
Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum yang hadir dalam acara Penguatan Kapasitas Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Serang.
Serang (persepsi.co.id) – Perwakilan perempuan dalam susunan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang masih dibawah 30 persen.
Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan, dari 50 anggota dewan hanya 7 orang terisi kuota perempuan, atau sekitar 14 persen dari target 30 persen keterwakilan perempuan.
Dari 50 anggota dewan, baru terisi 7 orang Keterwakilan perempuan yakni, Tati Sumiati, Maryanih, Nelly Haryati, Julmi, Munati, Dian Damayanti dan Eva Hanifah.
“Jadi masih butuh 16 persen,” kata Ulum saat memberikan sambutan dalam acara penguatan kapasitas Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Serang, di aula Tubagus Suwandi, Rabu (29/9/2021).
Ulum melanjutkan, butuh delapan orang lagi untuk bisa melengkapi 15 orang kuota anggota dewan dari kalangan perempuan.
Namun, dari semua partai yang mengisi di DPRD Kabupaten Serang, baru Partai Golkar yang memiliki 44,44 persen keterwakilan perempuan.
“Dari sembilan anggota dewan, empat diantaranya perempuan, berarti berati kuota perempuan sudah 44,44 persen di parlemen Kabupaten Serang,” ujarnya.
Partai yang sudah menempatkan keterwakilan perempuan yakni, Golkar empat orang, Gerindra satu orang, PBB satu orang dan Demokrat satu orang.
“Yang luar biasa, dari empat pimpinan DPRD salah satunya perempuan yakni Bu Tati Sumiyati dari partai Demokrat dan juga Bupati Kabupaten Serang juga perempuan,” tuturnya.

Menurutnya, perempuan memiliki peluang besar, sehingga tidak ada cerita masyarakat memilih laki-laki atau perempuan.
“Tinggal bagaimana upaya untuk mencapai tujuan agar keterwakilan perempuan mencapai 30 persen,” katanya.
Oleh karena itu menjadi tugas KPPI Kabupaten Serang agar pada Pemilu 2024 alokasi 30 persen kuota perempuan bisa di penuhi, bukan hanya regulasi namun bisa diwujudkan.



