Dukungan pergerakan sasaran ke tempat pelayanan imunisasi pada waktu pelayanan
Pihak swasta termasuk dunia usaha untuk terlibat aktif membantu mensukseskan bian dan
kegiatan ini dapat dijadikan momentum saling tukar menukar informasi, saling memberikan masukan, meningkatkan koordinasi, kerjasama, dan tali silaturahmi di antara kita sehingga pelaksanaan kegiatan bulan imunisasi anak nasional dapat berjalan dengan maksimal,Ujarnya. (ADV)


