Bagaimanakah Dampak Covid-19 dalam dunia pendidikan di Indonesia?
Dampak Pandemi Covid-19 melanda hampir di 251 negara di dunia ini, segala aspek terimbas oleh wabah tersebut. Ratusan ribu bahkan jutaan manusia terinfeksi Covid-19. Menurut data in our World sampai hari ini berjumlah total kasus 315 jt sedangkan meninggal dunia 1,3 jt jiwa tahun Desember 2020.
Salah satu imbas covid-19 yaitu bidang pendidikan. Pendidikan di setiap jenjang (SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi). Selama Covid-19 pembelajaran disetiap lembaga pendidikan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan), banyak flatform yang digunakan oleh sekolah untuk pembelajaran berbasis digital. Kebutuhan flatform pembelajaran berbasis online meningkat 100%. Ada yang berbayar maupun yang gratis.
Kebijakan pemerintah dalam menanggulangi kasus covid-19 ini memberlakukan Sosial Distancing. Pemerintah membatasi aktivitas sosial masyarakat dalam segala bidang. Serta memberlakukan WFH (Work From Home) untuk instansi pemerintah maupun swasta. Berkaitan dengan dunia pendidikan, Pemerintah melakukan kebijakan WFH (Work From Home), guru dan siswa melakukan pembelajaran secara online di rumah masing-masing.
Dampak Positif yang dapat dirasakan saat melakukan (Work From Home/WFH) :
·Mengatur jam pelajaran (Fleksibilitas)
Guru dan Siswa membuat jadwal lebih leluasa, disesuaikan dengan kebutuhan struktur kurikulum serta pengurangan durasi pembelajaran.
·Biaya transportasi berkurang
Guru dan Siswa tidak mengeluarkan biaya transfortasi untuk pergi ke sekolah.
·Sistem Absensi fleksibel
Guru dan Siswa melakukan absensi hanya pada saat pembelajaran saja.
·Menghindari kontak fisik
Guru dan Siswa tidak melakukan kontak fisik di sekolah.
·Orang Tua
Orang tua mengawasi siswa secara kontinu.
Dampak negatif yang dapat dirasakan saat melakukan (Work From Home/WFH) :
· Terbatasnya pengalaman belajar langsung pengetahuan secara langsung.
· Terkendala oleh jaringan internet
· Kesulitan membedakan antara waktu kerja dan urusan pribadi.
·Tingkat keberhasilan pembelajaran sangat minim.
·Siswa jarang mengumpulkan tugas-tugas dari guru bidang studi.
Dalam masa pandemi sekarang ini, flatform digital sangat membantu keberhasilan pembelajaran, Pembelajaran Jarak Jauh dibeberapa sekolah menggunakan aplikasi zoom meeting, google meeting, whatsapp, google classroom dll. dengan flatform digital ini guru dan siswa merasa terbantu sekali.
Pemanfaatan teknologi memiliki peran penting dalam media pembelajaran daring yang saat ini sedang dilakukan. Mind set di harus dipahami adalah :
1. Orang Tua.
Peran orang tua dalam memfasilitasi siswa dalam pembelajaran sangat penting, minimal siswa dibekali HP untuk aktifitas pembelajaran online, kuotanya diisi. Tapi harus dipantau siswa pada saat pembelajaran, takutnya siswa malah main game, surfing materi diluar pembelajaran, hangout di dunia maya.
2. Guru.
Peran guru dalam pembelajaran online, guru hanya mentransfer ilmu memlalui online kepada siswa, kuotanya diisi. Tingkat keberhasilannya sekitar 50%. Media untuk mendapatkan ilmu pengetahuan saat ini sudah sangat banyak, tidak tergantung pada guru saja yang bahkan masih banyak keterbatasan.
3. Sekolah.
Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus bersiap-siap mengantisifasi perubahan peradaban manusia ini. Perubahan tingkah laku manusia yang cenderung tidak bisa lepas dari teknologi dalam segala aktifitasnya harus juga diikuti oleh sekolah/madrasah.
Dampak pandemi covid-19 memberikan pengalaman berharga, betapa peran sekolah/madrasah yang selama ini sebagai sentral pendidikan seolah tidak berarti. Program-program pendidikan yang dilaksanakan di sekolah/madrasah yang dulu dianggap sangat penting karena berpengaruh terhadap kualitas pendidikan kini seolah tak berarti. Pemerintah menggelindingkan program ANBK yakni tes assesmen nasional berbasis komputer untuk memotret profile sekolah baik di perkotaan maupun di pedesaan.
4. Pemerintah.
Peran pemerintah sangat penting dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional. Semua lembaga pendidikan harus taat dan patuh terhadap aturan yang ditetapkanya, sebab pendidikan nasional memiliki tujuan yang sama dalam upaya membangun bangsa. Dalam situasi darurat seperti saat ini karena pandemic covid-19, pemerintah dengan cepat mengeluarkan kebijakan mengenai pelaksanaan pembelajaran daring yang harus dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan, walaupun aturannya belum mengikat.
Tingkat keberhasilan pembelajaran masa pandemi covid-19 saat ini, adalah bersatunya semua stakeholder memiliki peranan yang sama penting, tidak ada yang unggul ataupun yang lemah. Bersatu padu dalam proses pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh.
Penulis : Retno Dwi Siswanto, S.Pd ( Guru TIK di SMP Negeri 13 Bandung)
(Sumber : https://www.djkn.kemenkeu.go.id)



