JAKARTA (persepsi.co.id) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM), memperingati momentum hari jadi yang Ke-20 Tahun. Tepatnya, berdiri pada tanggal 2 Maret 2001-2 Maret 2021. Yang dilaksanakan secara Online dan offline, di kantor BPSDM ESDM Kementerian ESDM, Jalan Gatot Subroto Kav, 49, Jakarta Selatan. Selasa, 02/03/2021.
Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Badan Pengembangan SDM Wawan Supriatna, Kepala PPSDM KEBTKE, Laode Sulaeman, Kepala PPSDM Geominerba, Bapak M. Priharto Dwinugroho, Kepala PPSDM Aparatur, Albertus Susetyo Edi Prabowo, Direktur PEM Akamigas R. Perry Burhan, Direktur PEP Bandung Asep Rohman, Plt Kepala Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Darius Agung Prata dan para undangan lainnya.
Kepala Badan Pengembangan SDM ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa usia Dua Puluh (20) Tahun bukanlah usia yang muda bagi suatu instansi. Kita sampai pada posisi ini, merupakan sebuah pencapaian.
“Dalam kurun waktu tersebut. BPSDM terus-menerus berkembang, baik dari segi fasilitas, kegiatan diklat, maupun sertifikasi untuk mendukung kebutuhan SDM dalam negeri”jelas Prahoro.
Prahoro juga mengatakan, Sejak 2017, kita juga mendirikan sekolah vokasi PEP Bandung, yang menjadi salah satu tonggak pendidikan dasar dalam memperkuat SDM Indonesia sejak dini, selain PEM Akamigas yang sudah lebih dulu berdiri.
“Sebagai pegawai yang berkerja di BPSDM, kita tentunya wajib mengetahui tujuan utama BPSDM ESDM, yaitu “Menghasilkan SDM pengelola (industri, ASN internal)”jelasnya.
Kemudian, Kementerian ESDM/ Pusat maupun ASN Pemerintah Daerah, dan Masyarakat) sektor ESDM yang kompeten dan profesional melalui pelatihan, pendidikan vokasi dan sertifikasi” sebagai landasan kerja dan dasar dalam pengambilan keputusan dalam melakukan suatu kegiatan.
Kita sampai pada usia 20 tahun ini, bukan untuk berpuas diri tapi harus dan terus melanjutkan upaya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjalankan Rencana Strategis BPSDM ESDM Tahun 2020 – 2024, yang berisi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BPSDM ESDM untuk 5 tahun ke depan. Rencana strategis tersebut disusun berdasarkan analisis atas pendapat dari stakeholders dan dinamika perubahan lingkungan strategis baik global maupun nasional. Disusun dengan berpedoman pada RPJMN ke IV Tahun 2020-2024 serta untuk memberikan kontribusi yang signifikan bagi keberhasilan pencapaian sasaran, agenda dan misi serta visi pembangunan nasional. Oleh karena itu, semua Satuan Kerja di lingkungan BPSDM ESDM harus melaksanakan program yang sudah disusun dalam Rencana Strategis secara akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kinerja.
“Berdasarkan data capaian peserta pelatihan yang telah dilaksanakan oleh BPSDM ESDM dari tahun 2015 s.d. 2019 apabila dibandingkan dengan kebutuhan tenaga kerja sektor ESDM, BPSDM baru mampu melatih 11,50% di sektor KEBTKE, 13,72% di sektor migas, dan 17,60% di sektor tambang. Hal ini menunjukkan masih terbukanya peluang pengisian tenaga kerja sektor ESDM yang dapat dilatih. Apabila tidak segera dipenuhi, bisa terisi oleh tenaga kerja dari lembaga-lembaga pelatihan serta lembaga sertifikasi kompetensi yang ada di luar Kementerian ESDM maupun yang berada di luar negeri. Apalagi era perdagangan bebas terbuka lebar sehingga membawa dampak signifikan terhadap bebasnya pertukaran tenaga kerja asing. Hal ini harus menjadi pertimbangan kita bersama agar tenaga kerja Indonesia tidak ketinggalan dalam segi kualitas maupun kuantitas”ungkap Prahoro.
Lanjut Prahoro, Capaian BPSDM di tahun 2020 sudah cukup baik. Indeks profesionalitas ASN BPSDM sudah meningkat dari 2019 sebesar 73 menjadi 82,22 di tahun 2020. Kita juga sudah menelurkan tempat uji kompetensi (TUK) sebanyak 22 dari LSP ESDM, 48 dari LSP PPT MIGAS, dan 34 dari LSK PPSDM KEBTKE.
“Capaian kita memang sudah meningkat secara keseluruhan, tapi selalu ada ruang untuk terus mengembangkan diri. Kita tidak boleh hanya berpikir untuk periode saat ini tapi bagaimana melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dalam kurun waktu 5 tahun ke depan secara berkesinambungan, bukan hanya melakukan kegiatan sebagai gugur kewajiban”ungkapny.
Selain itu, Prahoro mengatakan Pandemi covid-19 masih berlangsung hingga hari ini. Tentunya banyak sekali tantangan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan BPSDM ke depan. Namun, jangan jadikan pandemi ini sebagai penghalang dalam berkontribusi. Selalu ada cara, selama kita berusaha dan yakin bisa berhasil dalam menyelenggarakan seluruh kegiatan.
“Untuk menjamin, keberhasilan pelaksanaan kegiatan dan mewujudkan pencapaian Visi Presiden yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, maka BPSDM wajib melaksanakan program evaluasi di setiap tahunnya, sekaligus sebagai sarana pengecekan apakah kita masih di track yang benar dalam mencapai tujuan atau sudah melenceng”tambahnya.
“Akhir kata, dalam rangka mewujudkan BPSDM yang lebih maju, mari kita jadikan ini sebagai awal langkah kita untuk menjadi BPSDM yang solid, terus berkarya dan berbakti bagi negara”ucapnya.
Sementara itu, dikesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia KEBTKE Laode Sulaeman menyampaikan bahwa ada tantangan kedepan yang dapat kita rumuskan dalam satu akar, yaitu tantangan teknologi.
Kami ada 3 tantangan, yaitu teknologi informasi, bagaimana kita harus mengejar agar tidak ketinggalan karena kecepatan dibutuhkan dan kestabilan dari kecepatn itu juga dibutuhkan.
Yang kedua, tantangan teknologi pembelajaran, bagaimana kami berupaya untuk mengemas agar apa yang kami sajikan ini dapat menarik bagi masyarakat, tentu dibutuhkan teknologi-teknologi untuk itu, misalnya, augmented reality merupakan hal penting yang kita kejar agar tidak ketinggalan.
“Yang terakhir, adalah tantangan teknologi dari ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan itu sendiri, seperti yang kita ketahui, khususnya EBTKE ini melakukan loncatan yang cukup cepat, mulai dari smart green, kemudian masuk kepada implementasi kemudian kita memasuki energy storage, lalu kita mulai mengimplementasikan electricity vehicle”imbuhnya.
“Tentu, ini semua menuntut kecepatan kita dalam menyiapkan dasar yang utuh bagi penguatan sumber daya manusianya, Selamat kepada BPSDM KEBTKE yang sudah memasuki 20th, kami PPSDM KEBTKE selalu siap mewarnai karya-karyamu untuk negeri”tutup Laode. (SA).



