Cilegon, (persepsi.co.id) Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar menghadiri kegiatan Peringatan Hari Keluarga Nasional Tingkat Provinsi Banten ke-29 tahun 2022 di Link. Sumur Wuluh RW. 03 Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, (12/07/2022).

Hadir pada kesempatan tersebut Para pimpinan Perguruan Tinggi se Provinsi Banten, Bupati dan Walikota se provinsi Banten, Forkopimda Provinsi Banten, Forum Pimpinan Daerah Kota dan Kabupaten se Provinsi Banten, Para Kepala OPD Se Kota Cilegon, Para Pimpinan LSM/LSOM, pimpinan Organisasi Profesi serta Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Disampaikan Al Muktabar dalam sambutannya bahwa berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 kasus stunting di Provinsi Banten tidak termasuk ke dalam 7 (tujuh) Provinsi terbesar, namun secara absolut masuk ke dalam 4 (empat) besar di Pulau Jawa yaitu pada angka 294.862 orang atau 24,5 %, sehingga Provinsi Banten masuk menjadi 12 provinsi prioritas dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI).

Lebih lanjut, Al Muktabar menjelaskan bahwa sda 3 (tiga) daerah kabupaten/kota menunjukan jumlah stunting mengalami kenaikan. Yaitu Pandeglang, yang semula 33 persen menjadi 37,8 persen, Kabupaten Tangerang yang tadinya 18 persen naik 23,3 persen, Tangsel yang tadinya 16 persen jadi 19,9 persen Sedangkan 4 daerah lainnya mengalami penurunan. yaitu Kota Tangerang 15,3 persen, Kota Cilegon 20,6 persen dan Kabupaten Serang 27,2 persen dan Kota Serang 23,4 persen” dan secara regional angka stunting di Provinsi Banten sebesar 24,5 persen.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor ; 2 Tahun 2018 Tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC dan Gerakan Cegah Stunting melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitive., dimana upaya nyata yang telah dan sedang meliputi penyediaan rumah sehat dengan jamban dan sanitasi yang baik. Selain itu, layanan pos gizi terpadu, intervensi terhadap ibu hamil, ibu menyusui sampai dengan anak balitanya.

“Dalam rangka upaya percepatan stunting berbasis keluarga, di Provinsi Banten juga telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 8.136 Tim dan setiap tim terdiri dari 3 (tiga ) unsur, yaitu Bidan, Kader PKK dan kader IMP, sehingga anggota TPK sebanyak 24.408 orang. Adanya keterlibatan semua pihak sangat menentukan keberhasilan program percepatan penuruan stunting ini, karena untuk stunting peran sektor kesehatan hanya 30 persen, sedangkan 70 persenya harus melibatkan sektor lainnya, seperti sektor pangan, pertanian, permukiman, agama, pendidikan serta sektor pembangunan keluarga yang menjadi sebagian tugas BKKBN terutama konsep pola asuh orang tua yang dapat diterapkan dalam upaya pencegahan stunting melalui penerapan 1000 Hari Pertama Kehidupan ( 1000 HPK) .

Sementara itu, Kepala BKKBN RI yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Utama BKKBN Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si mengatakan HARGANAS merupakan momentum yang berkualitas, momentum refleksi dan apresiasi Negara terhadap peran penting keluarga dalam membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas.

Ia juga mengungkapkan bahwa peringatan HARGANAS tahun 2022 mengangkat tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting”. Tema ini terkait dengan tugas baru yang diberikan Bapak Presiden kepada BKKBN sebagai koordinator penanganan stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, dengan target angka stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen.
“ Hal tersebut tentunya diperlukan upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh pihak, salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor sejak dari intervensi hulu-hilir, intervensi spesifik dan sensitive serta pendekatan pentahelix. Sekaitan dengan hal tersebut, telah ditetapkan Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024 (RAN PASTI)”, ujarnya

Disebutkan oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi, Dadi Ahmad Roswandi secara umumpenyelenggaraan HARGANAS Ke-29 Tahun 2022 dimaksudkan untuk mensinergikan Gerak dan Langkah Keluarga Indonesia Mencegah Stuting. Melalui Momentum Harganas ini diharapkan dapat meningkatkan peran stakeholder, tokoh masyarakat dan keluarga dalam pembangunan keluarga, meningkatkan kinerja Pengelola dan Petugas Bangga Kencana dalam meningkatkan Program Bangga Kencana serta meningkatkan kepedulian keluarga Indonesia dalam pencegahan Stunting, tambahnya. (Red/cht)