Indramayu, (Persepsi.co.id) – Puluhan warga Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat Unjukrasa Kantor Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu untuk menyampaikan keluhan soal kurangnya pasokan air. Selasa, (18/5/21).

Pelanggan PDAM di RT10 sampai RT15 Desa Cemara melalui Forum Komunikasi Masyarakat Pengguna Air PDAM Desa Cemara menyampaikan sejumlah keluhannya kepada Humas Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu.

“Poinnya adalah di desa kami air PDAM tidak keluar – keluar, udah lama terlebih lagi disaat bulan puasa sampai sekarang tidak keluar air, untuk keperluan sehari – hari kita harus beli galon, harus minta air dari tetangga RT sebelah,” ucap Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pengguna Air PDAM Desa Cemara, Samsul Bakhri (31).

Samsul Bakhri menambahkan, setelah menyampaikan sejumlah keluhannya alhasil direspon baik oleh pihak PDAM, dan akan melakukan upaya – upaya strategis agar segera mengirim dan memasok air untuk pelanggan PDAM di desanya.

“Biasanya juga melalui penyuntikan (air), Tapi kami juga menyayangkan bahwa dari pihak PDAM tidak mau tanda tangan (surat kesepakatan bersama), karena walau bagaimanapun itu dengan bukti tanda tangan surat kesepakatan bersama PDAM mengakui kesalahannya dan akan memberikan bukti nyata,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Sudino (30) salah satu warga RT13 Desa Cemara yang juga pelanggan PDAM menambahkan, ia juga mengeluhkan dengan naiknya biaya bulanan yang dibebankan selama dua bulan belakangan ini.

“Kita biasanya kalau keadaan normal paling mahalnya 70 – 60 (ribu), tapi sekarang ahir – ahir ini gara – gara mungkin efek imbas kaya gini saya gak tahu, tapi biayanya itu melonjak jauh 120 – 130 (ribu),” ujarnya.

Sementara itu, Manager Humas Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Budi Supriatin mengatakan, pihaknya sedang berusaha menambah kapasitas air, sambil menunggu proses pihaknya akan melakukan langkah – langkah terkoneksi dan melakukan pengiriman penyuntikan air dengan menggunakan mobil tangki.

“Sambil menunggu proses, , artinya butuh proses dan itu juga kita stakeholdernya pemerintah daerah kan,” ujar Budi.

Budi juga menghimbau kepada pelanggannya agar tidak memakai mesin pompa air.

Lebih lanjut, Budi juga menjelaskan soal dirinya bukan tidak bersedia menandatangi surat kesepakatan bersama dengan pihak Forum Komunikasi Masyarakat Pengguna Air PDAM Desa Cemara tapi ada Prosedur nya.

Budi juga menanggapi soal keluhan tingginya biaya bulanan air PDAM yang dikeluhkan warga Cemara.

“Pembayaran bisa tinggi, dasarnya kan dari meteran, gak ada airnya betul karena penguna konsumen pakai sanyo (mesin pompa air), Kalau pakai sanyo kan narik, anginnya ketarik – tarik,” tutupnya. (Candra)