SURABAYA, – persepsi.co.id,
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE), mengadakan Roadshow Program KEBTKE, bertempat di Shangri-La Hotel, Surabaya. Roadshow kali ini dihadiri sebanyak 71 orang Peserta yang terdiri dari para pengelola Gedung, Perhotelan, Mall, Rumah Sakit dilingkungan Kota Surabaya, serta Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, 28/6/2022.

Acara dibuka oleh Kepala PPSDM KEBTKE Laode Sulaeman, dalam sambutannya menyampaikan keselamatan ketenagalistrikan akan terwujud apabila tenaga teknik yang bekerja di bidangnya kompeten, sedangkan manajemen energi akan berhasil apabila pelaksana memiliki kompetensi dalam melakukan audit dan manajemen penggunaan energi.

“Melalui kegiatan roadshow ini, PPSDM KEBTKE bermaksud untuk mensosialisasikan pentingnya keselamatan ketenagalistrikan dan konservasi energi bagi Gedung dan bangunan. Mudah-mudahan roadshow ini dapat memberikan perspektif baru bagi para peserta dalam mewujudkan keselamatan ketenagalistrikan dan konservasi energi,” kata Laode Sulaeman.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, dan juga President Building Owners and Managers Association (BOMA) yang telah berkenan untuk mengahadiri kegiatan ini dan menyampaikan sambutannya,” sambung Laode.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Nurkholis dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi adalah dengan peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Pelaksanaan konservasi energi salah satunya, melalui pembangunan PLTS Rooftop pada Gedung – gedung Pemerintah dan Swasta, Sekolah, Pondok Pesantren dan Industri.

“Penggunaan PLTS ini, sangat mendukung “Penggunaan Energi Ramah Lingkungan/Clean Energy” yang berdampak penurunan faktor emisi karbon pada pembangkit. Serta yang paling utama adalah menjadi pemicu meningkatkan perekonomian masyarakat di Jawa Timur,” jelas Nurkholis.

Di samping itu, Pemasangan dan penggunaan PLTS, tentunya harus di dukung dengan teknologi dan SDM yang handal dan kompeten, dalam hal keselamatan ketenagalistrikan dan manajemen energi. Seperti kita ketahui bahwa setiap tenaga teknik ketenagalistrikan wajib memiliki Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK), yang diterbitkan lembaga sertifikasi kompetensi terakreditasi. Sedangkan, tenaga manajemen energi wajib
memiliki sertifikat audit energi.

“Saya ucapkan terima kasih, kepada PPSDM KEBTKE atas terselenggaranya kegiatan roadshow ini, dengan harapan di Jawa Timur nantinya, akan semakin banyak tenaga teknik di sektor ketenagalistrikan dan manejemen energi yang paham dalam mewujudkan keselamatan ketenagalistrikan dan konservasi energi. Serta memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidangnya, semoga kegiatan ini bermanfaat dan menjadi bekal bagi kita bersama dalam membangun Jawa Timur secara berkeadilan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” ungkap Nurkholis.

Sementara itu, Irwan Sendjaja, President Building Owners and Managers Association (BOMA) dalam sambutannya menyampaikan bahwa PPSDM KEBTKE hadir sebagai lembaga pemerintah, di bawah Kementerian ESDM yang mempunyai tugas memberikan pelayanan publik, melalui pelatihan dan sertifikasi untuk aparatur, masyarakat umum, dan pengelola industri. Dalam menjalankan tugas nya tersebut, PPSDM KEBTKE didukung dengan berdirinya lembaga sertifikasi demi mendukung sertifikasi di industri.

“Mekanisme sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan, diatur oleh regulasi sektor ketenagalistrikan. Sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan, dapat dilakukan oleh Lembaga sertifikasi kompetensi (LSK) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. PPSDM KEBTKE merupakan salah satu LSK yang sudah diakui sebagai pioneer dalam menciptakan tenaga teknik unggulan di sektor ketenagalistrikan dengan ribuan alumni setiap tahunnya,” jelas Irwan.

“Saya ucapkan terima kasih, kepada seluruh peserta yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga kegiatan ini, dapat meningkatkan kompetensi di bidang keselamatan ketenagalistrikan dan manajemen energi,” pungkas Irwan. (Sri Asih).