Pandeglang, (persepsi.co.id) – Untuk kesekian kalinya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke Kabupaten Pandeglang, kali ini ke Desa Wisata Sukarame, Kecamatan Carita, (02/09).
Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dalam rangka Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2021. Dimana dari 1800 Desa wisata, Desa Sukarame Carita masuk dalam 50 besar destinasi wisata terbaik se Indonesia.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita Damyati mengatakan bahwa “ Desa Wisata Sukarame menyajikan keindahan panorama alam, laut, pantai, curug dan gunung.

Untuk fasilitasnya pun sudah mendukung CHSE Cleanlines Health Savety and Environment yang mana menjadi protokol standar di era pandemi, mohon doanya semoga Destinasi wisata desa sukarame masuk 3 besar pada babak final nanti. Ungkapnya.
Bupati Kabupaten Pandeglang, Irna Narulita Damyati dalam sambutannya mengatakan, “Saya berharap kehadiran Bapak Menteri menjadi awal kebangkitan pariwisata di Kabupaten Pandeglang. Seperti tamu yang datang pada acara ini menjadi tanda awal kejayaan objek pariwisata bangkit di tengah pandemi Covid-19,” ujar Irna Narulita
Dalam kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno melepasliarkan burung endemik jawa, sebagai tanda pelestarian habitat burung sebagai ciri kelestarian alam wisata yang terdapat di desa sukarame.
Sandiaga Uno dalam sambutanya mengatakan, bahwa desa Sukarame, Kecamatan Carita Pandeglang ini telah ditetapkan masuk dalam 50 Desa Wisata terbaik di nusantara dalam ajang Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Penetapan Sukarame sebagai Desa Wisata terbaik ini berdasarkan hasil penilaian dewan juri, karena Desa Sukarame ini masih mengedepankan prinsip ekowisata.
“Saya ucapkan selamat kepada Desa Sukarame yang telah berhasil mengalahkan 1.800 desa pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI 2021,” ujarnya.
Menurut Sandiaga Uno, di Desa Sukarame banyak terdapat sentra pembuatan produk-produk lokal seperti kerajinan tangan dan pembuat batik.
“Di Desa Sukarame juga ada produk ekonomi kreatif. Seperti batik yang dibuat ibu H.Eno. Saya ingin H.Eno ini buatkan batik untuk 50 desa wisata terbaik di Indonesia,” ujarnya. (ADV)



