SERANG, (Persepsi.co.id) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten menggelar kegiatan Lebaran 1000 Yatim Dhuafa dengan mengusung tema “Muharam Penuh Berkah, Senyum Yatim adalah Kebahagiaan Kita, Mari Mengambil Peran dengan Bersama Muliakan Mereka”.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim dan kaum dhuafa melalui penyaluran berbagai bantuan pendidikan dan santunan.

Pada tahun ini, sebanyak 1.000 anak yatim dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten menerima santunan berupa uang tunai sebesar Rp250 ribu, Al-Qur’an, perlengkapan alat tulis, buku, tas sekolah, serta makanan ringan. Peserta terdiri dari anak-anak jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, mengapresiasi peran BAZNAS dalam mengelola dan menyalurkan zakat secara adil, merata, dan transparan. Menurutnya, zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban agama, tetapi juga menjadi sarana membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat hubungan sosial antara muzakki dan mustahik.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat, aparatur pemerintah, hingga para pengusaha untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Penyaluran melalui lembaga resmi lebih tepat sasaran, merata, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, BAZNAS mampu mengelola berbagai program sosial yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Dimyati.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat melalui BAZNAS juga memungkinkan adanya kerja sama dengan berbagai pihak, seperti layanan kesehatan, sehingga masyarakat kurang mampu dapat memperoleh pelayanan dengan biaya yang lebih ringan. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas yang diterapkan BAZNAS menjadi alasan penting agar masyarakat mempercayakan penyaluran zakat melalui lembaga tersebut.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Prof. Dr. H. Wawan Wahyudin, M.Pd mengatakan bahwa program Lebaran 1000 Yatim Dhuafa merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Muharam sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim.

“Kegiatan ini merupakan program tahunan yang kami harapkan dapat membangkitkan semangat kepedulian terhadap anak yatim. Tahun ini, selain santunan uang tunai, kami juga memberikan Al-Qur’an, alat tulis, buku, tas sekolah, dan makanan ringan sebagai dukungan bagi kebutuhan pendidikan mereka,” katanya.

Ia menjelaskan, dipilihnya bulan Muharam sebagai waktu pelaksanaan memiliki makna yang mendalam. Muharam merupakan momentum hijrah Nabi Muhammad SAW yang menjadi simbol perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk berhijrah dari yang sebelumnya kurang peduli menjadi lebih peduli, dan yang sudah peduli menjadi semakin peduli lagi terhadap anak-anak yatim dan kaum dhuafa,” ujarnya.

Ke depan, BAZNAS Provinsi Banten berkomitmen terus mengembangkan program sosial yang lebih luas. Selain anak yatim, tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa akan melibatkan penyandang disabilitas setelah melalui pembahasan dan perencanaan internal.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Banten berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.