Kayuagung – (persepsi.co.id ) – Diduga Proyek yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang berlokasi didanau wisata teluk gelam dinilai mubazir juga dianggap persiapannya kurang matang.
Proyek penambahan fasilitas objek pariwisata diteluk gelam dirasa kurang efektif dari segi bisnis. Disbudpar dinilai kurang cermat melihat situasi juga mengamati peluang bisnis.
Untuk 4 (empat) proyek penambahan fasilitas di danau teluk gelam itu sendiri Disbudpar mengelontorkan dana hampir 2 (dua) Milyar Rupiah, Dana tersebut bersumber dari Dana APBD Kabupaten OKI tahun 2020.
Raffi Anggota LINK KPK Wilayah OKI angkat bicara terkait kegiatan ini. Menurutnya, “Jika dinilai dari segi bisnis, proyek tersebut jelas kurang menguntungkan, bahkan cenderung menimbulkan kerugian, Karena kawasan tersebut saat ini tak lagi ramai dan cenderung rawan tindak kriminal.
“Hal ini disebabkan kendaraan dari luar daerah yang dulu biasa berlalu lalang dijalan yang melewati kawasan itu kini lebih memilih lewat jalan TOL. Faktor ini diperkirakan bakal menimbulkan dampak pada sepinya wisatawan dari luar daerah yang akan berkunjung ke danau wisata teluk gelam.
“Saya kira anggaran proyek ini bakal mubasir. Sebab sudah bisa diprediksi diawal jika bangunan itu nantinya cenderung terbengkalai. Salah satu dari empat kegiatan itu pembangunanan plaza jajanan Kuliner yang menelan anggaran kurang lebih Rp 515 juta. Sedangkan pengunjungnya saja sepi lantas siapa yang mau jualan dan belanja dikawasan tersebut.
Lanjutnya. “Jika memang Pemerintah OKI ingin membangun Destinasi Wisata seharusnya anggaran itu dialihkan untuk mempercantik Pulau Maspari. Seperti kita ketahui Pulau Maspari masuk Nominasi Destinasi Wisata tingkat Nasional dan keindahannya juga sudah diakui ditingkat Nasional. Itu yang seharusnya perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Sangat disayangkan jika anggaran sebesar itu di sia – sia kan dan hal ini menjadi kerugian Pemkab OKI sendiri. “Tutupnya.”
Disisi lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI Ariyanti melalui PPK kegiatan tersebut Rusman menurutnya. “Saat ini kami hanya berupaya untuk kembali meramaikan kawasan Wisata Teluk Gelam. Salah satunya dengan cara menambahkan fasilitas ditempat wisata tersebut.
“Harapan kami, Instansi pemerintah yang berkaitan dengan hal ini mau berkerja sama untuk mengembangkan kembali kawasan Wisata ini. Semacam adanya proyek penghijauan dengan membuat Kebun Bungga dan Buah. Mungkin dengan banyaknya ragam rekreasi akan menarik minat pengunjung, khususnya pengunjung lokal.
Karena tak mungkin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mampu mengelola kawasan yang luasnya puluhan hektare dengan anggaran yang sangat terbatas, tentu hal itu mustahil. “Pungkasnya. (Heri)



