DUMAI, (persepsi.co.id) – Kepengurusan Perkumpulan “Keturunan Keluarga Pawang Lion (KKPL)”, resmi dilantik, Kamis (26/1/2023) siang di Pendopo Sri Bunga Tanjung.

Pelantikan pengurus KKPL dihadiri Walikota Dumai H Paisal, SKM., MARS., Kapolres AKBP Nurhadi Ismanto diwakili Kapolsek AKP Edwi Sunardi, S.A.P., Dandim 0320/Dumai Letkol Hermansyah Tarigan, SE., diwakili Danramil 02, Kaban Kesbangpol diwakili, Camat Medang Kampai Indra Gunawan, Lurah Pelintung Zamhuri, S.Sos., Ketua IKMR Dumai Aprizal, SH., tokoh masyarakat asal Pagaruyung/Tanah Datar/Batu Sangkar Provinsi Sumbar Syaiful Amri Datuk Domo, anggota DPRD Riau H Husaimi Hamidi, SE., MH., Balon DPD Riau Hj Mimi Lutmitha, S.Si., Ketua IWMR Dumai Hj Ema dan Ketua beserta anggota Ikatan Pemuda Tanah Datar.

Adapun Kepengurusan KKPL yaitu, Ketua Dewan Penggagas Datuk Seri H Atan Ujang, Ketua Dewan Pembina Datuk Zainal Abidin, Ketua Umum Despolianto Belindra, Sekretaris Wirandy Rohim Fajri, S.Sos., dan Bendahara Abas bin Aman.

Sementara, turut serta diamanahkan Sesepuh 1 H Maulana, Sesepuh 2 H Makmur, Sesepuh 3 Ibrahim, Sesepuh 4 H Isa dan Sesepuh 5 H Musa.

5 tokoh, keturunan langsung Pawang Lion, pertama; dari garis keturunan Datuk Madam yaitu Muslim, kedua; Datuk Wan Simpan yaitu Khairul, ketiga; Datuk Wan Pe’a yaitu Bahrui, keempat, Datuk Sidik yaitu Zahuri, ST., (Izam) serta terakhir Datuk Wan Nayab yaitu Efendi Rambe ikut dilantik Esrohana, S.Pd.

“Agar semua keturunan Pawang Lion dan adat budaya tetap terjaga maka menjadi dasar kita membentuk KKPL ini,” ujar Datuk Seri H Atan Ujang.

“Jaga silsilah Pawang Lion,” tekan Atan Ujang.

Dikesempatan berikutnya, Walikota Paisal sangat mengapresiasi terbentuknya perkumpulan berdasarkan nilai sejarah ini.

“Pemko Dumai nantinya akan merehabilitasi dan membangun akses jalan menuju situs-situs budaya tersebut. Yang sudah di bangun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, mari kita jaga bersama-sama,” ucap Paisal.

Pria kelahiran Rohil ini juga meminta kepada pengurus KKPL agar membuat daftar silsilah (tarombo) Pawang Lion secara lengkap dan di pajang di Rumah Sekretariatan Pawang Lion.

“Tahun depan Pemko juga akan anggarkan pembangunan “Kampung Perepat (saat ini sebagai daerah pusat buah durian Pelintung/Puak). Sebab perkampungan Perepat merupakan daerah asal muasal Kota Dumai (setelahnya berganti nama menjadi “Dahomay” kemudian menjadi Dumai),” tutup Paisal.

PAWANG LION

Pawang Lion adalah seorang peneroka yang membuka Kampung Pelintung (sekarang Kelurahan Pelintung) lebih kurang tahun 1900. Beliau adalah salah seorang perantau dari Pagaruyung/Tanah Datar/Batu Sangkar (Sumbar), yang di amanahkan oleh Datuk Laksamana untuk membuka perkampungan Pelintung dan Puak dan sekitarnya.

Pawang Lion juga merupakan tokoh yang dipercaya memiliki kemampuan supranatural atau kemampuan khusus dalam berinteraksi dengan hewan buas, khususnya Harimau Sumatera.

Kawasan-kawasan yang dirintis dan di kuasai nya berada di sepanjang pesisir pantai Sumatera Bagian Timur dan Pulau Rupat, mulai dari Bukit Batu (saat ini Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis) masuk ke Bukit Nenas (Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur) memanjang sampai ke Kampung Batu Teritip (Kelurahan Geniot Kecamatan Sungai Sembilan) hingga ke Batu Panjang (Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis) yang pada saat itu masih Keresidenan Belanda).

Adapun peninggalan-peninggalan Pawang Lion saat ini yang masih terjaga dan di rawat Disdikbud Dumai yaitu perkampungan Plintung (Bukit Plintung, pada tahun 1927 menjadi tempat resepsi pernikahan Datuk Laksamana Raja Dilaut dengan Wan Noon, salah seorang cucu Pawang Lion).

Ada juga batu Tapak Harimau Sakti, Sumur Tua tak pernah kering, Gua Bukit Seludung seluas 4 Ha (aset Pemko Dumai), puing-puing sejarah yang hingga saat ini masih ada tersimpan rapi di Sekretariatan Pawang Lion, Gong Pemanggil, Tongkat/Tombak serta harta tak ternilai yaitu generasi ke-7 dan ke-8 sebanyak ±5.000-an anak cucu Pawang Lion yang tersebar seantero Nusantara dan luar negeri.

(ES)