Indramayu, (persepsi.co.id) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu – Jawa Barat melalui program perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos) adakan rapat koordinasi (Rakor) dalam rangka bimbingan dan pemantapan Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan (PKH). Bertempat di aula salah satu hotel yang berada di Indramayu Kota, kegiatan ini berlangsung lancar. Rabu, (17/3/2021).
Menurut Boy Billy Prima, Kabid Linjamsos Dinsos Indramayu, Rakor pembinaan Pendamping PKH ini rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali. Mengundang sekitar 350 Pendamping dan Operator PKH se-Indramayu, kegiatan ini dibagi menjadi 3 gelombang dan hari ini yang terahir.
“Sebenarnya, kita harusnya ini 1 kali kegiatan, namun mengingat masa pandemi kita membanginya menjadi 3 gelombang untuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Imbuhnya, kata Boy Billy Prima, selain bimbingan dan pemantapan kegiatan ini juga dalam rangka rapat evaluasi kinerja Pendamping PKH.
“Kita memberikan mereka motivasi kerja, kemudian mengevaluasi kinerja mereka pada saat melakukan pekerjaan. Mereka melaksanakan pemutahiran, verifikasi dan cek dilapangan itu kita evaluasi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ia memaparkan, maka pada saat pendamping tersebut melakukan pemutahiran setiap 3 bulan sekali secara rutin, misalkan kondisi ekonomi masyarakat sudah meningkat diharapkan bisa di graduasi mandiri oleh pendampingnya.
“Graduasi mandiri PKH itu apa sih? yaitu masyarakat yang kondisi ekonominya meningkat maka oleh pendamping diedukasi bahwa mereka diberhentikan dari penerima program tersebut,” paparnya.
Lebih dalam, Ia mengatakan, dengan rutin dilakukannya kegiatan ini diharapkan data penerima PKH kualitasnya semakin baik. Apabila ada masyarakatnya yang memang sudah kategorinya mampu, agar dapat diedukasi oleh pendampingnya, koordinasi pihak Pemerintah Desa bantu juga dengan masyarakat lingkungan sekitar untuk mereka di graduasi karena kondisinya sudah mampu.
Pihaknya juga mendorong agar setiap ibu hamil yang menerima bantuan PKH agar selalu memeriksakan rutin kandungannya supaya terjaga kehamilannya.
“Nanti Pendamping PKH ikut ngecek, apabila tidak diperiksa-periksakan maka bantuan PKH nya itu bisa tidak dicairkan, kalau dia tidak memeriksakan kehamilannya,” tandasnya.
Kemudian, Ia berharap kepada seluruh Pendamping PKH di Kabupaten Indramayu agar bisa mengedukasi serta memeberikan suport dan motivasi kepada masyarakat yang masuk dalam kategori pra sejahtera tersebut agar anak-anaknya tetap melanjutkan sekolah.
“Nanti kita bantu edukasi dan fasilitasi mereka bisa akses pendidikan ketingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Candra)



