Penulis : Siska Dewi Mulia Megasurya, S.Pd (Guru SMK Negeri Dander)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu sekolah satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah di bidang tertentu yang diharapkan output lulusannya dapat siap bekerja. Dalam UU Nomor 20 Tahun 2013, Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan siswa terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Siswa dipersiapkan untuk siap bekerja dengan bidang keahlian yang dimiliki.
Di Indonesia SMK negeri ataupun swasta memiliki kompetensi keahlian yang bermacam macam, dari bidang otomotif, busana, multimedia ataupun yang lainnya dan peminatnya pun juga sangat banyak. Kenapa demikian? Karena seiring bertambahnya pertumbuhan penduduk maka kebutuhan otomotif, busana dan multimedia semakin berkembang. Otomotif misalnya semakin kedepan kebutuhan akan kendaraan sebagai sarana transportasi akan mengalami peningkatan pesat, digunakan sebagai sarana untuk menuju ke tempat sekolah dan ke tempat kerja. Perkembangan tren juga akan mempengaruhi perkembangan produksi busana. Perkembangan teknologi juga mempengaruhi perkembangan multimedia. Multimedia sangat besar peranannya dalam kehidupan sehari – hari, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan hiburan. Produk multimedia juga beragam, dapat berupa animasi sebagai hiburan, grafis untuk kepentingan iklan, video untuk dokumentasi dan lain lain. Produk multimedia di Indonesia masih kurang eksis debandingkan dengan produk negara tetangga. Animasi sebagai hiburan contohnya, animator Indonesia belum banyak yang memproduksi kartun animasi secara continue.
Apa hubungannya dengan SMK? Bagaimana peranan siswa SMK Indonesia? Siswa SMK Indonesia diharapkan dapat berkembang dan berkarya sesuai bidang keahlian masing – masing. Bagaimana caranya? Untuk mengembangkan kemampuan siswa disini dapat dengan menghidupkan UPJ. Apa itu UPJ? UPJ yaitu Unit Pelayanan Jasa, jadi tiap kompetensi keahlian memiliki tim pelayanan jasa dengan siswa sebagai tim produksinya dan guru sebagai pembimbing. Apa kegiatan yang dapat dilakukan? Tim UPJ ini bergerak sesuai bidang keahlian masing masing siswa, misal keahlian tata busana jasa yang ditawarkan dapat berupa jasa penjahitan busana, keahlian multimedia jasa yang ditawarkan bisa sebagai tim dokumentasi yang bergerak dibidang videografi dan fotografi. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat melatih dan memberi pengalaman langsung pada siswa dalam bekerja, tidak hanya dilingkungan sekolah tetapi juga di masyarakat.
Saat ini sekolah sekolah SMK sudah menjalankan program tersebut, SMK Negeri Dander contohnya. SMK Negeri Dander merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan dikabupaten Bojonegoro yang sudah memiliki tim UPJ, dan tim tersebut sudah berjalan. Di SMK Negeri Dander memiliki 7 Tim UPJ dari kompetensi keahlian yang berbeda. UPJ teknik las, UPJ Teknik kendaraan ringan, UPJ Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, UPJ Teknik dan bisnis sepeda motor, UPJ Busana, UPJ farmasi dan UPJ multimedia. Masing masing UPJ bergerak di bidang yang berbeda, Tim UPJ teknik las SMKN Dander mampu menghasilkan rak pot bunga dan rak sepatu, Tim UPJ kendaraan ringan menawarkan jasa servis mobil , UPJ Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan menawarkan jasa pembuatan maket dan desain rumah, UPJ Teknik dan bisnis sepeda motor menawarkan jasa servis motor, UPJ Busana menawarkan jasa menjahit busana, UPJ farmasi menawarkan produk permen kesehatan, minuman kesehatan (bunga telang, beras kencur dll) dan UPJ multimedia menawarkan jasa fotografi dan videografi.
Tim UPJ SMK Negeri Dander mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah dan semua tenaga pendidik dan tenaga non kependidikan. Pasar sasaran UPJ ini warga sekolah dan masyarakat luas. Sudah banyak produk produk yang dihasilkan, sebagai contoh buktinya untuk melihat hasil dari tim UPJ multimedia dapat mengunjungi laman SMK RIDER MEDIA dengan link https://www.youtube.com/channel/UCrQq8uqb-ofQqVSLqD7yk0w .
Semoga UPJ SMK baik SMK Negeri ataupun SMK swasta semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas. Kita bangga dengan siswa siswi penerus bangsa. Dan semoga pemerintah dapat memberikan apresiasi lebih ke siswa agar siswa semakin semangat dalam berkarya dan siap bekerja ketika lulus nantinya.


