Jakarta, (Persepsi.co.id) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Salemba dorong agar seluruh perusahaan dapat mendukung program SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda).

Hal tersebut dikatakan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Salemba Brian Aprinto. Jumat, 28 November 2025.

“Melalui program Sertakan ini, kami berharap seluruh perusahaan yang ada di wilayah Jakarta Salemba maupun para peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor formal untuk dapat turut serta mensejahterakan pekerja rentan yang ada di sekitar kita,” kata Brian.

Brian menjelaskan bahwa melalui program Sertakan ini dapat melindungi pekerja rentan dengan dua program BPJS Ketenagakerjaan yakni program Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dengan iuran hanya Rp16.800 per bulan.

“Program Sertakan ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan, karena dengan hanya Rp16.800 per bulan dapat disisihkan dari gaji untuk mulai peduli dengan mendaftarkan pekerja-pekerja yang kurang mampu di sekitar kita,” jelas Brian.

“Apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, mereka bisa mendapatkan penggantian biaya perawatan sampai sembuh” tambah Brian.

Selain itu, apabila peserta mengalami risiko meninggal dunia bisa juga mendapatkan santunan dan juga ada beasiswa untuk dua orang anak dari keluarga yang ditinggalkan dengan total sebesar Rp174jt.

Lebih lanjut, apabila meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, akan mendapatkan santunan sebesar Rp42jt, beasiswa juga bisa diberikan apabila sudah terdaftar lebih dari tiga tahun.

“Untuk itu, kami sangat mendorong agar perusahaan-perusahaan dapat turut serta mendukung program Sertakan ini dengan cara mendaftarkan pekerja rentan yang ada sekitar perusahaannya,” ungkap Brian.

“Dan selain perusahaan, kita juga sebagai peserta sektor formal juga bisa ikut serta dalam Program Sertakan tersebut dengan memulai dari orang-orang terdekat kita. Kita bisa mendaftarkan asisten rumah tangga, atau tukang yang sering kita panggil untuk perbaikan atap rumah ataupun pekerja informal yang kurang mampu secara ekonomi” tutup Brian.