Indramayu, (Persepsi.co.id) – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indramayu, Nurhadi, meminta maaf apabila ada kesalahpahaman yang timbul akibat pernyataannya. Ia berterimakasih kepada GP Ansor Indramayu karena telah diingatkan perihal penggunaan anggaran.
Pada saat itu Nurhadi menjelaskan ke media kalau Sekretaris GP Ansor Indramayu, Ahmad Dasuki, pernah menelepon dirinya. Namun dalam perbincangan tersebut, menurutnya tidak ada ungkapan meminta-minta anggaran dari Ansor yang ditujukan kepada Bawaslu.
Klarifikasi ini disampaikannya saat berkunjung ke Gedung Ansor Indramayu yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Indramayu, pada Senin (29/03/2021) sore. Dalam kunjungan tersebut, Nurhadi juga didampingi oleh Kordiv Hukum Data Informasi dan Humas Bawaslu Indramayu, Haedar, beserta beberapa Staf Bawaslu.
Kunjungan Bawaslu ini juga diterima secara langsung oleh Ketua GP Ansor Indramayu, Edi Fauzi, yang juga didampingi oleh Ketua LBH Ansor Indramayu, Afif Rahman, beserta pengurus Ansor Indramayu yang lain.
“Saat itu justru Ansor menawarkan program partisipatif publik yang membantu kerja-kerja Bawaslu. Tidak ada permintaan anggaran sebagaimana selama ini dipahami,” terang Nurhadi.
Secara lembaga, Bawaslu menerima kritik yang dilayangkan oleh Ansor Indramayu tempo hari. Kritik itu diterimanya dengan baik demi perbaikan kelembagaan kedepan.
Nurhadi juga mengetahui kalau Ansor merupakan organisasi kepemudaan yang kerap mengkritisi lembaga negara yang kegiatannya tidak berpihak pada rakyat. Oleh karena itu, jika Bawaslu mendapat kritik tersebut, ia memahaminya semata-mata demi perbaikan.
Sebelumnya GP Ansor Indramayu melayangkan kritik atas kegiatan Bawaslu Indramayu pasca Pilkada 2020 yang terkesan membuang-buang anggaran.
Ketua GP Ansor Indramayu, Edi Fauzi, menyayangkan kegiatan yang memakai uang rakyat tersebut. Pasalnya rakyat sedang susah akibat dampak pandemi yang masih berlangsung hingga kini.
Kini Nurhadi menerima kritik tersebut dengan tangan terbuka. Ia menyadari ada salah tafsir atas pernyataannya tempo hari yang dianggap kurang sensitif terhadap kondisi yang terjadi.
“Ya, kami menerima dan berterimakasih atas kritik dari GP Ansor,” pungkas Nurhadi. (Candra)



