JAKARTA, (Persepsi.co.id) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Wilayah DKI Jakarta menyalurkan sebanyak 3.540 paket sembako kepada serikat pekerja se-DKI Jakarta di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Pemprov DKI Jakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang diperingati setiap tanggal 1 Mei.
Penyerahan paket sembako diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Syaripudin untuk selanjutnya didistribusikan kepada serikat pekerja di DKI Jakarta.
Paket sembako tersebut didistribusikan secara bertahap ke seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan rincian Jakarta Timur sebanyak 580 paket, Jakarta Pusat 250 paket, Jakarta Barat 580 paket, Jakarta Utara 580 paket, Jakarta Selatan 250 paket, serta tingkat provinsi sebanyak 1.300 paket.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
“Momentum May Day ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam aspek Care, yaitu kepedulian terhadap pekerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir langsung dan memberikan manfaat nyata bagi para pekerja dan keluarganya,” kata Deny.
Deny menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan perlindungan melalui tiga pilar utama, yakni Coverage, Care, dan Credibility. Hingga kini, tingkat cakupan kepesertaan pekerja di DKI Jakarta baru mencapai sekitar 51 persen.
“Untuk pekerja Penerima Upah (PU), cakupan sudah mencapai sekitar 64 persen dari total penduduk ber-KTP DKI Jakarta. Tantangan utama ada pada pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang baru sekitar 24 persen. Ini yang terus kami dorong melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” jelasnya.
Deny menambahkan, peningkatan cakupan dilakukan melalui penguatan pengawasan dan kepatuhan bagi pemberi kerja, serta edukasi bagi pekerja informal. BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng pemerintah daerah, dinas terkait, hingga komunitas seperti RT/RW dan tempat ibadah untuk meningkatkan literasi masyarakat.
“Bagi pekerja informal, kami dorong melalui pendekatan manfaat program. Dengan iuran yang sangat terjangkau, mereka sudah mendapatkan perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deny menyebutkan BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program ‘Sertakan’, yakni ajakan kepada perusahaan untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat rentan di sekitar.
“Melalui program ini, perusahaan dapat membantu melindungi pekerja informal di lingkungan sekitar, seperti ojek atau pekerja lain yang mendukung aktivitas perusahaan. Ini menjadi langkah konkret memperluas perlindungan jaminan sosial,” pungkasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Kadisnakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, peringatan May Day kali ini diharapkan tak sekadar seremoni mengenang perjuangan kaum buruh. Lantaran itu, momentum ini dikemas melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menjaga keberlangsungan ekonomi Jakarta di tengah tantangan global.
Selain itu, kata Syaripudin, rangkaian kegiatan May Day kali ini dirancang untuk memperkuat silaturahmi tripartit. Berbagai kegiatan digelar mulai dari jalan sehat, donor darah, hingga lomba cerdas cermat.
“Kegiatan ini punya manfaat besar, tidak hanya seremoni. Ini adalah bukti nyata hubungan baik antara pemerintah, pengusaha, dan rekan-rekan pekerja. Kita harapkan sistem ekonomi dan kelangsungan usaha tetap berjalan baik di tengah dampak ekonomi global dan fenomena El Nino,” ujar Syaripudin.
Selain kegiatan fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa sembako, uang tunai, dan dukungan pendidikan bagi keluarga pekerja. Syaripudin juga mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dapat dipergunakan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Sementara itu dilokasi berbeda, Widodo Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba menyampaikan momentum ini merupakan perkuatan komunikasi dan sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha yang diharapkan tetap menjalin hubungan industrial yang harmonis. Antara pekerja dan perusahaan.
“Peringatan Mayday ini diharapkan menjadi momentum penguatan perlindungan dan kesejahteraan buruh di seluruh Indonesia, agar seluruh pekerja dapat terlindungi kedalam program BPJS Ketenagakerjaan yang harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja dan keluarganya” pungkas Widodo


