BERKAT kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan PT Pos Indonesia selama hampir 2 tahun dalam memberikan kemudahan proses pendaftaran dan pembayaran menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, saat ini sudah 42 ribu pekerja yang menggunakan kemudahan layanan ini.
Dalam keterangannya usai melakukan rapat monitoring dan evaluasi di Gedung Pos Regional III Bandung (5/7), Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin menyampaikan, kerja sama dengan PT Pos Indonesia ini sejak akhir 2021 telah membawa banyak kemudahan khususnya bagi calon peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berada di perdesaan.
“Jadi hari ini kita bertemu dengan PT Pos untuk melihat sejauh mana efektivitas kerja sama di antara BPJS Ketenagakerjaan dan PT Pos. Tentu kami berterima kasih kepada PT Pos karena dengan kerja sama ini setidaknya hampir 42 ribu pekerja bisa mendaftar lewat kantor-kantor Pos yang tersebar di seluruh kecamatan di tanah air,” ucap Zainudin, Rabu (5/7).
Zainudin menambahkan, selama 2022, jumlah transaksi yang terjadi di seluruh Kantor Pos & Outlet sebanyak 249.953 transaksi, yang terdiri dari pendaftaran pekerja bukan penerima upah (BPU) dan pembayaran iuran untuk peserta BPU serta pekerja penerima upah (PU).
“Jadi, ternyata masih banyak peserta dan calon peserta kami yang berada di pelosok desa yang masih menyukai cara-cara konvensional atau cara fisik dalam mendaftar ataupun membayar iuran, kami akan terus tingkatkan fleksibilitas ini agar kapanpun dan di manapun pekerja ingin mendaftar, semua kanal BPJS Ketenagakerjaan tersedia,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini juga diserahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan dengan total Rp126 juta kepada 3 ahli waris pekerja yang meninggal dunia. Ketiga pekerja tersebut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui pendaftaran yang dilakukan di Kantor Pos. Total pembayaran klaim kepada peserta yang mendaftar melalui ekosistem PT Pos Indonesia periode Januari sampai dengan Juni 2023 senilai Rp9,6 miliar.
Ketenagakerjaan saat ini sedang gencar melakukan kampanye komunikasi Kerja Keras Bebas Cemas dan khususnya pada tanggal 6 Juli 2023 akan melaunching Kerja Keras Bebas Cemas Masuk Desa. Kampanye difokuskan untuk menjangkau pekerja dengan penggunaan pendekatan yang khusus untuk masing- masing profesi di desa agar nantinya setiap pekerja memahami betul manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Selanjutnya Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Haris mengatakan, dalam kerja sama ini, pihaknya tidak semata- mata mencari keuntungan bisnis saja, namun jauh dari pada itu, ada misi sosial yang mereka bawa.”Sebenarnya kan selain memang tadi disampaikan oleh pak Jay (sapaan Zainudin) bahwa ini memang memberikan manfaat bagi PT Pos maupun BPJS Ketenagakerjaan.
Tapi yang lebih penting sebenarnya kita bagaimana membantu masyarakat yang memang bukan penerima upah untuk ikut mendaftar karena memang banyak manfaat yang mereka akan dapatkan,” jelas Haris.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Gambir Bapak Mias Muchtar menyampaikan “ini merupakan bentuk pelayanan prima kepada masyarakat pekerja, yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan”.
“Diharapkan dengan dilakukannya kerjasama ini, para pekerja dapat lebih memahami pentingnya manfaat program dan hak-hak yang akan didapatkan setelah menjadi peserta. Tidak hanya informasi manfaat program namun juga informasi lainnya terkait manfaat layanan tambahan seperti bantuan kredit kepemilikan rumah, renovasi rumah, co-marketing dan lain nya”. ujarnya.
Mias Muchtar menambahkan “Negara melalui BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memastikan setiap pekerja Indonesia, apapun profesinya, apapun yang Anda kerjakan, Anda berhak untuk sejahtera, Anda berhak untuk dilindungi”, ujarnya.


