JAKARTA (persepsi.co.id) – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi (Sistem Distance Learning) pada tanggal, 15 Februari 2021 sampai dengan selesai.
Koordinator Pengembang Teknologi Pembelajaran Elin Lindiasari menyampaikan bahwa pelatihan Pengawas Operasional Pertama (POP) Panas Bumi dilakukan secara online baik pelatihan maupun sertifikasinya, dan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2021 ini.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia KEBTKE Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda dari tahun 2020 Pelatihan dan sertifikasi POP Panas bumi ini telah kami upayakan dan kami kejar terus walaupun tidak bisa dilaksanakan tatap muka pada tahun 2020.
“Akan tetapi tahun 2021 ini, kami dapat menggebrak pelatihan dan sertifikasi secara distance learning, tentunya pelaksanaan perdana di tahun 2021” jelasnya.
Ia juga mengatakan, bahwa pada saat ini terjadi transformasi yang cukup besar di bidang energi, transformasi tersebut adalah dalam bentuk pemanfaatan energi, yang tadinya berorintasi pada resources yang masih fosil sekarang sudah menuju kepada resources yang berbasis renewable energi tentu di dalamnya termasuk panas bumi.
“Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan khususnya juga terkait kompetensi dari sumber daya manusia yang akan terjun atau mengelola sektor panas bumi”ungkap Laode.
Lanjut, Laode menyampaikan PPSDM KEBTKE dipercaya untuk menjadi salah satu tonggak utama penguatan atau penyiapan SDM yang ujungnya nanti adalah penguatan daya saing nasional di bidang energi, dari tahun ke tahun peserta pelatihan dan sertifikasi di bidang ketengalistrikan maupun bidang energy terus bertambah, tentu panas bumi sendiri mengalami berbagai macam dinamika yang pada ujungnya dapat diselesaikan dengan berbagai kerjasama atau penguatan dari stake holders maupun penguatan jejaring dari pelaksana kegiatan panas bumi tersebut.
“Karena itu, saya menghimbau para peserta di akhir pelatihan dan sertifikasi ini nantinya, agar bisa mengikuti jejaring yang sudah kami bentuk di Geothermal Training Centre of Excellence”terang Laode.
Masih kata Laode,Tujuan pelatihan ini untuk menghasilkan sumber daya manusia yang dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawas operasioal pertama panas bumi.
Materi yang disampaikan terdiri dari Peraturan Perundang-undangan Terkait Panas Bumi dan Tugas dan Tanggung Jawab Pengawas Operasional Terhadap K3LL Panas Bumi, Penyusunan Rencana Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Penerapannya.
“Penyusunan Rencana Kerja Lindungan Lingkungan (LL) dan Penerapannya, Teknik Komunikasi Timbal Balik, Inspeksi K3LL Panas Bumi, JSA dan Penilaian Risiko Kegiatan Panas Bumi, Investigasi Kecelakaan Panas Bumi, Pelaksanaan SMK3 Panas Bumi”paparnya.
Ada pun, sebagai pengajar Aperta Ledy Alam, S.T., M.T. , Muhamad Roni Hajianto, S.S.T., M.T., Muhammad Nashiruddin Haramaini, S.T., M.B.A., Widyaiswara PPSDM KEBTKE.
“Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan Peraturan perundang-undangan, Penyusunan rencana kerja, penilaian resiko, investigasi kecekalaan dan pelaksanaan SMK3 kegiatan panas bumi”tambah Laode.
Selain layanan pelatihan dan sertifikasi, PPSDM KEBTKE juga memberikan layanan dalam bentuk bimbingan teknis, jasa audit energi dan jasa penunjang lainnya yang terkait dengan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan.
PPSDM KEBTKE berkomitmen dan mendukung, pada zona Integritas untuk menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Melalui “GOOD GOVERNANCE AND CLEAN GOVERNMENT”, ragam upaya peningkatan layanan dilaksanakan di semua lini.
Kami SIAP menjadi bagian dan Partner Terpercaya dalam pengembangan SDM Bidang Ketenagalistrikan Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.
PPSDM KEBTKE TANGGUH PENUH ENERGI!
kerja CEPAT, CERMAT, PRODUKTIF
Informasi pelatihan, sertifikasi, dan jasa umum. (SA).



