Kepala Perwakilan BKKBN prov. Banten : Drs. Aan Jumhana Mulyana,M.Si

 

SERANG – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menggelar diseminasi hasil analisis sekunder Survai kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019 di salah satu Hotel Kota Serang, Selasa (03/11/2020). Dimana dalam deseminasi tersebut, Pihak perwakilan BKKBN Mengedepankan penerapkan protokol kesehatan.

Untuk menjaga dan menjamin objektivitas SKAP, pihak perwakilan BKKBN Provinsi Banten menggandeng mitra kerja yaitu perguruan tinggi, hal itu dilakukan untuk menjaga independensi dan kualitas.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Drs.Aan Jumhana , M.SI mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009, BKKBN memiliki tugas untuk melaksanakan pengendalian penduduk dan menyelenggarakan keluarga berencana.

Dalam melaksanakan tugas yang diberikan terkait Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Banggakencana), BKKBN harus dapat mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan.

Dimana tujuan kegiatan ini dilakukan untuk Penyebarluasan informasi bagi pembuat kebijakan dan pengelola program di banggakencana di Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dan Pemanfaatan hasil survei dan penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan dan kebijakan dalam Program Bangga Kencana.

“Sesuai UU tersebut, BKKBN tidak mungkin bekerja sendiri, dengan demikian kami menggandeng teman teman dari Perguruan tinggi,” kata Drs.Aan Jumhana.

Dengan hasil kajian tersebut, Jelas Aan Jumhana akan disampaikan kepada pembuat keputusan di daerah dan dapat memanfaatkannya untuk menangani permasalahan di tengah tengah masyarakat, khususnya di Provinsi Banten.

“Namun sebelum disampaikan kepada pembuat kebijakan, teman teman dari Perguruan tinggi akan terlebih dahulu mempublikasikannya, hal tersebut agar bisa di konsumsi oleh masyarakat,” tambah Aan

Saat ini, tambahnya telah ada 14 Perguruan tinggi yang telah menjadi mitra BKKBN untuk melakukan kajian SKAP tersebut, dari 14 Perguruan tinggi ini tentunya kajian yang berbeda beda, ada yang melakukan penelitian usia pernikahan muda, angka kematian ibu melahirkan, dan lain sebagainya.

Kajian ini, Katanya tidak mengevaluasi dampak dari suatu program, akan tetapi hanya memotret hasil (output) yang telah dicapai program pada tahun 2019. Target populasi dari survei ini adalah rumah tangga, wanita usia subur 15-49 tahun, keluarga dan remaja usia 10-24 tahun yang belum menikah,” Kata Aan

Lanjutnya, SKAP menghasilkan data set mentah dan dapat digunakan lebih lanjut dalam kegiatan penelitian, selain itu analisis lanjut data sekunder dengan tema tertentu dapat memberikan temuan atau rekomendasi spesifik kepada para pengambil kebijakan.

“Perguruan tinggi merupakan pusat ilmu sehingga berbagai inovasi dapat lahir dari sana. Perguruan Tinggi juga memiliki potensi besar dalam melakukan kajian Kependudukan, memetakan permasalah kependudukan dan memberikan rekomendasi dari hasil kajian yang dilakukan,” ujarnya mengakhiri.

Untuk diketahui, Perwakilan BKKBN Banten telah memfasilitasi kegiatan penulisan artikel ilmiah sebagai analisis lanjut data sekunder SKAP 2019 kepada 10 (sepuluh) Mitra Perguruan Tinggi yang telah lulus dalam seleksi yang selanjutnya akan dipublikasikan pada portal jurnal terakreditasi nasional sebagai upaya penyebar luaskan hasil data sekunder SKAP.

Ditempat yang sama, Deputi Bidang Pelatihan, penelitian dan pengembangan (Lalitbang) BKKBN Prof. drh. M.Rizal M Damanik, MRep.Sc, PhD menyampaikan, SKAP ini akan  dilakukan oleh mitra kerja dari Perguruan tinggi , guna menjaga independensi dari hasilnya. Kita sampaikan juga, BKKBN tidak akan memberikan intevensi terhadap proses dan hasilnya.

“SKAP sendiri dijelaskannya sebagai alat dari BKKBN untuk menilai kinerja yang sudah dilaksanakan selama ini dengan target yang telah disusun,” tuturnya. (Charles)