OKI, (Persepsi.co.id)-Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) adalah lembaga pemerintah non-departemen, yang melaksanakan tugas penanggulangan bencana, dengan berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tugas pokok fungsi BPBD. Menyusun, menetapkan prosedur tetap penanganan bencana, melaporkan penyelenggaraan dan penanggulangan bencana kepada Kepala Daerah setiap bulan sekali dalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana serta mengendalikan pengumpulan dan penyaluran uang dan barang.

Disampaikan langsung Kepala BPBD OKI Listiadi Martin ,S.Sos.,MM, “Alhamdulillah dan terimakasih kepada media dan seluruh pemangku kepentingan yang sudah sama-sama konsentrasi menghadapi karhutla, dan terbukti hasil kerja kita semua yang keroyokan, kita bisa menekan hot spot dan hot fire (Titik panas dan titik api) sudah sangat menurun begitu tajam di kabupaten OKI pada tahun 2020 ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten OKI dalam hal ini BPBD mengapresiasi dan berterimakasih atas peran serta dan kepedulian mulai dari Lembaga Pemerintah vertikal maupun otonom juga kepada masyarakat, dunia usaha, akademisi serta awak media yang semua menjadi pahlawan-pahlawan keroyokan dalam rangka menghadapi karhutla di Kabupaten OKI. “Ucap Kepala BPBD OKI.

Perlu kita semua ketahui, satu-satunya Kabupaten dari 17 Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang hot spot nya menurun tajam adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

“Kita juga patut mengapresiasi berkat terobosan yang sangat ideal dilakukan oleh pihak Polres OKI, dengan adanya squad drone bisa memantau, monitor setiap jengkal bumi OKI yang rawan bencana dan seluruh aktivitas yang mengancam kebakaran itu sudah bisa dipantau oleh drone dari Polres OKI. “Kata Listiadi.

Sebagai masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di wilayah kabupaten OKI, sudah sepatutnya kita mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas terobosan yang baik dari POLRES OKI ini.

“Musim kemarau secara real team sudah berakhir, Gubernur sudah menutup kegiatan pada tanggal 30 Oktober 2020 dan sekarang kita memasuki fase musim banjir dan bencana tanah longsor, OKI juga punya potensi itu, karena banyak bantaran Sungai dan dataran rendah. “Lanjutnya,

“Untuk itu Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar. SE, sudah menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor untuk kabupaten OKI tahun 2020 dan 2021 terhitung mulai dari tanggal 01 November 2020.

“Karena itu dihimbau kepada seluruh masyarakat dan juga para pemangku kepentingan sekiranya sama-sama siaga mendeteksi dan bersosialisasi dan andai itu terjadi mari bersama-sama kita menanggulangi. “Harap Listiadi.

“Kepada media juga kami berharap kompak terus untuk bersama-sama bersenergi menghimbau ini kepada masyarakat. “Tutupnya.

[ Heri ].