SETU,(persepsi.co.id)-Pemerintah Kota Tangerang Selatan bergerak cepat menangani cemaran residu zat kimia yang mencemari Kali Jaletreng hingga mengalir ke Sungai Cisadane, menyusul kebakaran gudang pestisida di kawasan industri Taman Tekno, Kecamatan Setu.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa langkah evakuasi residu sisa kebakaran harus segera dilakukan demi mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Pilar usai meninjau langsung lokasi gudang yang terbakar serta menyusuri aliran Kali Jaletreng bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Dari kesimpulan tadi, bahwa ini harus segera dilakukan langkah bagaimana sisa-sisa residu kebakaran itu harus segera diangkut dan diolah di tempat pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),” ujarnya.

Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan Polres Tangsel untuk mempercepat proses evakuasi residu yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan aparat penegak hukum.

Langkah cepat ini dilakukan untuk mencegah partikel mikro hasil pembakaran pestisida menguap dan terhirup masyarakat, khususnya di sekitar kawasan Taman Tekno. Selain itu, pembersihan segera dilakukan guna mengantisipasi potensi hujan yang dapat membawa sisa zat kimia masuk ke aliran sungai.

“Kita khawatir hujan turun dan airnya masuk ke sungai. Jadi ini langkah cepat yang harus segera dilakukan, pembersihan dulu. Itu yang paling penting,” tegas Pilar.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Tangsel bersama instansi terkait melakukan upaya netralisasi kandungan zat kimia di Kali Jaletreng dengan menaburkan bubuk karbon aktif. Metode ini diharapkan mampu mengikat senyawa kimia berbahaya agar tidak menyebar lebih jauh.

“Mudah-mudahan karbon aktif ini bisa mengikat senyawa kimia untuk langkah awal yang cepat. Sambil kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk dukungan teknis lanjutan,” jelasnya.

Penanganan dilakukan secara bertahap dan terukur guna memastikan tidak ada lagi pencemaran, baik pada kualitas udara maupun air yang mengalir hingga Sungai Cisadane.

“Ini bukan pertama dan terakhir. Akan kita lakukan secara bertahap supaya kualitas air dan kualitas lingkungan hidup tetap terjaga,” pungkas Pilar.

Melalui langkah responsif ini, Pemkot Tangsel menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan dari potensi dampak bahan kimia berbahaya.(Adv)