Serang, (persepsi.co.id) – Pemerintah Provinsi Banten melalu Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Surveilans Gizi di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Banten Senin, 20 Maret 2023.

Dalam kegiatan ini turut mengundang perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI serta Perwakilan Poltekkes Jakarta II, serta peserta dari Dinas Kesehatan dari Kabupaten/Kota di Provinsi Banten

Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dalam sambutannya mengatakan Surveilans gizi berfungsi untuk memberikan informasi keadaan gizi masyarakat dan faktor yang mempengaruhinya secara cepat, akurat, dan berkelanjutan sehingga dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan gizi maupun penanggulangan masalah gizi. Surveilans dapat dilakukan melalui aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM).

Dengan adanya sistem surveilans yang kuat, anak yang kurang gizi maupun stunting dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkannya dengan cepat. Termasuk jika membutuhkan perawatan lebih lanjut dengan dirujuk ke rumah sakit di tingkat Kabupaten/Kota.

“Indikator kinerja gizi dan RPJMN memerlukan pengumpulan, pencatatan serta pelaporan secara rutin dan terus menerus melalui suatu sistem Surveilans Gizi yang berjenjang. yaitu dilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data, pengolahan dan analisa data serta diseminasi.” kata Ati.

“Pengumpulan data nantinya akan dilakukan melalui berbagai kegiatan pemantauan pertumbuhan, pelaporan kasus, pelaporan data rutin maupun kegiatan lainnya. sedangkan pengolahan dan analisa data dilakukan agar menghasilkan informasi yang diperlukan dalam Program Perbaikan Gizi melalui kegiatan seperti validasi data maupun pengelompokan data. dan Diseminasi menjadi tahap akhir dengan menyebarluaskan informasi hasil analisa data program perbaikan gizi kepada pemangku kepentingan” ucap Ati.

Ati menuturkan sesuai Kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 terkait Percepatan Perbaikan Status Gizi Masyarakat melalui pemenuhan layanan dasar merupakan salah satu prioritas Nasional dengan menurunkan prevanlensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita sebesar 14% dan prevalensi wasting (gizi kurang dan gizi buruk) pada balita sebesar 7% pada tahun 2024.

“Berdasarkan hasil SSGI tahun 2022, Prevalensi Stunting di Provinsi Banten sebesar 20% dan Prevalensi Wasting sebesar 7.9%” tutur Ati.

“Hal ini menunjukan bahwa masih diperlukan upaya yang optimal dalam rangka Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting, ya salah satunya melalui Pelaksanaan Surveilans Gizi. Survailans Gizi perlu dilakukan supaya ketersediaan informasi perkembangan status gizi dan capaian kegiatan pembinaan gizi di suatu wilayah, khususnya Kabupaten/Kota di Provinsi Banten bisa didapat secara cepat, akurat, teratur dan berkelanjutan.” tambah Ati.

Terakhir Ati menilai bahwa Tenaga Pelaksana Gizi di Puskesmas menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan Surveilans Gizi, oleh karena itu kata Ati, perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaan Surveilans gizi agar dapat meningkatkan kualitas Program Gizi di Provinsi Banten. (Adv)