Serang, (persepsi.co.id) – Gerebek Stunting merupakan Gerakan Kunjungan ke Rumah Keluarga Stunting di Desa/Kelurahan untuk berpartisipasi sebagai Bapak Asuh Anak Stunting dan dapat mengajak pimpinan daerah atau pihak lainnya untuk menjadi Bapak Asuh.

Sebagai bentuk apresiasi dan dalam upaya memotivasi kepedulian pemangku kepentingan lainnya. Gerebek Stunting ditandai dengan Pengukuhan KSAD TNI Jenderal Dudung sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting yang diikuti oleh seluruh provinsi se indonesia melalui daring.

Hadir pada kesempatan tersebut Brigjen TNI Yunianto selaku Danrem 064 MY, Vicktor H. Siburian, M.Si selaku Kepala Biro SDM BKKBN, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si selaku Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Kolonel Inf Susilo, S.Sos. selaku Dandim 0602 Serang, serta AKP Ugum Taryana, S.H. selaku Kapolsek Kasemen mengikuti acara pengukuhan KSAD tersebut secara daring (dalam jaringan) di Kampung KB Kenari Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Dalam sambutannya Kepala Staf TNI Angkaran Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan seluruh personel atau anggota TNI di seluruh Indonesia peduli untuk menurunkan angka Stunting.

“Saya perintahkan seluruh jajaran TNI di daerah hingga Babinsa di wilayah teritorialnya masing-masing agar peduli menurunkan stunting,” Tegasnya

Salah satu strategi menurunkan prevelensi Stunting, Kasad meminta personel TNI dapat memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami tanaman yang bisa menghasilkan.

“Hasil dari tanaman tersebut bisa diberikan kepada anak yang mengalami Stunting atau gizi buruk maupun ibu hamil,” Ucapnya

Terlebih berbagai program yang dicanangkan pemerintah pun akan selalu disambut baik oleh TNI Angkatan Darat.

“Jadi di dalam 7 perintah harian Kasad. TNI Angkatan Darat dimana pun kalian berada dan bertugas kalian harus tanggap sekecil apapun yang menjadi kesulitan rakyat dan kalian harus menjadi solusi,” kata Kasad

 

Sementara itu Danrem 064/MY Brigjen TNI Yunianto menyampaikan mengacu perintah Kasad, Korem 064/MY akan memberikan edukasi yang baik mengenai Stunting kepada masyarakat, termasuk juga pendampingan Bapak Asuh agar kedepannya bisa meningkatkan cara hidup yang sehat bagi masyarakat khususnya yang Stunting.

” Kedepan kita akan lakukan pendataan, saya sudah perintahkan seluruh jajaran untuk mendata dari tingkat bawah yaitu Desa, Kecamatan sampai dengan Provinsi sehingga di dapat jumlah sebenarnya yang terkena Stunting ”

Ada sekitar 24,5 persen angka Stunting di wilayah teritorial Korem 064/MY dan kasus yang tertinggi ada di Kabupaten Pandeglang dan kita memiliki PR untuk menekan angka Stunting minimal hingga rata-rata di angka 14 persen hingga 2024, namun kita akan maksimalkan usaha dalam menurunkan angka stunting

” Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mari kita sama-sama melaksanakan program program apa saja demi peningkatan kesejahteraan di wilayah Banten ,” tambah Danrem

Di tempat yang sama Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si selaku Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten berharap jika kasus stunting dapat menurun dan BKKBN pun meminta seluruh elemen untuk mensukseskan program ini.

“Presiden RI telah memberikan kepercayaan kepada BKKBN sebagai Ketua Pelaksana Program Penurunan Stunting. Namun, kami tidak dapat berjalan sendiri oleh karena itu kita mengajak Pihak TNI untuk Bersinergi dalam program ini dan kami juga mengajak seluruh elemen untuk membantu kami. Karna kami sangat optimis jika kita bekerja sama maka kasus stunting dapat kita turunkan bersama” Ujar Dadi.

Sebagai Informasi Pada kesempatan tersebut turut diserahkan bantuan makanan bergizi kepada anak stunting dilokasi tersebut

Selain dilaksanakan di Kota Serang, Gerebek Stunting ini jug dilaksanakan di 7 Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Banten.

Turut hadir Sekretaris Utama BKKBN, Drs. Tavip Agus Riyanto, M,Si, mengikuti kegiatan Gerebek Stunting di Desa Mongpok Kecamatan Cikeusal. (**)