KLATEN(persepsi.co.id)- Sejalan upaya Jawa Tengah sebagai Jateng Solar Province, upaya penggunaan energi terbarukan seperti surya atap atau panel surya terus di genjot pemerintah diantaranya pada sektor perkantoran maupun industri.
Salah satunya adalah PT Tirta Investama (TIV) Klaten yang sudah menggunakan energi surya untuk kebutuhan mandiri industrinya. Atap-atap pabrik tak hanya sebagai tempat peneduh, namun disulap menjadi tempat memanen energi surya yang ramah lingkungan melalui instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop.
Tak tanggung-tanggung, energi yang dihasilkan bisa mencapai 2,3 MWp yang digunakan untuk memenuhi sekitar 20-25% konsumsi industrinya. Sebagai gambaran, terdapat 4 atap yang dipasangi panel surya dengan luasan sekitar 16 ribu meter persegi.
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PT Tirta Investama dalam menggunakan energi dari surya.
“PT Tirta Investama telah merealisasikan konsepsi menjadi nyata dengan instalasi PLTS Rooftop yang hasil energinya sangat besar 2,3 MW, tentunya ini adalah satu momentum yang baik dalam milestone kita mengembangkan energi baru terbarukan. Pengembangan energi baru terbarukan harus menjadi obsesi penting” ungkap Sujarwanto saat meresmikan PLTS Rooftop Tirta Investama, Selasa pagi (6/10).
Sujarwanto mengingatkan bahwa energi fosil memiliki keterbatasan sumber daya sedangkan kebutuhan akan energi terus meningkat, maka kemudian Ia mendorong agar industri maupun perkantoran dapat memanfaatkan energi terbarukan, salah satunya energi surya.
Terlebih, Provinsi Jawa Tengah menargetkan bauran energi pada tahun 2025 dapat mencapai 21,3%.
Hal tersebut menjadi sangat penting dalam upaya penghematan energi dan juga optimasi untuk memanen energi gratis dari surya.
“Energi surya dipanen dengan cara gratis dan tidak perlu disimpan pakai aki (baterai) tetapi langsung digunakan disambungkan dengan PLN, dengan disambung tersebut maka listriknya mengurangi supply dari PLN, maka kita hemat dengan kantongnya” Ujarnya.
Dikatakannya, Ia mendorong agar semua industri di Jawa Tengah yang memiliki atap yang tanpa fungsi kecuali untuk peneduh dan pelindung usahanya agar bisa ditambah satu fungsi untuk memanen energi surya.
Selain itu, beberapa kantor telah menggunakan energi surya, termasuk dari sektor Industri yang di Jawa tengah yang dilakukan oleh PT Tirta Investama.
Tak hanya itu, Sujarwanto berharap agar sektor UMKM dapat turut menggunakan energi dari surya. Penggunaan energi bersumber dari surya dinilai dapat membantu menghemat biaya produksi sektor UMKM.
“Pemerintah akan memprogamkan dan mendorong bagaimana UMKM yang produksinya siang menggunakan (panel surya) pada atap mereka, berarti energinya gratis” Pungkas Sujarwanto.
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko bersama dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Eksekutif I Ketut Muwaranata dan Presiden Direktur PT Tirta Investama Corine Trap, pada Selasa (6/10) meresmikan PLTS Rooftop PT Tirta Investama, dan secara virtual hadir perwakilan dari Kementrian ESDM RI, Kemenperin RI, PLN, Prof Suratman, dan berbagai pihak lainnya.
Bersamaan dengan peresmian tersebut, tepat satu tahun silam Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) melalui inisiatif keberlanjutan telah mendeklarasikan diri untuk menjadi provinsi surya di Indonesia atau Jateng Solar Province. Sujarwanto mengungkapkan dalam satu tahun terakhir telah menunjukan perkembangan yang penting dalam mendorong penggunaan PLTS Rooftop.
Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten/zlhn



