Hajah Ratu Tatu Chasanah, S.E., M.Ak, demikian nama lengkap dan gelarnya yang selalu melekat. Gelar akademik yang dia sandang bukan untuk pamer, tetapi untuk memotivasi warganya supaya ikut menempuh pendidikan tinggi.

Ia akrab dengan sapaan Bu Tatu, lahir di Serang, Banten, 23 Juli 1967.
Meski lahir di Serang keluarganya memilih pendidikan untuk Tatu di Bandung.

Tatu yang dulu mengenyam pendidikan dasarnya di SDN Ciateul III Bandung saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Serang, yaitu sebagai Bupati yang menjabat sejak 17 Februari 2016.

Selain menjabat sebagai Bupati, Tatu juga memiliki jabatan sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Perwakilan Banten, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Banten dan ia juga seorang Ibu Rumah Tangga dengan Ir. John Chaidir sebagai suami dan memiliki 3 orang anak diantaranya : Pilar Saga Ichsan, Kamila Ratu Chaidir dan Adam Sulaiman Al-Hasani.

Dengan berbagai kesibukan yang ia jalani tentu menghabiskan waktunya, namun Tatu kerap menyempatkan dirinya berbagi waktu dengan keluarga. dan bahkan ia selalu menyempatkan diri untuk melakukan kegemarannya salah satunya ialah berolahraga ringan seperti jalan santai atau lari pagi, hal ini dapat dilihat dari unggahan di laman Instagram pribadi miliknya.

Oleh karena itu Lulusan SMP Negeri 5 Bandung dan SMA Negeri 5 Bandung ini mengajak masyarakat Kabupaten Serang (khususnya) untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, olahraga dan menjaga daya tahan tubuh menjadi paling penting agar selalu sehat.

“Olahraga itu simpel, bisa lari atau jalan santai. Dan olahraga ini harus menjadi gaya hidup kita semua agar selalu sehat,” kata Tatu.

Tatu berjalan kaki sekitar 4,4 kilometer bersama para ajudan. Ia melakukannya saat tidak ada agenda kedinasan pagi hari. “Alhamdulillah berkeringat dan badan terasa sehat. Kalau kita malas olahraga, daya tahan tubuh bisa lemah dan mudah sakit,” ujarnya.

Dalam periode kepemimpinanya, Ratu Tatu Chasanah mengaku bahwa itu tidak selalu berjalan dengan mulus, tak hanya menuai pujian, ia kerap kali menerima kritik yang datang dari masyarakat. Namun Tatu menyadari bahwa itulah risiko sebagai orang yang memimpin satu daerah yang cukup besar.

Dalam kepemimpinan yang didampingi oleh Drs. H. Pandji Tirtayasa, M.Si sebagai Wakil Bupati banyak program-program yang ia buat bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintahan Kabupaten Serang. Salah satunya adalah Program dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam program Indeks Pembangunan Manusia, Tatu yang merupakan Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung ini mengaku Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting, oleh karena itu ia sangat konsentrasi pada dunia pendidikan.

Beberapa Program Pendidikan Pemerintah Kabupaten Serang

Tatu mengatakan, demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Serang serta menekan angka putus sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyediakan beasiswa bagi 4.102 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Beasiswa yang diberikan kepada SD sebanyak 1.650 siswa sedangkan SMP 2.452 siswa.

“Sudah tidak ada alasan lagi siswa putus sekolah karena tidak ada biaya. Saya selalu dan terus sampaikan, tidak boleh ada siswa putus sekolah di Kabupaten Serang. Jika ada siswa tidak mampu putus sekolah, kami akan segera berikan beasiswa,” tegas Tatu.

“Tak hanya pada pendidikan dasar, Program Beasiswa pun hadir pada Perguruan Tinggi” ucap almamater S2 Fakultas Ekonomi M.Ak (magister akuntansi) Universitas Pancasila Jakarta ini.

Berikut data Program Beasiswa Perguruan Tinggi :

1.Gelar Diploma 1 (D1) Vokasi Teknik Kimia Untirta
Pada tahun 2018 ada beasiswa yang diberikan kepada 38 Mahasiswa.
Pada tahun 2019 ada beasiswa yang diberikan kepada 44 Mahasiswa.
Pada tahun 2020 ada beasiswa yang diberikan kepada 25 Mahasiswa.

2.Gelar Diploma 3 (D3) Vokasi Universitas Indonesia (UI)
Pada tahun 2019 ada beasiswa yang diberikan kepada 13 Mahasiswa.
Pada tahun 2020 ada beasiswa yang diberikan kepada 8 Mahasiswa.

3. Fakultas Kedokteran Untirta
Pada tahun 2019 ada beasiswa yang diberikan kepada 7 Mahasiswa.
Pada Tahun 2020 ada beasiswa yang diberikan kepada 2 Mahasiswa.

4.Pendidikan Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
Pada tahun 2019 ada beasiswa yang diberikan kepada 44 Mahasiswa.
Pada tahun 2020 ada beasiswa yang diberikan kepada 25 Mahasiswa.

5.Fakultas Pertanian (FAPERTA) Untirta
Pada tahun 2019 dan 2020 ada beasiswa yang diberikan kepada 1 Mahasiswa.

6.Ilmu Hukum Untirta
Pada Tahun 2018 ada beasiswa yang diberikan kepada 1 Mahasiswa.

Selain program beasiswa Tatu juga mengatakan ada Program Paket Belajar yang diberikan kepada 3.308 peserta dengan pembagian 112 peserta Paket A (SD), 2.183 peserta Paket B (SMP), dan 1.013 peserta Paket C (SMA).

Program Insentif Pendidik dan Tenaga Pendidik
Tatu mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pendidik dan tenaga pendidik di Kabupaten Serang. Upaya tersebut, dilakukan melalui bantuan insentif dengan total anggaran Rp 55,64 miliar dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang.

Apresiasi yang diberikan Pemkab Serang di antaranya memberikan insentif sebanyak 3.053 guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK Pembina. Ada juga insentif untuk 2.273 guru honorer SD dan SMP, insentif K2 SD untuk 637 guru, K2 SMP 117 guru, insentif untuk operator SD 705 orang, dan insentif operator SMP 92 orang, insentif K2 SD 143 non guru.

Kemudian insentif guru Pulopanjang dan Pulotunda 185 orang, insentif MDA 6.190 guru, insentif guru ngaji 9.851 orang, insentif TKK, insentif GBS, dan insentif guru TPQ 1.165 orang.
“Insentif dari Pemkab Serang untuk guru mungkin tidak besar, tetapi kami berusaha memaknai hadirnya para pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah ikhlas mengabdi,” ujarnya.

Beberapa Prestasi yang didapat oleh Ratu Tatu Chasanah

Sebagai informasi berikut adalah penghargaan yang didapat oleh Ratu Tatu Chasanah dalam bidang pendidikan, diantaranya :
1.Anugerah PAUD Tingkat Nasional dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016
2.Penghargaan Literasi Prioritas dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2017
3.Penghargaan dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) pada tahun 2020. (Laporan Victor Manuel/Bidang Pendidikan)