Situasi yang kurang membaik semakin banyak warga atau masyarakat yang terpapar virus Covid19,disamping perubahan musim hujan ke kemarau menjadikan banyak masyarakat yang mulai sakit.adalah situasi yang perlu disikapi lebih hati-hati agar daya tahan tubuh tidak turun atau droop serta badan tetap sehat.disamping pola hidup sehat dan minum vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

Dalam hal wabah Covid19 ini tidak hanya menjadi tanggung jawab kepala desa saja dalam satu wilayah desa,tapi menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk jogo Tonggo saling eleng lan ngelengke kepada tetangganya untuk tetap hidup sehat.Desa Jumoyo yang terletak berbatasan dengan wilayah Yogyakarta dan mempunyai jumlah penduduk yg mencapai hampir 8000 jiwa dan terbelah jalan raya nasional jogjakarta-magelang menjadi sangat rentan bagi warganya terpapar virus covid 19 karena banyak warganya yg menyediakan tempat makan,oleh- oleh dan macamnya serta menjadi wilayah transit ke Borobudur maupun ke Jogjakarta.sosialisasi dan himbauan ke masyarakat dilakukan secara kontinyu agar masyarakat nya bisa jauh dari wabah.

Dalam penjelasanya Kepala Desa Jumoyo Hj.Siti Khanifah Menjelaskan bahwa desa Jumoyo mempunyai Satuan Tim Relawan Organisasi Pengurangan Resiko Bencana/OPRB Lahara yang dulunya membantu masyarakat desa Jumoyo saat terjadi bencana letusan gunung Merapi dan Banjir Lahar Hujan.disaat pandemi Covid19 saat ini mereka membantu masyarakat dari penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum dan pemantauan isolasi mandiri bagi warga yang terpapar.masyarakat dan desa merasa terbantu karena lebih memaksimalkan dalam melayani masyarakat karena ada tim ambulance yang siaga 24 jam dalam keadaan darurat.

Seperti yang dicontohkan dalam keadaan darurat Rabu ,( 7 / 7 /2021) kemarin wilayah kami menjadi tumpuan pemakaman jenazah bagi warga keturunan Cina yaitu di gunung Cino masyarakat sini menyebutnya,ada salah satu warga dari wilayah lain yang harus dimakamkan secara prokes dari salah satu rumah sakit di jogjakarta dan sampai tempat pemakaman ternyata tidak ada petugas pemakaman dari pihak rumah sakit dan Alhamdulillah tim oprb desa jumoyo siap melakukan pemakaman tersebut dalam visi kemanusiaan dan dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan dan di dampingi dari tim kesehatan puskesmas dan Babinsa serta babinkamtibmas serta satgas dari kecamatan salam.satgas oprb siap membantu masyarakat dalam hal kebencanaan maupun dalam kemanusiaan yang terjadi saat ini,baik soal Covid19 maupun tetap pemantauan gunung Merapi yang sampai saat ini masih aktif dengan letusan awan panas nya.

Harapannya kepada masyarakat nya beliau berpesan semoga pandemi ini cepat berlalu dan masyarakat mematuhi aturan yang di berlakukan dari pemerintah agar semuanya bisa terhindar dari wabah ini dan selalu menjaga pola hidup sehat makan makanan bergizi.patuhi protokol kesehatan dan tetap dirimah saja kalau tidak ada keperluan yang mendesak,yang lagi sakit dan terkonfirmasi Covid19 untuk melakukan isolasi mandiri secara benar dan tuntas agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas lagi dan desa jumoyo menjadi sehat pungkasnya.mjo