Pandeglang, (persepsi.co.id) – Dalam upaya pencegahan virus corona (covid-19), pemerintah menetapkan kegiatan proses belajar mengajar siswa diseluruh satuan pendidikan tidak lagi dilakukan disekolah, namun dilakukan secara online di rumah masing-masing. Hal itu dibenarkan Mohamad Hopip, Kepala SMP Islam Insan Cerdas Pandeglang, kepada media, Jum’at (3/4/2020).

Menurut Hopip, dengan teknologi seperti sekarang, kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara online selama sarana tersebut dimiliki oleh siswa. Namun sayangnya untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, seperti sulitnya sinyal atau karena alasan ekonomi, maka sekolah harus mencari alternatif lain agar kegiatan belajar tetap berjalan.

“ya untuk yang tinggal di kota semua siswa sudah memiliki handphone, pelaksanaan belajar secara online tidak ada kendala, tapi untuk di kampung, tidak semua siswa memilikinya, ataupun kalau hp ada tapi sinyalnya ga ada, mau gimna ?”. tegasnya.

Dalam kondisi seperti ini, SMP Islam Insan Cerdas mencari alternatif lain yaitu mengatur mekanisme belajar siswa di rumah dengan membagi beberapa kelompok kecil siswa maksimal 4 orang belajar bersama di rumah dan diawasi langsung oleh guru dengan tetap menerapkan Physical Distancing maupun Sosial Distancing.

Selain itu Hopip berharap agar para siswa maupun orang tua siswa tidak beranggapan masa pencegahan virus corona (vovid-19) sebagai hari libur sekolah, namun kondisi seperti ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh orang tua murid bersama putra-putri mereka melakukan kegiatan pembelajaran di rumah.

“Tidak ada istilah libur sekolah, namun yang ada adalah kegiatan belajar harus tetap berjalan walaupun pelaksanaanya di rumah masing-masing”. Ujar Hopip

Sepeti diketahui, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah mengeluarkan Surat Edaran terkait Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kabupaten Pandeglang dengan memperpanjang belajar jarak jauh melalui media daring pada semua satuan pendidikan terhitung sejak 31 Maret – 20 Mei 2020. (red)