Serang,(persepsi.co.id)- Upaya mencapai kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal, bagi ibu dan keluargannya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatkan derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang yang optimal merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.

Oleh Karena itu Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten melaksanakan Sosialisasi Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Kantor Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang pada Kamis, 16 Maret 2023.

Untuk Diketahui acara tersebut dihadiri juga oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Camat Gunungsari beserta jajaran, Kepala Desa Gunungsari, Kepala Puskesmas , Bidan, Perawat serta Kader Posyandu.

Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengatakan Salah satu indikator yang menunjukkan kesejahteraan masyarakat di suatu negara adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Semakin tinggi AKI dan AKB, maka semakin rendah kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya semakin rendah AKI dan AKB maka kesejahteraan masyarakat suatu negara meningkat.

Ati menambahkan bahwa ini Masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Provinsi Banten untuk menurunkan angka AKI dan AKB yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Apalagi, Banten disebut-sebut salah satu daerah penyumbang terbanyak kasus tersebut.

AKI dan AKB, merupakan indikator yang penting untuk mencerminkan keadaan derajat kesehatan di suatu masyarakat, karena bayi yang baru lahir sangat sensitif terhadap keadaan lingkungan tempat orang tua si bayi tinggal dan sangat erat kaitannya dengan status sosial orang tua si bayi. Kemajuan yang dicapai dalam bidang pencegahan dan pemberantasan berbagai penyakit penyebab kematian akan tercermin secara jelas dengan menurunnya tingkat AKB. Dengan demikian angka kematian bayi merupakan tolok ukur yang sensitif dari semua upaya intervensi yang dilakukan oleh pemerintah khususnya di bidang kesehatan.

” Sekedar informasi, Indonesia merupakan salah satu dari 68 Negara yang memiliki kematian ibu dan anak (Bayi baru lahir) yang buruk, sedangkan Banten merupakan Provinsi penyumbang 50% kasus kematian ibu hamil.” ujar Ati.

Untuk itu Dinkes Provinsi Banten mengusung program-program yang dapat mencegah tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB), dengan memberikan pelayanan yang dapat membantu mencegah serta meminimalisir kematian ibu dan anak.

Ada Enam Program Yang Dapat Mencegah Tingginya AKI-AKB yaitu:
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
2. Pelayanan Imunisasi Tetanus Toksoid Wanita Usia Subur dan Ibu Hamil
3. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
4. Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas
5. Pelayanan/Penanganan Komplikasi Kebidanan
6. Pelayanan Kontrasepsi.

Ditempat yang sama, Dr. Yeremia Mendrofa, Ketua Komisi V DPRD Banten menambahkan, Untuk menekan angka kematian ibu dan anak diperlukan pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care) guna mendeteksi dini faktor serta resiko komplikasi kehamilan, serta asupan Zat besi harus ditambah mengingat selama kehamilan voleme darah pada ibu meningkat sehingga memenuhi kebutuhan ibu serta menyuplai makanan dan oksigen pada janin.

“Asupan zat besi yang diberikan oleh ibu hamil kepada janinnya melalui plasenta akan digunakan janin untuk kebutuhan tumbuh kembangya termasuk perkembangan otaknya,” tutur Yeremia.

“Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga menyebutkan bahwa program keluarga berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas,” tambah Yeremia.

Yeremia mengatakan, Bersama Gubernur dan DPRD memiliki tugas pokok dan peran penting terutama tentang Peraturan Daerah dan kemudian melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program program pembagunan dan termasuk juga program Kesehatan.

“Dan saya juga Pengawas, Apakah Kegiatan kita pada hari ini ada kemanfaatannya buat Bapak-Bapak dan Ibu-ibu Semua, Apakah betul dirasakan oleh bapak-ibu semua,” Pungkasnya.

“Komisi V kedepannya akan bersinergi mendukung program yang sudah direncanakan agar dapat terus berjalan meskipun harus dijadikan satu dengan program dinas terkait.” tambah Yeremia.

“Terakhir Saya berharap, Mudah-mudahan AKI/AKB di 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten semakin menurun. Hal ini menjadi gambaran kedepannya bahwa Provinsi Banten untuk dapat berada di bawah rata-rata angka nasional, bahkan menunjukkan angka zero.” tutup Yeremia.