Tabrani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten

SERANG, (persepsi.co.id) – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) tengah mematangkan persiapan menjelang dibukanya penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK/ SKh tahun ajaran 2021/2022.

Salah satunya mengenai infrastruktur jaringan. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi terjadinya sistem down akibat banyaknya pengunjung saat pendaftaran PPDB online.

Saat ditemui, Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Tabrani mengatakan, pihaknya berupaya melengkapi aplikasi pendaftaran PPDB online dengan infrastruktur yang memadai. “Inysa Allah (infrastruktur) bisa mengcover dari jalannya aplikasi.

Niatan kita ingin lebih baik. Namun, lagi-lagi, namanya aplikasi kan buatan manusia, pasti tak akan sempurna,” kata Tabrani, Kamis (10/6/2021).

Meski begitu, lanjut Tabrani, dari sisi infrastruktur jaringan, dirinya mengklaim hal itu lebih baik dibandingkan pelaksanaan PPDB tahun-tahun sebelumnya.

“Tapi infrastrukturnya kita sudah siapkan lebih baik dan sudah kami pastikan. Kami antisipasi ketika down bahkan kalau daerah blank spot siswa bisa datang ke sekolah (daftar secara manual),” ujarnya.

Diketahui, pekan depan mulai membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) untuk SMA/SMK/ SKh tahun ajaran 2021/2022.

Berdasarkan infromasi dari Dindikbud Provinsi Banten, pembukaan PPDB untuk SMK akan dimulai pada 14 Juni hingga 18 Juni 2021.

Sedangkan PPDB untuk SMA akan dibuka mulai tanggal 21 Juni hingga 23 Juni 2021. Untuk pendaftaran PPDB tahun ajaran 2021/2022 untuk SMA/ SMK dilaksanakan secara online, dimana calon siswa dapat mengakses website http://www.ppdb.bantenprov. go.id. Jika calon siswa berada di lokasi dimana tidak tersedia akses internet, maka Dindikbud membolehkan calon siswa untuk meminta bantuan operator sekolah yang diminati. Dan calon siswa untuk SMK juga diperbolehkan untuk memilih dua jurusan keahlian di sekokah tersebut.

Sedangkan calon siswa SMA diperbolehkan memilih dua sekolah. Lebih lanjut, Tabrani menyebutkan, untuk jenjang SMK PPDB akan dibuka untuk tiga jalur. Jalur prestasi, jalur afirmasi, hingga jalur perpindahan orang tua. Meski begitu, dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB ada pengecualian untuk SMK. Siswa tidak harus mengikuti jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua sehingga sekolah diberikan kewenangan untuk melakukan seleksi PPDB.

“Sekolah diberikan kemenangan untuk menyeleksi sesuai dengan program keahlian yang ada disekolah masing-masing,” terangnya. Menurut Tabrani, PPDB akan disesuaikan dengan kondisi pelajar bahkan sekolah membuka diri untuk membantu siswa selama berlangsung pendaftaran PPDB.

“Pelaksananya mendaftarnya langsung bisa ke sekolah bisa secara online. Bilamana nanti siswa mau datang ke sekolah secara bergantian itu dibantu oleh operator sekolah,” ungkap Tabrani.

Sementara PPDB SMA , pendaftaran Jalur zonasi dilaksanakan mulai 21 sampai 23 Juni 2021. Jalur afirmasi dan perpindahan orang tua mulai 30 Juni sampai 2 Juli 2021, kemudian jalur prestasi dimulai 30 Juni hingga 4 Juli 2021.

“Pendaftaran SMA itu dimulai dengan jalur zonasi, setelah itu diikuti jalur afirmasi, kemudian diikuti jalur perpindahan orang tua, dan diikuti jalur prestasi,” jelasnya.

Tabrani menjelaskan, bila dalam proses pendaftaran secara online ditemukan kendala siswa juga dapat meminta bantuan ke sekolah bersangkutan.

“Nah untuk SMA itu pendaftaran dapat dilakukan secara online, tapi ketika calon siswa tidak ada fasilitas internet bisa meminta bantuan operator disekolah.

Jadi, sekolah juga kita beri kesempatan untuk membantu siswa mendaftar,” katanya. Untuk jejang SKH, lanjut Tabrani, PPDB diserahkan langsung kepada sekolah untuk melakukan rekrutmen peserta didik. ”

Kalau SKH sistem penerimaan PPDB kita berikan kepada sekolah untuk merektur, karena kan kadang kadang SKH itu ada satu, dua orang juga paling satu rombel yang mendaftar,” tuturnya.

Tabrani mengungkapkan, jumlah SMA, SMK, dan SKH di Banten ada 241 unit. Rinciannya SMA 153, SMK 81, SKH 7. Sementara itu kuota PPDB SMK kurang lebih akan menampung sekitar 29 ribu siswa, kemudian SMA sekitar 43 ribu, informasi lengkap bisa diakses di laman PPDB.bantenprov.go.id “Jalur zonasi 60 persen, jalur afirmasi 15 persen, jalur prestasi 20 persen, dan jalur perpindahan orang tua 5 persen dari daya tampung,” pungkas Tabrani.(Victor)