persepsi.co.id|Tragedi kemanusiaan 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan Malang Jawa Timur usai laga Arema FC vs Perebaya Surabaya yang menewaskan lebih dari 130 orang penonton, menjadi tragedi terbesar kedua dalam sejarah sepak bola dunia setelah peristiwa di Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru 58 tahun silam, membuka jalan dilaksanakannya Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan pada 16 Februari 2023, dan mengantarkan mantan Presiden Klub Inter Milan yang juga Menteri BUMN Erick Thohir terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 menggantikan Muhamad Iriawan.

Terlepas berbagai drama yang terjadi saat pelaksanaan KLB, namun secara umum terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI memberi harapan baru bagi nasib persepakbolaan nasional ditengah bayang-bayang sanksi FIFA serta persiapan hajatan besar Piala Dunia U20 tahun 2023.

Kini, tepat 150 hari Erick Thohir menahkodai PSSI, dengan CV mentereng dalam mengurus sepak bola dunia serta dukungan kuat dari pemerintah, sangat wajar jika Erick begitu leluasa dalam berselancar dan melakukan manuver-manuver cantik yang membuat pencinta sepakbola Indonesia kembali bergairah dan berharap besar pada sosok pebisnis handal ini akan membawa sepak bola Indonesia kearah yang lebih baik.

Bagaimana tidak, sejak FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 dampak dari penolakan beberapa elemen masyarakat akan kehadiran Timnas Israel di Indonesia, Erick langsung meggebrak dengan mendatangkan juara dunia Argentina pada FIFA Matchday 19 Juni 2023. Bukan hal yang mudah untuk mendatangkan tim sebesar Argentina ke tanah air. Diperlukan diplomasi kelas tinggi dan jaringan yang kuat, agar juara dunia 2022 tersebut mau merumput di Indonesia.

Terobosan lain yang dilakukan oleh PSSI era Erick yaitu melakukan kerjasama dengan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) meliputi kerjasama benchmarking Liga Indonesia, pembangunan Latihan Timnas, kerjasama pembangunan Timnas Putri dan kerjasama perwasitan. Keempat hal tersebut sangat mendesak dilakukan demi meningkatkan kualitas pengelolaan liga dan perwasitan yang sangat berdampak pada kemampuan timnas bersaing di pentas internasional. Begitu juga dengan perwasitan, sudah bukan rahasia umum, jika kondisi perwasitan di Indonesia sangat memprihatinkan, hal ini bisa dilihat masih sangat minimnya wasit dari Indonesia berlisensi FIFA, dan temuan Polri adanya indikasi mafia bola dan pengaturan skor di Liga Indonesia.

PSSI juga menggandeng Deutsche Fussball Liga (DFL) operator kompetisi Liga Jerman. Kepada media Erick menjelaskan, upaya PSSI menjalin kerjasama dengan Jerman, setelah sebelumnya dengan Jepang, tak lain untuk meningkatkan level olah raga dan aspek teknis sepak bola Indonesia serta memicu peningkatan kualitas permainan dan daya saing.

Aspek-aspek penting seperti organisasi kompetisi, manajemen stadion, keselamatan supporter dan perizinan akan terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara profesional.
Kerjasama ini setidaknya menjadi pembuka pintu bagi Indonesia untuk memasok pemain potensialnya bisa bermain baik di Liga Jerman maupun Liga Jepang. Tentu saja hanya pemain berkualitas dan berdedikasi tinggi yang diminati klub-klub dua negara tersebut.

Keseriusan PSSI yang disokong penuh pemerintah, membuka mata FIFA untuk kembali memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 pada November 2023 yang akan datang. Event ini menjadi berkah bagi pemain usia muda Indonesia mentas pada ajang kejuaraan dunia yang sangat sulit didapat jika harus melewati kualifikasi.
Akankah asa ini terwujud ? Kita sangat berharap demikian. PSSI sedang membuka jalan dengan terus memperbaiki aspek-aspek penting kompetisi di dalam negeri agar sumber daya manusianya bisa layak bersaing baik di Jerman dan Jepang bahkan di berbagai negara lain baik Asia maupun Eropa.

Banyak kejuaraan penting yang akan menjadi sarana kita untuk menilai apakah jalur yang ditempuh PSSI sudah benar atau setidaknya memperlihatkan progres positif bagi Timnas Indonesia. Euforia keberhasilan meraih medali emas Sea Games 2023 membuat pencinta sepak bola Indonesia sudah tidak sabar menunggu aksi-aksi selanjutnya dari Timnas Indonesia berbagai level usia.(Oleh : Mohamad Hopip)