SERANG, (Persepsi.co.id) — PT Inti Everspring Indonesia bersama Universitas Serang Raya (UNSERA) memperkuat komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertema “Aksi Nyata untuk Lingkungan Kita”. Puncak kegiatan yang berlangsung di Desa Mangunreja, Kabupaten Serang, pada Rabu (14/10/2026), ditandai dengan penyerahan sarana pengelolaan lingkungan kepada masyarakat dan sekolah serta dukungan peralatan pertanian bagi kelompok tani.
Melalui program ini, PT Inti Everspring Indonesia dan UNSERA mendorong pendekatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mencakup edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Program tersebut diarahkan untuk membangun kepedulian lingkungan melalui tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dan pertanian.
Dalam acara puncak tersebut, dukungan diberikan kepada tiga kelompok sasaran, yaitu PKK Desa Mangunreja, SDN Mangunreja, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Penyerahan ini menjadi bagian dari intervensi program yang menghubungkan pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat dan sekolah dengan dukungan terhadap aktivitas pertanian lokal.
Sarana pengelolaan lingkungan yang diberikan meliputi tiga tempat sampah botol plastik, delapan set tempat sampah terpilah, tiga unit komposter, serta sarana untuk 30 titik biopori. Sementara itu, Gapoktan menerima alat perontok padi dan alat perontok jagung yang diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi proses pascapanen.
Perwakilan manajemen PT Inti Everspring Indonesia, Gallan Kusuma, S.T., M.T., dalam rancangan pernyataannya menekankan pentingnya menjadikan program CSR sebagai upaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi kami, program CSR tidak hanya berkaitan dengan dukungan yang diberikan, tetapi juga bagaimana program tersebut dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan UNSERA, kami berharap upaya menjaga lingkungan dan mendukung pemberdayaan masyarakat dapat tumbuh menjadi praktik yang melibatkan masyarakat secara aktif,” demikian usulan pernyataan Gallan Kusuma.
Kolaborasi dengan UNSERA memungkinkan pelaksanaan program melalui pendekatan yang mencakup edukasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. UNSERA berperan dalam mengawal pelaksanaan intervensi dan meninjau perkembangan program agar tindak lanjutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran.
Prof. Delly selaku Person in Charge (PIC) program CSR dari UNSERA menjelaskan bahwa pendekatan pemberdayaan perlu dibangun secara bertahap dengan melibatkan masyarakat dalam proses perubahan.
“Program ini tidak berhenti pada edukasi dan penyerahan sarana. Kami ingin mendorong agar masyarakat dapat menerapkan praktik pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Karena itu, pendampingan serta monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan penerapan program dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat,” demikian rancangan pernyataan Prof. Delly.
Dari sisi pendidikan, Kepala SDN Mangunreja, Muflihah, S.Pd., diharapkan menyoroti pentingnya membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Sarana kebersihan yang diberikan diharapkan dapat mendukung praktik menjaga kebersihan dan pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
“Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah di lingkungan sekolah. Pendidikan lingkungan perlu dilakukan secara konsisten agar siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” demikian usulan pernyataan Kepala SDN Mangunreja.
Sementara itu, Kepala Desa Mangunreja, H. Abdul Latif, S.Mn., M.Si., diharapkan memberikan perspektif mengenai manfaat program bagi masyarakat setempat.
“Kami menyambut baik kolaborasi yang menghadirkan dukungan bagi masyarakat, sekolah, dan kelompok tani di Desa Mangunreja. Kami berharap bantuan dan pendampingan ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta mendorong partisipasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melanjutkan praktik-praktik positif yang telah diperkenalkan,” demikian rancangan pernyataan Kepala Desa Mangunreja.
Monitoring dan Evaluasi Selama Tiga Bulan
Sebagai tindak lanjut setelah intervensi program selesai dilaksanakan, UNSERA akan melakukan monitoring dan evaluasi selama tiga bulan ke depan. Pemantauan ini akan diarahkan untuk melihat pemanfaatan sarana yang telah diberikan, keterlibatan kelompok sasaran, serta perkembangan penerapan praktik pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan di lapangan.
Tahap ini menjadi bagian penting untuk menilai perkembangan program berdasarkan kondisi nyata, bukan semata-mata dari terlaksananya kegiatan dan penyerahan bantuan. Hasil monitoring dan evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan lanjutan serta menyempurnakan pendekatan pemberdayaan.
Melalui kolaborasi ini, PT Inti Everspring Indonesia dan UNSERA berupaya memperkuat sinergi antara dunia industri, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun praktik keberlanjutan yang berangkat dari kebutuhan lokal. Integrasi antara dukungan perusahaan, pendampingan akademik, dan keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan program pemberdayaan berbasis lingkungan yang dapat terus diperbaiki dan dikembangkan.


