Cilegon, (persepsi.co.id) – Dalam rangka menindaklanjuti pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Indonesia, Oleh karenanya Perwakilan BKKBN Provinsi Banten menggelar kegiatan Orientasi BKB EMAS bagi Kader Pengelola Poktan BKB untuk memberikan pembekalan khusus tentang BKB EMAS secara intensif di Hotel Horison Forbis,Kota Cilegon pada tanggal 1 s.d 9 Agustus 2022.

Acara ini diikuit sebanyak 232 orang yang terdiri dari kader BKB ( BKB HI maupun BKB non HI) yang berasal dari kabupaten/kota se-provinsi Banten mengikuti kegiatan orientasi ini dengan terbagi menjadi 4 angkatan.

Melalui Bina Keluarga Balita (BKB) diarahkan untuk menjadi bagian dari upaya intervensi sensitif penurunan angka stunting, yakni dengan memprioritaskan peningkatan pemahaman keluarga sasaran tentang stunting sehingga dengan semakin banyaknya keluarga yang terpapar informasi stunting, dapat mencegah bayi lahirnya stunting dan lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Di Provinsi Banten, kelompok-kelompok BKB sebelumnya sudah mulai dikembangkan menjadi BKB HI. Tahun 2022 ini, kelompok-kelompok BKB mulai dipersiapkan menjadi BKB-BKB EMAS dimana BKB tersebut tidak hanya terintegrasi dengan PAUD, Posyandu saja tapi juga berorientasi pada pencegahan stunting.

Hadir membuka acara Plt Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dr Dadi Ahmad Roswandi, M.Si. mengatakan Pengasuhan orangtua dan anggota keluarga yang tidak baik dan benar terhadap balita dan anak dapat menyebabkan stunting juga, biasanya disebabkan kurangnya pengetahuan para orangtua dan anggota keluarga tentang status gizi wanita pada masa pra kehamilan, masa kehamilan dan setelah melahirkan serta gizi pada anak sampai dengan usia 2 tahun.” Ujarnya.

Plt Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Dr Dadi Ahmad Roswandi, M.Si. menambahkan, Permasalahan stunting merupakan masalah dan tanggung jawab bersama semua lintas sektor di setiap tingkatan wilayah. Karenanya kerjasama antar lintas sektor baik antardinas maupun masyarakat itu sendiri harus terus dibangun dan ditingkatkan. BKKBN sebagai lembaga yang mendapat mandat Presiden Jokowi melalui Perpres Nomor 72 Tahun 2021 untuk mengkoordinasikan Percepatan Penurunan Stunting, berperan dalam penurunan angka stunting pada ranah kegiatan sensitif, yaitu salah satunya melalui pengasuhan/parenting pada kelompok BKB” tambah Dadi.

Diakhir sambutannya Dadi mengungkapkan harapannya, para kader yang mengikuti kegiatan ini nantinya dapat membantu keluarga-keluarga mencegah terjadinya stunting melalui pola pengasuhan orang tua dan keluarga, terutama pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), sehingga di masa yang akan datang, generasi penerus kita menjadi generasi yang berkualitas dan mempunyai daya saing yang tinggi. (tr)