Indramayu, (Persepsi.co.id) -Nahdhatul Ulama (NU) harus berada ditengah bahkan didepan.

Hal tersebut disampaikan oleh Amroni, S.IP., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu – Jawa Barat dalam sambutannya saat menjadi pemateri di acara diskusi bersama Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Kaplongan Lor bertemakan “Menyambut puasa dari pemuda menuju kemajuan bangsa dan negara,” di Ponpes Raudhatul Hidayah setempat. Selasa, (30/3/2021).

Sebelumnya, dalam sambutannya Amroni juga mengatakan, NU ini harus maju jangan berada di pinggir terus, NU didukung oleh sejarah berbeda dengan organisasi yang lain. Karena NU hadir selalu dalam menjaga negara kesatuan replublik Indonesia (NKRI), NU memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul yang banyak, NU memiliki nilai-nilai yang penuh dengan kemaslahatan masyarakat.

“Oleh karena itu dari modal ini NU harus berada ditengah bahkan didepan, karena dilihat dari modal tadi seharusnya saham besar ini adalah milik orang NU jangan sampai memiliki saham besar namun yang menikmati orang lain,” ucap Amroni.

Acara diskusi bersama ini dilakukan bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat para pemuda Ansor khususnya yang berada di wilayah Kaplongan Lor. Serta, untuk pemuda Ansor dan lainya agar selalu semangat untuk membangun desa dan selalu khidmah kepada Nahdhatul Ulama.

Selain Amroni, acara ini juga turut mengundang Sekretaris PCNU Kabupaten Indramayu, Kiyai Yahya Ansori sebagai pemateri kedua.

Dalam acara tersebut, Kiyai Yahya Ansori menuturkan bahwa faktor pendidikan sangat penting untuk merubah peradaban kebudayaan kita.

“Sehingga jika pendidikan yang berada di Indramayu khususnya Karangampel ini meningkat maka kemajuan desa, kecamatan dan kabupaten ini akan mudah untuk menjadi yang terbaik,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Ansor Ranting Kaplongan Lor, Muzaki, S.Ag mengatakan, ia sangat bersyukur sekali acara tersebut bisa terlaksana dan pemateri bisa hadir semuanya.

“Sengaja saya undang beliau-beliau ini untuk memancing untuk pulang ke kampung halamanya, barangkali terlalu sibuk untuk bertugas di tempat tugasnya,” ucapnya dalam sambutan.

“Alasan selanjutnya adalah untuk menggabungan nasionalis dan religious dan religius nasionalis. Semoga kita bisa mendapatkan ilmu dari beliau berdua sehingga kita bisa menjadi lebih bersemangat lagi dalam bekhidmah di NU,” imbut Muzaki.

Pada kegiatan diskusi ini juga dihadiri oleh Pemuda Ansor sewilayah Kecamatan Karangampel, Ansor Kedokan Bunder, DPRt PKB Kaplongan, Karang Taruna Kaplongan Lor, PAC IPNU IPPNU baik dari karangampel maupun wilayah sekitarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pemberian nasehat oleh KH. Badruzzaman selaku pengasuh Pondok Pesantren Raoudhatul Hidayah sekaligus kiyai sepuh yang berada di Kaplongan Lor.

“Mari kita senantiasa bertaqwa kepada allah dimanapun kita berada, ikuti kegiatan buruk dengan kebaikan dan terakhir adalah berbuat baiklah kepada seluruh manusia sehingga akan dihormati dimanapun kita berada,” tuturnya.

Kemudian, acara ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh beliau KH. Badruzzaman. (Candra)